Abdul Hadi bin Awang

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Yang Berhormat Tuan Guru Datuk Seri
Abdul Hadi Awang
Presiden PAS
Petahana
Mulai menjabat
14 September 2003
Anggota Parlemen
untuk P37 Rusila, Terengganu
Petahana
Mulai menjabat
8 Maret 2008
Mayoritas 163
Anggota Majelis Terengganu
untuk N20 Rhu Rendang
Petahana
Mulai menjabat
8 Maret 2008
Mayoritas 1,435
Menteri Besar Trengganu
Masa jabatan
1999–2004
Didahului oleh Tan Sri Wan Mokhtar Ahmad
Digantikan oleh Idris Jusoh
Informasi pribadi
Lahir 20 Oktober 1947
Marang, Terengganu
Partai politik PAS logo.svg PAS - Pakatan Rakyat
Anak 14 orang
Pekerjaan Politikus
Agama Islam

Yang Berhormat Dato' Seri Tuan Guru Haji Abdul Hadi Awang (Jawi: حاج عبد ﺍﻟﻬﺎدي اوڠ, lahir 20 Oktober 1947; umur 67 tahun) merupakan Presiden Partai Islam Se-Malaysia dan mantan Menteri Besar Terengganu (1999-2004).[1]

Kehidupan awal[sunting | sunting sumber]

Lahir pada 6 Dzulhijjah 1366H, di Kampung Rusila, Marang, Terengganu. Anak ke-5 dari 9 orang saudara. Ayahnya adalah seorang guru agama dan imam di Masjid Rusila, Marang.

Keluarga[sunting | sunting sumber]

Ia memiliki dua orang isteri yaitu Puan Hajah Zainab bt. Awang dan Dr. Norzita Taat. Dikaruniai 13 orang anak. Dengan istri pertamanya memiliki 11 orang anak sedangkan dengan istri kedua, ia memiliki 3 orang anak. Anak sulung berusia 22 tahun dan kini belajar di Universitas Iman, Yaman.

Pendidikan[sunting | sunting sumber]

Ia diberi pendidikan awal dari ayahnya sendiri pada usia kecil. Mulai belajar di Sekolah Nasional Rusila, Marang kemudian Sekolah Agama Marang dan selanjutnya mengambil aliran Sanawi di Sekolah Menengah Agama Atas Sultan Zainal Abidin (Sma(a)sza), Kuala Terengganu. Selain itu beliau belajar agama, Bahasa Arab dan politik dari ayah sendiri yaitu Tuan Guru Haji Awang Muhamad. Melanjutkan ke Universitas Islam Madinah dengan beasiswa dari Pemerintah Arab Saudi dari tahun 1969 - 1973, berakhir dengan BA (Syariah). Melanjutkan ke Universitas al-Azhar ke tingkat MA (Siasah Syariyyah) dan berhasil mengakhiri hanya dalam waktu 2 tahun (1974 - 1975).[2]

Politik dan NGO[sunting | sunting sumber]

Beliau menjadi Kepala Angkatan Belia Islam Malaysia (ABIM) Negeri Terengganu (1977-1978). Pada 1982, ketika Presiden ABIM, Datuk Seri Anwar Ibrahim meninggalkan ABIM dan bergabung UMNO, Abdul Hadi bergabung PAS bersama Ustaz Fadhil Noor.

Sebenarnya Abdul Hadi mulai aktif sejak tahun 1964 yaitu saat belajar lagi sebagai Sekretaris Ranting (sekarang cabang) PAS Kampung Rusila, Marang. Pada 1976, setelah tamat belajar dan pulang ke tanah air ditunjuk menjadi Ketua Pemuda PAS Terengganu serta EXCO Dewan Pemuda PAS Pusat. Pada tahun 1977 dipilih menjadi Komite Kerja PAS Pusat dan kemudian dikonfirmasi ke jabatan tersebut pada tahun 1980. Pada tahun 1989 di pilih menjadi Wakil Presiden PAS setelah Dato 'Fadzil Mohd Noor dipilih menjadi Presiden PAS.

Pemilu[sunting | sunting sumber]

Mulai bergabung pemilu sepulang ke tanah air pada tahun 1978 di DUN Marang dan kalah di tangan Tengku Zahid Musa dengan mayoritas 68 suara. Pada tahun 1982 dipercayakan sekali lagi menjadi calon PAS di DUN Marang dan Parlemen Dungun. Menang di DUN Marang tetapi kalah di parlemen Dungun di tangan Haji Awang Jabar. Pada tahun 1986, tanding DUN Rhu Rendang dan menang tetapi kalah di parlemen Marang di tangan Abdul Rahman Bakar. Pada tahun 1990 menang di DUN Rhu Rendang dan Parlemen Marang. Begitu juga tahun 1995, menang di DUN Rhu Rendang dan Parlemen Marang.

Internasional[sunting | sunting sumber]

Mulai terlibat di tingkat internasional di Madinah saat menjadi Ketua Pelajar Indonesia Universitas Islam Madinah di samping menjadi Sekjen Gabungan Mahasiswa Asia Tenggara di Madinah. Selama di Asia Barat, ia aktif bersama Gerakan Ikhwanul Muslimin bersama Dr. Said Hawa, Profesor Muhammad Al Wakeel dan Dr. Abdul Satar Al Khudsi. Di Mesir pula, ia menjadi Sekretaris Bagian Syariah dan Hukum Asosiasi Melayu Republik Aram Mesir.

Sebagai pemimpin senior PAS, Tuan Guru Abdul Hadi Awang banyak terlibat di tingkat internasional baik gerakan Islam atau gerakan rakyat.

Antaranya: -

  1. Anggota Koordinator Sekretariat Partai-partai Islam Sedunia berbasis [[Istanbul, Turki.
  2. Anggota Sekretariat Perjuangan Rakyat mempertahankan Baitul Maqdis yang berbasis di Amman, Yordania.
  3. Anggota Majma 'taqrir di kalangan mazhab-mazhab Islam yang berbasis di Tehran, Iran.
  4. Anggota deligasi anggota parlemen partai-partai Islam yang dipimpin oleh Dr. Necmetin Erbakan, bekas Perdana Menteri Turki menemukan Sekjen PBB, Butros Butros Ghali dan menemukan Anggota Senat Amerika Serikat.
  5. Bergabung delegasi anggota parlemen Partai Islam mengunjungi Eropa yang dipimpin oleh Dr. Erbakan.
  6. Bergabung delegasi pemipin partai Islam seluruh dunia menemukan raja-raja dan presiden negara-negara Asia Barat sebelum Perang Teluk.
  7. Mengiringi Presiden PAS, Dato 'Fadzil Mohd Noor bersama delegasi pemimpin Jerman Islam seluruh dunia untuk mendamaikan kelompok-kelompok Mujahidin Afghanistan.

Karier[sunting | sunting sumber]

Pemerintah[sunting | sunting sumber]

  • Menjadi Pegawai Yayasan Islam Terengganu setelah tamat belajar 1977 - 1978.
  • Menjadi Menteri Besar negara bagian Terengganu saat tahun 1999-2004

Badan nonpemerintah[sunting | sunting sumber]

  • Menjadi Ketua Angkatan Belia Islam Malaysia (Abim) Negeri Terengganu 1977 - 1978.[2]

Hasil penulisan[sunting | sunting sumber]

  1. Bagaimana Islam memerintah negara: PTS; 2009.
  2. Islam adil untuk semua : PTS Islamika, c2009.
  3. Fahaman & ideologi umat Islam : PTS Islamika, 2008.
  4. Takwa : takut tetapi rindu : PTS Publications, 2008.
  5. Beriman kepada qadak & qadar : PTS Publications & Distributors, 2008
  6. Beriman kepada hari akhirat : PTS Islamika, 2008.
  7. Beriman kepada Malaikat & kitab : PTS Islamika, 2007.
  8. Beriman kepada Rasul : PTS Publications, 2007.
  9. Beriman kepada Allah : PTS Islamika ; 2007.
  10. Inilah akidah muslim; PTS publications, 2007.
  11. Islam & demokrasi: PTS Islamika, 2007.
  12. Ramadan : tetamu yang dirindui: PTS Islamika, 2007.
  13. At-Tibyan dalam mentafsirkan Al-Qur'an : surah Al-Hasyr (Pengusiran) & Al-Fil (Gajah): As-Syabab Media, 2002.
  14. Surah al-Hujurat (bilik-bilik): As-Syabab Media, 2002.
  15. Muqaddimah aqidah al-Muslimin : Pustaka Aman Press, 1988.
  16. Jika Islam mentadbir : wawancara wartawan U.P.I., Paul Wedel dengan Abdul Hadi Awang : Penerbitan Gedung Ummah, 1984
  17. Taktik & Strategi Berpolitik Gaya Khulafa ar-Rasyidin

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ "Latar Belakang". Diakses 5 September 2011. 
  2. ^ a b Hooker, Virginia Matheson; Norani Othman. Malaysia: Islam, society and politics. Diakses 5 Septemvber 2011. "In his early childhood, Hadi Awang was taught by his own father" 

Pranala luar[sunting | sunting sumber]