Utnapisytim

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
(Dialihkan dari Utnapishtim)
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian

Utnapisytim, atau Utanapisytim, adalah seorang tokoh adalah Wiracarita Gilgames yang ditugasi Enki (Ea) untuk meninggalkan harta-benda duniawinya dan membangun sebuah bahtera raksasa yang dinamakan Pelestari Kehidupan. Ia juga ditugasi untuk membawa serta isteri, keluarga, dan kerabatnya bersama para pandai dan tukang di desanya, anak-anak hewan dan benih-benih tanaman.[1] Air bah yang akan datang kelak membinasakan hewan dan manusia yang tidak naik bahtera, suatu konsep yang mirip dengan riwayat Bahtera Nuh dalam Alkitab. Sesudah dua belas hari terapung-apung, Utnapisytim membuka tingkap bahtera untuk memantau keadaan sekitarnya dan melihat lereng Gunung Nisir, tempat ia melabuhkan bahtera selama tujuh hari. Pada hari ketujuh, ia melepas seekor burung merpati untuk melihat apakah air sudah surut, tetapi tidak ada yang didapatinya kecuali air, sehingga burung itu pun kembali ke dalam bahtera. Kemudian ia melepas seekor burung layang-layang, dan sama seperti yang sebelumnya, burung itu pun kembali ke dalam bahtera, karena tidak ada yang didapatinya. Akhirnya, Utnapisytim melepas seekor burung gagak, dan karena melihat bahwa air telah surut, maka burung itu pun terbang berputar-putar, tetapi tidak kembali ke dalam bahtera. Utnapisytim kemudian melepaskan seluruh hewan, dan mempersembahkan korban kepada dewa-dewa. Dewa-dewa datang, dan karena ia telah melestarikan benih manusia sambil tetap setia dan percaya pada dewa-dewanya, Utnapisytim dan isterinya pun dianugerahi kehidupan abadi dan diberi tempat di antara dewa-dewa di surga.

Peran dalam wiracarita Gilgames[sunting | sunting sumber]

Dalam wiracarita ini, seusai berkabung atas kematian sahabatnya, Enkidu, sang tokoh utama Gilgames pergi bertualang mencari leluhurnya Utnapisytim (Xisouthros) yang tinggal di muara sungai dan telah beroleh anugerah kehidupan abadi. Utnapisytim menasihati Gilgames agar berhenti mencari kehidupan abadi tetapi memberitahukan kepadanya tentang sejenis tumbuhan yang dapat menjadikannya kembali muda. Gilgames mendapatkan tumbuhan itu dari dasar laut di Dilmun (sekarang Bahrain) tetapi seekor ular mencurinya, maka Gilgames pun pulang ke kota Uruk setelah berhenti mengharapkan baik kehidupan abadi maupun awet muda.

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Rosenberg, Donna (1994). World Mythology: An Anthology of the Great Myths and Epics. Lincolnwood, Chicago: National Textbook Company. hlm. 196–200. ISBN 0-8442-5765-6.