Titik balik matahari musim panas

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Jump to navigation Jump to search

Titik balik matahari musim panas merupakan sebuah fenomena yang terjadi di saat kutub utara bumi miring ke arah matahari sedangkan kutub selatan menjauhi matahari. Di bagian utara akan mengalami musim panas, sedangkan bagian selatan akan mengalami musim dingin. Pada saat terjadinya fenomena ini, bumi memiliki kemiringan sampai 23,7 derajat.

Istilah ini dikenal karena keberadaan Matahari di titik paling utara menandai berlangsungnya siang yang panjang di belahan Utara atau malam terpendek sepanjang tahun. Pada saat itu, Matahari tidak akan terbit tepat di timur tetapi agak lebih ke utara dari arah timur dan akan terbenam juga lebih ke utara dari arah barat. Tapi bagi masyarakat belahan Selatan, keberadaan Matahari di atas khatulistiwa merupakan titik balik musim dingin yang menandai peralihan musim gugur ke musim dingin dan mereka akan mengalami hari terpanjang sepanjang tahun.

Di saat fenomena ini terjadi, kutub utara tidak akan mengalami matahari tenggelam, sedangkan kutub selatan tidak akan mengalami matahari terbit.

Perayaan[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]