Kaisar Jepang

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
Kaisar Jepang
天皇
Flag of the Japanese Emperor.svg
Sedang berkuasa
Emperor Akihito cropped 2 Barack Obama Emperor Akihito and Empress Michiko 20140424 1.jpg
Akihito
sejak 7 Januari 1989
Perincian
Style Yang Agung Kekaisaran
Putera mahkota Putra Mahkota Naruhito
Raja pertama Kaisar Jimmu
Pembentukan 660 SM
Kediaman Istana Kekaisaran Tokyo
sebagai kediaman resmi
Situs web Badan Rumah Tangga Kekaisaran

Kaisar Jepang adalah pemimpin Keluarga Kekaisaran dan kepala seremonial negara dari sistem monarki konstitusional Jepang. Berdasarkan konstitusi tahun 1947, kaisar adalah "lambang Negara dan kesatuan bangsa." Menurut sejarah, kaisar juga merupakan penjaga otoritas tertinggi agama Shinto ketika dia dan keluarganya dikatakan sebagai keturunan dari dewi matahari Amaterasu,[1] dan kepentingannya juga menangani urusan keagamaan, termasuk ritual Shinto dan ritual seluruh bangsa.

DI Jepang, Kaisar disebut sebagai Tennō (天皇), yang berarti "yang agung". Dalam Bahasa Inggris, secara umum menggunakan istilah Mikado (帝) untuk kaisar, namun sekarang dianggap ketinggalan zaman.[2]

Saat ini, Kaisar Jepang adalah raja yang tersisa didunia yang berkuasa dibawah gelar "Kaisar". Istana Kekaisaran Jepang adalah kediaman tertua yang terus berlanjut sebagai monarki turun-temurun di dunia.[3] Di Kojiki atau Nihon Shoki, sebuah buku tentang sejarah Jepang selesai pada abad kedelapan, dikatakan bahwa Jepang didirikan pada tahun 660 SM oleh Kaisar Jimmu. Kaisar saat ini adalah Akihito, yang telah berada di Takhta Krisantemum sejak dirinya dinobatkan sebagai kaisar setelah ayahnya, Kaisar Shōwa (Hirohito), meninggal pada tahun 1989.

Peran Kaisar Jepang secara historikal berganti-ganti antara peran simbolis seremonial dan peran seorang penguasa kekaisaran sebenarnya. Sejak berdirinya keshogunan pada tahun 1192, Kaisar Jepang sudah jarang sekali mengambil peran sebagai panglima tertinggi dalam medan pertempuran, tidak seperti kekaisaran di Barat. Kaisar Jepang telah hampir selalu dikendalikan oleh kekuatan politik eksternal, hingga berbagai tingkatan. Faktanya, dari tahun 1192 sampai 1867, shogun, atau bupati shikken di Kamakura (1203–1333), merupakan penguasa de facto Jepang, meskipun status jabatan mereka ditunjuk oleh Kaisar. Setelah Restorasi Meiji pada tahun 1867, Kaisar adalah perwujudan dari semua kekuasaan yang berdaulat di dunia, sebagaimana tercantum dalam Konstitusi Meiji tahun 1889. Statusnya saat ini sebagai pemimpin boneka sejak Konstitusi tahun 1947.

Sejak abad pertengahan kesembilan belas, Istana Kekaisaran disebut Kyūjō (宮城), yang kemudian dinamai sebagai Kōkyo (皇居), dan berlokasi di situs bekas Istana Edo di pusat Tokyo. Sebelumnya, Kaisar tinggal di Kyoto selama hampir sebelas abad.

Hari Ulang Tahun Kaisar (saat ini dirayakan pada 23 Desember) sebagai hari libur nasional.

Catatan[sunting | sunting sumber]

  1. ^ 役員、総代としての基礎知識 全国神社総代会編集発行「改訂神社役員、総代必携」(Jepang)
  2. ^ Kesalahan pengutipan: Tag <ref> tidak sah; tidak ditemukan teks untuk ref bernama Asakawa1903
  3. ^ "Japan desperate for male heir to oldest monarchy". London: independent.co.uk. March 1, 1996. Diakses tanggal June 5, 2010. 

Referensi[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]