Bahasa Italik

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari

Topik Indo-Eropa

Bahasa Indo-Eropa
Albania • Anatolia • Armenia
Baltik • Keltik • Dasia^ • Jermanik
Yunani • Indo-Iran • Italik • Frigia^
Slavia • Trasia^ • Tokharia
 

^ belum dikategorikan

Bangsa Indo-Eropa
Albania • Anatolia • Armenia
Baltik • Keltik • Jermanik
Yunani • Indo-Arya • Indo-Iran
Iranik • Italik • Slavia
Trasia • Tokharia
 
Bangsa Proto-Indo-Eropa
Bahasa • Masyarakat • Agama
 
Hipotesis Urheimat
Hipotesis Kurgan • Anatolia
Armenia • India • TKP
 
Studi Indo-Eropa

Bahasa Italik merupakan subrumpun dari cabang Kentum rumpun bahasa Indo-Eropa. Subrumpun ini mencakup bahasa Roman (termasuk bahasa Italia, bahasa Katalan, bahasa Perancis, bahasa Portugis, bahasa Rumania, dan bahasa Spanyol), dan beberapa bahasa yang telah punah.

Pergeseran bunyi[sunting | sunting sumber]

Di bawah ini disajikan perubahan fonetis dari bahasa proto-Indo-Eropa ke bahasa proto-Italik:

  • b > b
  • bh > f
  • d > d
  • dh > f
  • g > g
  • gh > h/f
  • gw > v/g
  • k > k (c)
  • kw > kw (qu)/k (c)
  • l > l
  • m > m
  • n > n
  • p > p/ qu
  • r > r
  • s > s
  • t > t
  • w > v

Anggota[sunting | sunting sumber]

Bahasa Italik memiliki dua cabang yang dikenal:

  • Bahasa Sabellik, termasuk:
    • Bahasa Osca, yang dipertuturkan di bagian tengah selatan Semenanjung Italia
    • Kelompok Umbria, termasuk:
      • Bahasa Umbria yang dipertuturkan di daerah tengah utara (berbeda dengan dialek modern Umbria dari bahasa Italia)
      • Bahasa Volscia
      • Bahasa Aequia
      • Bahasa Marsia
    • Bahasa Picene Selatan, di tengah timur Italia
  • Bahasa Latino-Faliscan, termasuk:

Bahasa Venetik, seperti termaktub dalam banyak prasasti (termasuk kalimat-kalimat lengkap) juga berkerabat dengan bahasa Italik dan kadangkala digolongkan sebagai anggotanya. Namun karena bahasa ini juga memiliki kemiripan dengan cabang-cabang barat bahasa Indo-Eropa lainnya (terutama bahasa Jermanik), banyak pakar yang menggolongkannya sebagai cabang tersendiri pada silsilah bahasa Indo-Eropa.

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Penutur bahasa Italik tidaklah penduduk pribumi Italia, namun berhijrah ke sana pada milenium ke-2 SM, dan kelihatannya masih berkerabat dengan suku-suku Keltik yang mengembara di Eropa saat itu. Secara arkeologis, budaya Apennina (budaya pengkuburan) masuk ke Semenanjung Italia pada kurang lebih tahun 1350 SM dari timur ke barat. Zaman besi masuk ke Italia pada kurang lebih tahun 1100 SM dengan budaya Villanova (budaya kremasi) dari utara ke selatan. Sebelum penutur bahasa Italik masuk, Italia terutama dihuni oleh penduduk non-Indo-Eropa (mungkin termasuk bangsa Etruska yang menuturkan bahasa Etruska). Perkampungan pertama di bukit Palatina ditarikhkan pada sekitar tahun 750 SM dan perkampungan di Quirinal pada tahun 720 SM (lihat Pendirian Roma).

Bahasa-bahasa Italik pertama-tama ditemukan pada tulisan-tulisan prasasti Umbria dan Faliscan yang ditarikh berasal dari abad ke-7 SM. Abjad yang dipergunakan ialah abjad Italik Kuna yang berdasarkan abjad Yunani. Bahasa-bahasa Italik sendiri menunjukkan pengaruh sedikit dari bahasa Etruska dan pengaruh besar dari bahasa Yunani Kuna.

Maka dengan melebarnya dominasi politik Roma ke seluruh Semenanjung Italia, bahasa Latin juga menjadi dominan dia atas bahasa Italik lainnya yang tidak dipertuturkan lagi pada sekitar abad ke-1 Masehi. Dari bahasa Latin Rakyat muncul bahasa Roman.

Referensi[sunting | sunting sumber]

  • (Inggris) Ernst Pulgram: Tongues of Italy, Prehistory and History
  • (Jerman) Rix, Helmut, 2004, Ausgliederung und Aufgliederung der italischen Sprachen. Languages in Prehistoric Europe. ISBN 3-8253-1449-9