Lompat ke isi

Tombol Akses Terbuka

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Tombol Akses Terbuka (bahasa Inggris: Open Access Button, sering disingkat OA button) adalah fitur penanda pada peramban web yang akan muncul ketika pengguna mencoba mengakses karya akademik berbayar.[1] Penggunaan fitur Tombol Akses Terbuka memungkinkan pengguna untuk memperoleh akses legal penuh atas karya akademik berbayar tanpa perlu membayar atau berlangganan. Tombol Akses Terbuka akan meneruskan pengguna ke halaman pencarian Google Cendekia untuk menemukan versi gratis dari suatu karya akademik berbayar yang biasanya diunggah oleh penulisnya atau mengirim surel kepada penulis untuk mengajukan permintaan akses atas fail karya akademik tersebut.[2]

Tombol Akses Terbuka merupakan inisiatif yang bersifat non profit.[1] Tombol Akses Terbuka memanfaatkan sistem peminjaman lintas perpustakaan untuk menyediakan akses terhadap karya akademik berbayar secara legal dan gratis.[1] Penulis karya akademik dapat mengunggah karya mereka ke repositori yang terafiliasi dengan Tombol Akses Terbuka agar karya tersebut dapat diakses oleh semua orang tanpa ada batasan waktu.[1]

Operasional Tombol Akses Terbuka didanai oleh Arcadia Fund, serta didukung oleh Scholarly Publishing and Academic Resources Coalition (SPARC), JISC, Open Society Foundations, dan Center for Open Science.[1][3] Tombol Akses Terbuka menggunakan metadata karya akademik yang tersedia untuk mencari versi gratis legal karya tersebut dari repositori-repositori seperti OA DOI, SHARE, CORE, OpenAIRE, Dissemin, Europe PMC, dan BASE.[3] Tombol Akses Terbuka tidak mengambil konten dari situs berbagi karya akademik seperti ResearchGate dan Academia.edu.[1]

Tombol Akses Terbuka dicetuskan oleh dua orang mahasiswa kedokteran, David Carroll dan Joseph McArthur, pada tahun 2013. Pada awal pengembangannya, Tombol Akses Terbuka memperoleh dukungan dari Medsin UK dan Right to Research Coalition.[2]

Prototip Tombol Akses Terbuka dikembangkan pada gelaran BMJ Hack Weekend tahun 2013.[4] Kode yang digunakan dalam pengembangan Tombol Akses Terbuka dapat diakses di GitHub.[5] Versi beta Tombol Akses Terbuka rilis pada 18 November 2013 di gelaran Berlin 11 Satellite Conference for Students & Early Stage Researchers.[6]

McArthur mengakui adanya bias pada basis data dalam versi awal Tombol Akses Terbuka karena latar belakang penggunanya didominasi oleh orang-orang yang mengadvokasikan akses terbuka.[2] Namun, masalah ini menjadi tidak signifikan karena semakin beragamnya basis data seiring dengan meluasnya penggunaan internet dan layanan akses terbuka.

Kini, Tombol Akses Terbuka dikembangkan oleh orang-orang yang tergabung dalam organisasi OA.Works.[1]

Pengaruh dan kontroversi

[sunting | sunting sumber]

Inisiatif semacam Tombol Akses Terbuka mengusik model bisnis dan kultur akademik yang sebelumnya mengandalkan distribusi karya akademik secara berbayar dan terbatas.[2] Pihak-pihak yang mengadvokasikan akses terbuka menilai model industri penerbitan ilmiah menimbulkan ketimpangan akses pengetahuan yang merugikan peneliti dan institusi pendidikan dengan dana terbatas yang mayoritas berada di negara-negara berkembang.[2][7] Sebaliknya, keberadaan Tombol Akses Terbuka dikhawatirkan akan menyulitkan bisnis penerbitan ilmiah karena orang-orang tak lagi harus membayar untuk mengakses versi penuh karya akademik secara legal dan mudah.[7]

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. ^ a b c d e f g "Open Access Button". openaccessbutton.org (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2023-04-12. 
  2. ^ a b c d e Curry, Stephen (2013-11-18). "Push button for open access". The Guardian (dalam bahasa Inggris). ISSN 0261-3077. Diakses tanggal 2023-04-12. 
  3. ^ a b "Open Access Button | UCL Open@UCL Blog". blogs.ucl.ac.uk. Diakses tanggal 2023-04-12. 
  4. ^ "The Open Access Button: It's time we capture individual moments of paywall injustice and turn them into positive change". Impact of Social Sciences. 2013-09-02. Diakses tanggal 2023-04-12. 
  5. ^ "OA.Works Legacy". GitHub (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2023-04-12. 
  6. ^ "Right to Research Coalition". SPARC (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2023-04-12. 
  7. ^ a b "Why open access is better for scholarly societies". The Occasional Pamphlet (dalam bahasa Inggris). 2013-01-29. Diakses tanggal 2023-04-12.