Trivium

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Jump to navigation Jump to search

Trivium adalah jenjang yang lebih rendah dari tujuh seni liberal dan terdiri dari tata bahasa, dialektika, dan retorika.[1]

Istilah Trivium telah tersirat dalam De nuptiis Philologiae et Mercurii ("Tentang Pernikahan Filologi dan Merkurius") oleh Martianus Capella, tetapi istilah ini tidak digunakan sampai zaman Renaisans Karoling, ketika istilah itu diciptakan untuk meniru istilah yang telah diciptakan sebelumnya, yakni kuadrivium.[2] Tata bahasa, logika, dan retorika sangat penting untuk pendidikan klasik, seperti yang dijelaskan dalam dialog Plato. Tiga mata pelajaran bersama dilambangkan dengan kata trivium selama Abad Pertengahan, tetapi tradisi pertama kali belajar ketiga mata pelajaran itu diselenggarakan di Yunani Kuno. Pengulangan pada era kontemporer telah terjadi dalam banyak bentuk, termasuk yang bisa ditemui di universitas-universitas Inggris dan Amerika tertentu (beberapa menjadi bagian dari gerakan pendidikan Klasik) dan di Oundle School yang independen di Inggris.[3]

Asal kata[sunting | sunting sumber]

Secara etimologis, kata Latin trivium berarti "tempat di mana tiga jalan bertemu" (tri + via); karenanya, subjek trivium adalah dasar untuk kuadrivium, jenjang yang lebih tinggi pada pendidikan abad pertengahan dalam seni liberal, yang terdiri dari aritmatika (angka), geometri (angka dalam ruang), musik (angka dalam waktu), dan astronomi (nomor dalam ruang dan waktu). Secara pendidikan, trivium dan kuadrivium diberikan kepada siswa tujuh-seni-liberal era klasik.[1]

Catatan kaki[sunting | sunting sumber]

  1. ^ a b Onions, C.T., ed. (1991). The Oxford Dictionary of English Etymology. hal. 944.
  2. ^ Marrou, Henri-Irénée (1969). "Les arts libéraux dans l'Antiquité classique". hal. 6–27 in Arts libéraux et philosophie au Moyen Âge. Paris: Vrin; Montréal: Institut d'études médiévales). hal. 18–19.
  3. ^ Simak http://www.martinrobinson.net/writing.html. Masing-masing iterasi dibahas dalam konferensi di King's College London tentang masa depan seni liberal di sekolah dan universitas; simak juga http://www.kcl.ac.uk/artshums/depts/liberal/conference.aspx dan http://www.boarding.org.uk/media/news/article/2352/Oundle-School-Improving-Intellectual-Challenge