Lompat ke isi

Yamataikoku

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Yamataikoku (邪馬台国) adalah sebuah negara kuno di Wa (Jepang) pada akhir zaman Yayoi. Sejarah Cina bernama Sanguo Zhi yang ditulis kira-kira 297 M adalah yang pertama kali menyebutkan nama Yamataikoku (邪馬臺國, atau Yamaichikoku 邪馬壹國) sebagai tempat kediaman ratu penyihir Himiko. Sementara para ahli sejarah belum sependapat mengenai lokasi Yamatai yang sebenarnya, para ahli bahasa telah setuju bahwa nama tersebut adalah bentuk awal dari kata bahasa Jepang Yamato (大和, yang artinya adalah "Jepang" atau "orang Jepang").

Catatan sejarah Tiongkok

[sunting | sunting sumber]

Catatan sejarah tertua mengenai Yamataikoku berasal dari sejarah resmi dinastik Tiongkok yang berjudul Dua Puluh Empat Sejarah dari abad ke-1 dan ke-2 Dinasti Han Timur, catatan dari Cao Wei pada abad ke-3, dan catatan abad ke-6 dari Dinasti Sui.

Wei Zhi mencatat bahwa pada tahun 238, Ratu Himiko mengirimkan utusan ke singasana Kaisar Cao Rui yang menanggapi suratnya dengan baik:[1]

Kami menganugerahkan padamu gelar 'Ratu Wa bersahabat kepada Wei' beserta hiasan segel emas dengan pita ungu. ...Sebagai hadiah istimewa, kami menganugerahkan kepada Anda tiga helai brokat biru dengan jalinan karakter, lima helai permadani dengan motif bunga yang indah, lima puluh helai sutra putih, delapan tael emas, dua pedang sepanjang lima kaki, seratus cermin perunggu, dan lima puluh kati masing-masing giok dan manik-manik merah. (tr. Tsunoda 1951:14-15)

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  • Aston, William G, tr. 1924. Nihongi: Chronicles of Japan from the Earliest Times to A.D. 697. 2 vols. Charles E. Tuttle reprint 1972.
  • Baxter, William H. 1992. A Handbook of Old Chinese Phonology. Mouton de Gruyter.
  • Chamberlain, Basil Hall, tr. 1919. The Kojiki, Records of Ancient Matters. Charles E. Tuttle reprint 1981.
  • Edwards, Walter. 1998. "*Mirrors to Japanese History", Archeology 51.3.
  • Farris, William Wayne. 1998. Sacred Texts and Buried Treasures: Issues in the Historical Archaeology of Ancient Japan. University of Hawai'i Press.
  • Hall, John Whitney. 1988. The Cambridge History of Japan: Volume 1, Ancient Japan. Cambridge University Press.
  • Hérail, Francine. 1986. Histoire du Japon - des origines à la fin de Meiji. Publications orientalistes de France.
  • Hong, Wontack. 1994. Peakche of Korea and the Origin of Yamato Japan. Kudara International.
  • Imamura. Keiji. 1996. Prehistoric Japan: New Perspectives on Insular East Asia. University of Hawai’i Press.
  • Karlgren, Bernhard. 1957. Grammata Serica Recensa. Museum of Far Eastern Antiquities.
  • Kidder, Jonathan Edward. 2007. Himiko and Japan’s Elusive Chiefdom of Yamatai. University of Hawai’i Press.
  • McCullough, Helen Craig. 1985. Brocade by Night: 'Kokin Wakashū' and the Court Style in Japanese Classical Poetry. Stanford University Press.
  • Miller, Roy Andrew. 1967. The Japanese Language. University of Chicago Press.
  • Miyake, Mark Hideo. 2003. Old Japanese: A Phonetic Reconstruction. Routledge Curzon.
  • Pulleyblank, E.G. 1991. "Lexicon of Reconstructed Pronunciation in Early Middle Chinese, Late Middle Chinese, and Early Mandarin". UBC Press.
  • (Jepang) Saeki Arikyo 佐伯有清. 2006. Yamataikoku ronsō 邪馬台国論争. Iwanami. ISBN 4-00-430990-5
  • Tsunoda Ryusaku, tr. 1951. Japan in the Chinese Dynastic Histories: Later Han Through Ming Dynasties. Goodrich, Carrington C., ed. South Pasadena: P. D. and Ione Perkins.


  1. Sansom, George Bailey (1958). A history of Japan to 1334. Stanford, Calif.: Stanford University Press. hlm. 14–16. ISBN 0-8047-0522-4. OCLC 36820223.