Bahasa Malaysia

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Bahasa Malaysia
بهاس مليسيا
Dituturkan di

 Malaysia
 Brunei

 Singapura
Jumlah penutur 10.3 penutur asli[1]  (tidak ada tanggal)
Rumpun bahasa
Austronesia
Sistem penulisan Romawi (resmi) dan Jawi [2]
Status resmi
Bahasa resmi di  Malaysia
Diatur oleh Dewan Bahasa dan Pustaka
Kode-kode bahasa
ISO 639-1 zsm
ISO 639-3

Bahasa Malaysia merupakan bahasa kebangsaan negara Malaysia yang ditetapkan oleh Dewan Bahasa dan Pustaka Malaysia. Lebih dari 80% bahasa Malaysia berhubungan dekat dengan Bahasa Indonesia dan dituturkan asli oleh lebih dari 10 juta orang. Bahasa Malaysia dituturkan sebagai bahasa kedua oleh 18 juta orang, sebagian besar dari etnik minoritas negara Malaysia.[3]

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Bahasa ini disebut dengan berbagai macam nama, namun nama yang paling dikenali yaitu "Bahasa Melayu" dan "Bahasa Malaysia". Meskipun begitu, di Malaysia kekeliruan telah muncul dalam kalangan rakyatnya mengenai nama apakah yang patut digunakan sebagai nama resmi di negara tersebut.

Pada masa kemerdekaan Malaysia, Tunku Abdul Rahman sebagai Perdana Menteri pertama memperkenalkan istilah "Bahasa Malaysia" sebagai bahasa kebangsaan Malaysia. Istilah ini kemudian digunakan secara meluas. Sebenarnya istilah bahasa Malaysia itu sendiri tidak disumbangkan oleh YAB Tunku Abdul Rahman, tetapi timbul secara spontan setelah kejadian 13 Mei 1969. Hal tersebut dapat dibuktikan dalam liputan media massa saat itu. Pada saat itu terwujudlah semacam persetujuan umum mengenai istilah bahasa Malaysia, namun Undang-undang Malaysia tidak berubah.

Pada tahun 1986, istilah "Bahasa Malaysia" diganti menjadi "Bahasa Melayu". Berdasarkan Perkara 152 Perlembagaan Persekutuan Malaysia, "bahasa kebangsaan Malaysia yaitu bahasa Melayu".[4]

Pada tanggal 4 Juni 2007, kabinet Malaysia membuat keputusan untuk menggantikan penggunaan "Bahasa Melayu" menjadi "Bahasa Malaysia". Kabinet tersebut mengarahkan semua kementerian, universitas, dan perguruan tinggi untuk memberitahu departemen dan instansi terkait untuk menggunakan istilah "Bahasa Malaysia" dalam surat-menyurat, catatan dan dokumen. Kebijakan tersebut sebagai dukungan untuk menanamkan semangat perpaduan dalam kalangan rakyat Malaysia yang beragam kaum yaitu Melayu, Cina, Arab, dan India.[5][6][7] Pada 5 November 2007, Menteri Penerangan Malaysia, Datuk Seri Zainuddin Maidin, menegaskan lagi bahwa penggunaan istilah baru "Bahasa Malaysia" itu muktamad atau dalam kata lain dapat dijadikan pegangan.[8]

Metode penulisan[sunting | sunting sumber]

Penulisan bahasa Melayu sebagai asal mula bahasa Malaysia telah mengalami beberapa perubahan dan menggunakan beberapa jenis huruf yang saling berganti. Tulisan yang pertama dipakai yaitu huruf Pallawa yang berasal dari India. Tulisan Pallawa ini kemudian mengalami perubahan. Oleh karena itu, muncul jenis-jenis tulisan sebagai berikut:

  • Tulisan Rencong
  • Tulisan Pallawa
  • Tulisan Kawi
  • Tulisan Jawi
  • Tulisan Rumi

Dalam zaman pascamodern, bahasa Malaysia biasanya ditulis dalam metode Rumi (metode Latin) dan kadang-kadang dalam metode Jawi untuk upacara keagamaan. Metode Rumi merupakan metode resmi bahasa Malaysia seperti yang tercantum dalam Undang-undang Malaysia. Metode tersebut kerap kali digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Walaupun, tetap ada usaha yang dilancarkan untuk menghidupkan lagi metode penulisan Jawi (huruf Arab Melayu).

Lingkup penggunaan[sunting | sunting sumber]

Bahasa Malaysia dijadikan sebagai bahasa resmi tunggal di Semenanjung Malaysia pada tahun 1968 serta Sabah dan Sarawak pada tahun 1974. Meskipun status bahasa Inggris sebagai bahasa resmi di Malaysia dibantah dan keterlibatannya dalam urusan administrasi dikurangi, Bahasa Inggris tetap menjadi bahasa kedua yang penting di Malaysia.

Pengaruh dari bahasa asing[sunting | sunting sumber]

Sejak zaman kuno, bahasa Malaysia telah lama banyak menyerap pengaruh bahasa-bahasa asing seperti Sanskerta, Inggris, Portugis, Jawa, Arab dan sebagainya.[9]

Pengaruh Sanskerta[sunting | sunting sumber]

Pengaruh Portugis[sunting | sunting sumber]

Terdapat 131 kata yang berasal dari bahasa Portugis.[10]Beberapa contoh kata yang diserap dalam bahasa Malaysia yaitu:

Bahasa Portugis Bahasa Malaysia
Armario Almari
Bola Bola
Camisa Kemeja
Dado Dadu
Kursi Kerusi
Garfo Garpu
Igreja Gereja
Limao Limau
Menteiga Mentega
Domingo Minggu
Padre Paderi
Toalha Tuala
Janela Jendela
Escola Sekolah
Sabado Sabtu
Sabao Sabun
Sapato Sepatu

Pengaruh Jawa[sunting | sunting sumber]

Bahasa pasar dan penggunaan kontemporer[sunting | sunting sumber]

Zaman kontemporer telah memperlihatkan perkembangan kosakata bahasa pasar dalam bahasa Malaysia. Beberapa kosakata dibuat karena pemendekan bahasa aslinya. Kata-kata tersebut antara lain awek/cewek (girl); balak/cowok (guy); gak/nggak(tidak); no usha (survey); skodeng (peep); cun (pretty); poyo/slenge (horrible, low-quality) etc. Kata-kata jamak baru yang dituturkan juga mengalami perubahan dari kata asalnya seperti orang ("people"), dalam contoh kitorang (kita + orang, kami); korang (kau + orang, "kau"); diorang atau derang (dia + orang, "mereka").

Ada beberapa kata yang digunakan dalam abad ke-21 dalam bahasa Malaysia, seperti berikut ini:

Kata
Tidak Resmi
Kata
Resmi
Terjemah
Bahasa Inggris
bleh/leh boleh/dapat can, able to
takleh/tokleh tidak boleh/tidak dapat can not
ko engkau/kamu/awak you
nape kenapa why
camne macam mana/bagaimana how
gi/pegi pergi go
kat dekat/di at
mane mana where
tau tahu know
je/aja sahaja only
a'ah ya that's right
awek/pompuan teman wanita girl/girlfriend
balak/pakwe/laki teman lelaki boy/boyfriend
skodeng mengintai peep
cun cantik/lawa awesome/cool/fly
jom/ mari/ayuh let's go
poyo/selenge teruk/buruk horrible
blah beredar go away
meh mari come
apsal apa pasal/apa hal why
tak yah/tak usah tidak payah not necessary
pastu selepas itu/habis itu after that
amik ambil take
pekena makan/minum to eat/drink

Lihat juga[sunting | sunting sumber]

Rujukan[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]