Transisi kekaisaran Jepang 2019

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian

Abdikasi Kaisar Jepang Akihito, yang akan terjadi pertama kalinya dalam lebih dari dua abad, dimintanya pada 2016 dan dijadwalkan dilakukan pada 2019.

Latar belakang[sunting | sunting sumber]

Pada 13 Juli 2016, penyiaran nasional NHK mengabarkan bahwa Kaisar berniat untuk abdikasi untuk diteruskan oleh Putra Mahkota Naruhito dalam beberapa tahun, dengan alasan usia; sebuah abdikasi dalam Keluarga Kekaisaran tak terjadi sejak Kaisar Kōkaku abdikasi pada 1817. Namun, para pejabat senior di Agensi Rumah Tangga Kekaisaran menyangkal bahwa ada rencana resmi untuk penguasa tersebut abdikasi. Sebuah abdikasi potensial oleh Kaisar akan mensyaratkan sebuah amendemen kepada Hukum Rumah Tangga Kekaisaran, yang sekarang tak memiliki provisi-provisi untuk tindakan semacam itu.[1][2] Pada 8 Agustus 2016, Kaisar memberikan pidato televisi langka, dimana ia menyinggung usia lanjut dan penurunan kesehatannya;[3] pidato tersebut ditafsirkan sebagai sebuah impikasi dari niatnya untuk abdikasi.[4]

Legislasi[sunting | sunting sumber]

Pada 19 Mei 2017, UU yang akan mengijinkan Akihito untuk abdikasi dikeluarkan oleh kabinet pemerintah Jepang. pada 8 Juni 2017, Parlemen Nasional mengesahkan UU sekali pekai yang membolehkan Akihito untuk abdikasi, dan pemerintah mulai mengadakan proses penanganan terhadap posisi kepada Putra Mahkota Naruhito.[5] Tanggal abdikasinya dinyatakan pada 30 April 2019,[6] hari saat periode Heisei dinyatakan berakhir.[7]

Penjadwalan[sunting | sunting sumber]

Pada 1 Desember 2017, Dewan Rumah Tangga Kekaisaran bertemu dalam rangka menjadwalkan upacara-upacara yang dilibatkan dalan peralihan kekuasaan pertama semacam itu dalam dua abad.[8][9]

Dewan tersebut terdiri dari 10 anggota yang meliputi Perdana Menteri Shinzō Abe, Jurubicara dari kedua dewan pada Parlemen Nasional, Kepala Hakim Pengadilan Tinggi, Penjaga Besar Agensi Rumah Tangga Kekaisaran, dan dua anggota Keluarga Kekaisaran.

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ "天皇陛下 「生前退位」の意向示される ("His Majesty The Emperor Indicates His Intention to 'Abdicate'")" (dalam bahasa Japanese). NHK. 13 July 2016. Diarsipkan dari versi asli tanggal 13 July 2016. Diakses tanggal 13 July 2016. 
  2. ^ "Japanese Emperor Akihito 'wishes to abdicate'". BBC News. 13 July 2016. Diakses tanggal 17 July 2016. 
  3. ^ "Message from His Majesty The Emperor". The Imperial Household Agency. 8 August 2016. Diakses tanggal 8 August 2016. 
  4. ^ "Japan's Emperor Akihito hints at wish to abdicate". BBC News. 8 August 2016. Diakses tanggal 8 August 2016. 
  5. ^ "Japan passes landmark bill for Emperor Akihito to abdicate". BBC News. 8 June 2017. 
  6. ^ "At 83, Empress Michiko hopes for calm days after abdication:The Asahi Shimbun". The Asahi Shimbun (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 21 October 2017. 
  7. ^ "Japan Emperor Abdication Seen as Likely at End of March 2019 - JIJI PRESS". jen.jiji.com (dalam bahasa Jepang). Diakses tanggal 21 October 2017. 
  8. ^ "April 30 most likely date for Emperor Akihito's abdication: government sources". The Japan Times. 22 November 2017. 
  9. ^ "Gov't to hold meeting Dec 1 to discuss emperor's abdication date". Japan Today. Diakses tanggal 26 November 2017.