2 Petrus 3

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
pasal 2       2 Petrus 3       1 Yohanes 1
Papyrus Bodmer VIII, 3rd century CE

Lembaran memuat Surat Petrus pada Papirus 72, yang dibuat sekitar abad ke3/ke-4 M.
Kitab: Surat 2 Petrus
Bagian Alkitab: Perjanjian Baru
Kitab ke- 22
Kategori: Surat-surat Am

2 Petrus 3 (disingkat 2Pet 3) adalah bagian terakhir dari Surat Petrus yang Kedua dalam Perjanjian Baru di Alkitab Kristen.[1][2] Digubah oleh Simon Petrus, salah satu dari Keduabelas Rasul pertama Yesus Kristus.[3]

Akhir dari Surat 2 Petrus (pasal 3:16-18) dan permulaan Surat 1 Yohanes (pasal 1:1-2:9) dalam kolom yang sama, pada Codex Alexandrinus yang diperkirakan dibuat antara tahun 400-440 M.

Teks[sunting | sunting sumber]

Struktur[sunting | sunting sumber]

Pembagian isi pasal:


Ayat 4[sunting | sunting sumber]

Kata mereka: "Di manakah janji tentang kedatangan-Nya itu? Sebab sejak bapa-bapa leluhur kita meninggal, segala sesuatu tetap seperti semula, pada waktu dunia diciptakan.[4]

ada hari-hari terakhir dari periode di antara kedatangan Kristus yang pertama dan kedua, para guru palsu akan menyangkal bahwa Kristus akan datang kembali untuk membinasakan orang fasik dan dunia ini (bandingkan Wahyu 19:11-21).[5]

Ayat 6[sunting | sunting sumber]

dan bahwa oleh air itu, bumi yang dahulu telah binasa, dimusnahkan oleh air bah.[6]

Referensi silang: Kejadian 7 (Kejadian 7:21,22)

Ayat 8[sunting | sunting sumber]

Akan tetapi, saudara-saudaraku yang kekasih, yang satu ini tidak boleh kamu lupakan, yaitu, bahwa di hadapan Tuhan satu hari sama seperti seribu tahun dan seribu tahun sama seperti satu hari.[7]

Allah memandang waktu dari sudut kekekalan (bandingkan Mazmur 90:4). "Seribu tahun" tampak berbeda kepada Allah daripada kepada manusia. Dia dapat menyelesaikan dalam satu hari apa yang menurut perkiraan kita memerlukan seribu tahun, atau Dia bisa mengambil waktu seribu tahun untuk melakukan sesuatu yang kita ingin agar dilakukan dalam satu hari.[5]

Ayat 15[sunting | sunting sumber]

Anggaplah kesabaran Tuhan kita sebagai kesempatan bagimu untuk beroleh selamat, seperti juga Paulus, saudara kita yang kekasih, telah menulis kepadamu menurut hikmat yang dikaruniakan kepadanya.[8]

Ayat 16[sunting | sunting sumber]

Hal itu dibuatnya dalam semua suratnya (Paulus), apabila ia berbicara tentang perkara-perkara ini. Dalam surat-suratnya itu ada hal-hal yang sukar difahami, sehingga orang-orang yang tidak memahaminya dan yang tidak teguh imannya, memutarbalikkannya menjadi kebinasaan mereka sendiri, sama seperti yang juga mereka buat dengan tulisan-tulisan yang lain.[9]

Petrus berbicara tentang surat-surat Paulus sebagai setingkat dengan "tulisan-tulisan Kitab Suci" yang diilhamkan dan berkuasa, yaitu Perjanjian Lama. Bila orang berbicara mengenai "Kitab Suci" dewasa ini, yang dimaksudkan ialah baik kitab-kitab dalam Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru, yaitu berita Allah yang asli kepada umat manusia dan kesaksian-Nya terhadap tindakan penyelamatan di dalam Yesus Kristus.[5]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Willi Marxsen. Introduction to the New Testament. Pengantar Perjanjian Baru: pendekatan kristis terhadap masalah-masalahnya. Jakarta:Gunung Mulia. 2008. ISBN:9789794159219.
  2. ^ John Drane. Introducing the New Testament. Memahami Perjanjian Baru: Pengantar historis-teologis. Jakarta:Gunung Mulia. 2005. ISBN:9794159050.
  3. ^ 2 Petrus 1:1
  4. ^ 2 Petrus 3:4
  5. ^ a b c The Full Life Study Bible. Life Publishers International. 1992. Teks Penuntun edisi Bahasa Indonesia. Penerbit Gandum Mas. 1993, 1994.
  6. ^ 2 Petrus 3:6
  7. ^ 2 Petrus 3:8
  8. ^ 2 Petrus 3:15
  9. ^ 2 Petrus 3:16

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]