Basyeiban

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari

Marga Basyeiban/Basheban/Basyaiban (باشيبان) adalah salah satu marga komunitas Hadhramaut di Nusantara. Mereka bernasab kepada Asy-Syaikh Al-Imam Abubakar Basyeiban bin Muhammad Asadillah Ba'Alawi Al-Hadhrami Al-Husaini. Gelar Basyeiban diberikan karena Asy-Syaikh Al-Imam Abubakar pada suatu waktu ketika mudanya telah 'menghilang' dan kemudian muncul kembali setelah berpuluh-puluh tahun. Rambutnya telah semua putih namun wajahnya tetap kelihatan muda maka ia mendapat sebutan Basyeiban(باشيبان) dari rambutnya yang putih (Syaiban/شيبان).

Dalam Riwayat lain sebutan Basyaiban dikarenakan Abubakar bin Muhammad Asadullah lahir sudah beruban rambutnya sehingga mendapat julukan Basyaiban sejak lahir sehingga tidak serta merta orang yang muda beruban lalu disebut Basyaiban tanpa ada kesaksian dari masyarakat sekitar dan catatan keluarga masing-masing.

Asy-Syaikh Al-Imam Abubakar Basyeiban wafat 807 H di Tarim, Hadhramaut.

Basyeiban adalah antara kabilah yang pertama-tama berhijrah keluar dari Hadhramaut/Yaman. Mula-mulanya ke Hijaz dari Hijaz hijrah ke Ahmadabad India dan dilanjutkan hijrah ke Indonesia,dan terakhir hijrah ke Belgaum Karnataka India yang tidak jauh dari Surat.

Awal Kedatangan Sultan Syarif Cirebon Sunan Pangkunegoro bernama Sayyid 'Abdurrahman Tajuddin Muhyuddin bin Muhammad bin 'Umar bin 'Abdullah bin 'Umar bin Muhammad Asy-Syaibah bin Ahmad Basyeiban Ba'Alawi ke Jawa Barat Cirebon Jawa Barat pada awal abad XVIII Masehi( 1700-an Masehi), Keduanya mengelola Pondok Pesantren Krapyak di Pekalongan di Jawa Tengah . Keduanya dikarunia 4 anak yaitu Sayyid Ahmad wafat di Buduran Sidoarjo Jawa Timur,Sayyid Sulaiman wafat di Mojo Agung, Sayyid 'Abdurrahim atau Sayyid Arifuddin wafat di Segoropuro Rejoso Pasuran Jawa Timur, dan Sayyid 'Abdullah

Sayyyid Sulaiman bin 'Abdurrahman Tajuddin Basyeiban atau Sunan Sulaiman Mojo Agung/Pangeran Kanigara hidup sekitar tahun 1700-an masehi dan wafat 1779 M kubur di Mojo Agung


Rujukan-rujukan: Tarikh Alu Basyeban karya al-Habib 'Umar bin Ahmad Basyeiban;

Kitan Rujukan : Syamsuzh-Zhahirah karya al-Habib 'Abdurrahman bin Muhammad al-Masyhur juz 3;

Syamsu Zhohirah Ta'liqat Muhammad Dhiya’ Shahab juz 2;

Kitab Syajaratun ansab al Alawiyyin juz 12 atau Buku Induk Syajarah Alawiyyin jilid 12

Syajaratul ansab 'Amm As-Sadah 'Alawiyyin Tarim Yamam

Referesi : Hadramaut dan koloni 'Arab di Nusantara (Hadhramout et les colonies arabes dans l'Archipel indien)Penulis Berg, L. W. C. van den (Lodewijk Willem Christiaan), 1845-1927 Seri INIS ; Jil. 3 (Van Den Berg, LWC, Hadramaut & Koloni 'Arab di Nusantara, INIS, Jakarta, 1989.);

Usul Ansab Al 'Alawiyyin karangan al-Habib Mohammad bin 'Alwi bin Hud Al Attas;

Usul Ansab Al 'Alawiyyin karangan Al-Habib Naqib As-Sadah Syed Ali Zainal 'Abidin bin 'Abdullah Al Awsat Al 'Idrus(1041 H)

Tentang kewujudan keluarga Basyeiban di India sudah dimaklumi oleh ahli-ahli nasab yang tersebut dalam kitab-kitab mereka dan yang lain menelusuri kitab-kitab berikut:

1-Kitab Risalah Usul Ansab 'Alawiyyin tulisan Al-Habib Ahmad bin 'Ali bin Ahmad bin Syihabuddin pada halaman 104 yang menyebut beberapa nama tempat di India dan menyatakan bahwa keluarga ini dikenali dengan nama Basyeiban.Juga menceritakan siapa dari keluarga ini yang masuk ke Aceh Sayyid Abdullah bin 'Abdurrahman bin Umar Basyeiban yang wafat di Aceh serta bilangan keluarga ini pada tahun 1358 hijrah.

2-Kitab Syamsuzh Zhahirah karangan As-Sayyid 'Abdurrahman bin Muhammad bin Husain Al Masyhur pada jilid ke 2 halaman 446 dan 447 menceritakan dengan detail pergerakan keluarga ini di antara Hadhramaut, Balqam dan Aceh , juga disebut zuriat-zuriat Basyaiban Syamsu Zhahirah Ta'liqat Muhammad Dhiya’ Shahab yang mula-mula ke Indonesia berserta tarikh kemasukan mereka dan juga tempat singgah mereka.

3-Kitab Khidmatul Asyirah karangan al-Habib Ahmad bin Abdullah AsSaggaf pada halaman 61 juga menyebut tentang keluarga Basyeiban sama dengan kitab-kitab sebelumnya dengan lebih ringkas dan juga menyebut beberapa kitab karangan keluarga ini.

Marga ini dilaporkan sudah berakhir di Hadhramaut, tetapi masih diteruskan hingga hari ini di Belgaum, Karnataka, India dan Nusantara/Indonesia. Di Indonesia marga ini banyak dijumpai di Krapyak Slamaran Pekalongan Jawa Tengah ; Magelang Jawa Tengah; Sidoresmo, Surabaya,Yogyakarta. Namun, keturunannya sekarang telah menyebar ke berbagai tempat di seluruh dunia.


Hadhramaut, Yaman Al Alamah Habib 'Ali al-Masyhur bin Muhammad bin Salim bin Hafidz (Kakak al-habib Umar bin hafidz) and

Jakarta http://rabithah.net/ Aal Basyaiban Indonesia mengembalikan permasalahan ini ke Maktab ad Daimi RA (MD RA) dan para senior/sesepuh (Syaibah) 'Alawiyyin di RA

https://www.facebook.com/groups/AalBasyaiban/Kategroi:Basyeban Ba'Alawi

AndaBicara