Yperit

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Jump to navigation Jump to search
Sulfur mustard
Sulfur-mustard-2D-skeletal.png
Sulfur-mustard-3D-balls.png
Sulfur-mustard-3D-vdW.png
Nama
Nama IUPAC
bis(2-chloroethyl) sulfide
Nama lain
Iprit
Schwefel-Lost
Lost
Mustard gas
Senfgas
Yellow Cross Liquid
Yperite
Distilled Mustard
Mustard T- mixture
Penanda
Model 3D (JSmol)
ChEBI
ChEMBL
ChemSpider
ECHA InfoCard 100.209.973
KEGG
Sifat
C4H8Cl2S
Massa molar 159,07 g·mol−1
Penampilan Colorless if pure.
Normally ranges from
pale yellow to dark brown.
Slight garlic or horseradish type odour[1]
Densitas 1.27 g/mL, liquid
Titik lebur 14.4 °C, 287.6 K, 57.9 °F
Titik didih 217 °C (423 °F; 490 K)
Negligible
Bahaya
Bahaya utama Very toxic (T+)
Dangerous for the environment (N)
Vesicant
Titik nyala 105 °C
Senyawa terkait
Kecuali dinyatakan lain, data di atas berlaku pada temperatur dan tekanan standar (25 °C [77 °F], 100 kPa).
YaY verify (what is YaYN ?)
Sangkalan dan referensi

Yperit (gas mustard) adalah senyawa kimia yang memiliki rumus kimia C4H8Cl2S.

Gas mustard adalah senjata kimia yang menyebabkan luka pada kulit dan saluran pernapasan. Senjata kimia ini lazim digunakan selama Perang Dunia I, sebelum akhirnya dilarang penggunaannya oleh Protokol Jenewa pada tahun 1925. Juga dikenal sebagai sulfur mustard atau H, gas mustard ada dalam salah satu daftar pada Konvensi Senjata Kimia tahun 1993 yang dilarang dalam hal produksi, penggunaan, penjualan, atau penimbunannya.

Korban yang terkena gas mustard pada Perang Dunia I.

Meskipun disebut gas, senjata ini bukan gas, melainkan cairan kental yang mudah menguap. Uap gas mustard yang melayang di atas parit pada Perang Dunia I dihasilkan oleh cairan aerosol, biasanya dijadikan sebagai proyektil yang ditembakkan. Setelah menjadi aerosol, sulfur mustard dapat bertahan selama beberapa hari di air dan tanah.

Gas mustard yang belum dimurnikan berbau seperti mustard atau bawang dan kadang-kadang memiliki warna kekuningan, sehingga menjelaskan nama dari senjata ini. Ketika dimurnikan, gas mustrad tidak berbau dan tidak berwarna, yang berpotensi bisa sangat berbahaya karena gejala akibat terpapar biasanya baru muncul dalam beberapa jam.

Ketika pengobatan dilakukan dengan cepat, pemulihan mungkin dilakukan; tetapi paparan setelah beberapa jam akan menyebabkan sulitnya membalikkan efek akibat senjata kimia ini. Paparan gas mustard menyebabkan luka bakar khas pada kulit. Banyak korban dalam Perang Dunia I menjadi buta atau mengalami kerusakan penglihatan berat sebagai akibat dari paparan gas ini.

Ketika dihirup, luka yang terjadi pada saluran pernapasan dapat menyebabkan kematian, biasanya setelah didahului penderitaan selama beberapa jam. Gas mustard juga dikenal sebagai mutagen dan karsinogen, yang berarti bahwa setelah pemulihan, korban yang terkena masih berpotensi mengalami gangguan kesehatan.

Setelah mengalami paparan gas mustard, korban harus segera melepas pakaian yang dikenakan dan membasuh seluruh badan dengan air bersih. Tidak ada obat penawar sehingga membilas tubuh secepat mungkin penting untuk membatasi cedera. Setelah tindakan dasar pertama tersebut, tindakan medis harus segera dilakukan untuk meminimalkan kerusakan pada tubuh.

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ FM 3–8 Chemical Reference handbook; US Army; 1967