Lompat ke isi

The Concubine (film)

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
The Concubine
Poster promosi untuk The Concubine
SutradaraKim Dae-seung
ProduserHwang Yoon-jeong
Ditulis olehHwang Yoon-jeong
Kim Dae-seung
Kim Mee-jung
PemeranJo Yeo-jeong
Kim Dong-wook
Kim Min-joon
Penata musikJo Yeong-wook
SinematograferHwang Ki-seok
EditorKim Sang-bum
DistributorLotte Entertainment
Tanggal rilis
  • 06 Juni 2012 (2012-06-06)
Durasi122 menit
NegaraKorea Selatan
BahasaKorea
Pendapatan kotor
₩19,330,302,500
$16,463,290[1]

The Concubine (Hangul: 후궁: 제왕의 첩; RR: Hugoong: Jewangui Chub; lit. "Selir Kerajaan: Selir Sang Raja") adalah sebuah film triler erotis sejarah Korea Selatan tahun 2012 yang disutradarai oleh Kim Dae-seung, berdasarkan skenario yang ditulis oleh Kim bersama dengan Hwang Yoon-jeong dan Kim Dae-seung.[2][3][4][5] Berlatar pada masa Dinasti Joseon, film ini berfokus pada Hwa-yeon (Jo Yeo-jeong), yang harus menjadi selir kerajaan secara paksa.[6][7]

The Concubine dirilis pada 6 Juni 2012, dan juga dibintangi oleh Kim Dong-wook, dan Kim Min-joon.[8][9][10][11][12] Film ini meraih pendapatan $16 juta secara global, dan mendapatkan ulasan yang hampir seluruhnya positif dari para kritikus.[13]

Selir raja sebelumnya berada dalam posisi lemah karena tidak memiliki hubungan darah dengan putra tirinya—sang raja yang kini berstatus duda tanpa keturunan. Ia berencana menyingkirkan raja dan menempatkan putranya yang penurut, Sung-won, di atas takhta. Namun, pangeran pemalu itu tidak peduli dengan ambisi ibunya dan justru jatuh cinta pada pandangan pertama kepada Hwa-yeon, putri seorang bangsawan. Ibunya yang tidak senang dengan perilaku Sung-won tersebut, mengatur agar Hwa-yeon sebagai selir baru untuk Raja. Hwa-yeon sendiri sebenarnya telah menjalin hubungan asmara dengan Kwon-yoo, seorang pria dari kalangan rakyat biasa. Ketika ayah Hwa-yeon diwajibkan mengirim putrinya ke istana, kedua kekasih itu mencoba melarikan diri, tetapi tertangkap setelah malam pertama mereka bersama. Demi menyelamatkan nyawa Kwon-yoo, Hwa-yeon akhirnya setuju masuk ke istana.

Lima tahun kemudian, Hwa-yeon telah menjadi permaisuri setelah melahirkan seorang putra. Sung-won kembali dari perjalanan setelah mendengar kabar kesehatan raja yang memburuk. Dalam sebuah percakapan secara privat, Sung-won memberikan sebuah hiasan rambut kepada Hwa-yeon sebagai hadiah. Raja kemudian meninggal karena penyakit misterius. Ibu tiri sang raja segera menobatkan putranya, Pangeran Sung-won, sebagai raja boneka dan memilih seorang permaisuri untuknya, sementara ia sendiri menyandang gelar wali raja dan ibu suri, serta mengambil kendali penuh atas istana. Hwa-yeon dipindahkan ke kediaman sederhana yang dijaga ketat. Ketika ayah Hwa-yeon, seorang menteri istana, berusaha membuktikan bahwa raja sebelumnya dibunuh dengan racun, ia bersama para menteri dianggap tidak setia dan ditangkap atas tuduhan pengkhianatan.

Di istana, Hwa-yeon bertemu kembali dengan Kwon-yoo yang kini bekerja di antara para kasim. Awalnya ia merasa lega, berharap masih ada sisa perasaan lama, tetapi kenyataannya Kwon-yoo telah berubah. Meski nyawanya diselamatkan, ia dikebiri oleh ayah Hwa-yeon sebagai hukuman atas upaya mereka melarikan diri. Penuh dendam, Kwon-yoo kini berpihak pada Menteri Yoon dan ibu suri untuk mencari kekuasaan, serta menolak Hwa-yeon. Upaya Hwa-yeon menyelamatkan ayahnya digagalkan oleh Kwon-yoo, yang justru memastikan eksekusi sang menteri. Ia bahkan menerima perintah untuk meracuni Hwa-yeon dan anaknya dengan aconite—racun beracun—demi menyingkirkan pengaruh Hwa-yeon atas Sung-won.

Saat Sung-won mengunjungi Hwa-yeon untuk melihat kondisinya, Hwa-yeon dengan kasar memintanya untuk tidak pernah mengunjunginya lagi. Dalam kemarahan, ia mengambil Geum-ok, pelayan pribadi Hwa-yeon, sebagai selir untuk mencari tahu kebiasaan Hwa-yeon. Suatu malam, ia murka ketika melihat Geum-ok memakai hiasan rambut yang pernah ia berikan kepada Hwa-yeon. Untuk menyelamatkan diri, Geum-ok mengungkap bahwa Hwa-yeon pernah menjalin hubungan dengan Kwon-yoo dan mencurigai putra Hwa-yeon bukanlah anak dari keturunan Raja. Sung-won menuduh Hwa-yeon menyembunyikan kekasihnya sebagai kasim palsu, tetapi tuduhan itu gugur setelah ia memastikan Kwon-yoo memang telah dikebiri. Sung-won kemudian mencoba memperkosa Hwa-yeon, tetapi ditolak mentah-mentah. Hwa-yeon berkata, "Kembalilah jika kau sudah menjadi raja sejati."

Setelah kejadian itu, Kwon-yoo mulai percaya bahwa ia adalah ayah dari anak Hwa-yeon dan mulai menyesali tindakannya. Kwon-yoo bertekad melindungi mereka dan berbalik melawan Menteri Yoon dengan meracuni minuman obat Sung-won, tetapi akhirnya terpaksa meminum racun itu sendiri agar tidak dicurigai. Setelah Kwon-yoo keracunan, kasim obat istana yang diinterogasi mengaku bahwa Menteri Yoon—bawahan langsung ibu suri—adalah dalang dari upaya tersebut.

Hwa-yeon mengirim putranya pergi demi keselamatan, tetapi ia sendiri dipenjara atas tuduhan pengkhianatan. Ibu suri memerintahkan eksekusi Hwa-yeon dan anaknya. Sung-won menuduh ibunya mencoba meracuninya, hingga sang ibu mengaku bahwa ia memang meracuni raja sebelumnya demi menempatkan Sung-won di takhta. Pengakuan itu membuat Sung-won terkejut karena ia sebenarnya mencintai saudaranya dan tidak pernah punya keinginan menjadi raja. Kwon-yoo dan Menteri Yoon dihadirkan untuk mengonfirmasi rencana tersebut. Demi melindungi Hwa-yeon, Kwon-yoo berbohong dengan mengatakan bahwa ibu suri adalah dalang percobaan pembunuhan Sung-won, sementara Menteri Yoon yang menyediakan racun. Sung-won lalu memerintahkan eksekusi mereka dan menempatkan ibu suri dalam tahanan rumah permanen.

Dalam perjalanan menuju eksekusi, Kwon-yoo berpamitan dan meminta Hwa-yeon menjaga anak mereka. Namun Hwa-yeon menjawab, "Anak kita? Pangeran itu bukan anak siapa-siapa. Ia adalah anakku." Kwon-yoo hancur menyadari bahwa ia mengorbankan hidupnya demi seorang anak yang mungkin bukan darah dagingnya.

Sung-won, yang kini menjadi raja sejati, ditemui oleh Hwa-yeon di dalam kamarnya. Hwa-yeon membuka bajunya sebagai tanda bahwa ia kini menerima Sung-won. Keduanya bercumbu dan berhubungan intim dengan penuh gairah. Di puncak hubungan seksual tersebut, Hwa-yeon membunuhnya dengan tusuk rambut hadiah dari Sung-won. Tak lama kemudian, ibu suri juga disingkirkan.

Adegan terakhir memperlihatkan Hwa-yeon tersenyum melihat putranya bermain di atas takhta di ruang istana yang kosong. Senyumnya memudar ketika pintu tiba-tiba tertutup, menyadari bahwa ia tengah terjebak.

  • Jo Yeo-jeong sebagai Shin Hwa-yeon[14]
  • Kim Dong-wook sebagai Pangeran/Raja Sung-won[15][16][17]
  • Kim Min-joon sebagai Kwon-yoo / Choong-young
  • Park Ji-young sebagai Ibu Suri (Daebi), ibu Sung-won
  • Jo Eun-ji sebagai Geum-ok, pelayan Hwa-yeon
  • Lee Geung-young sebagai Kepala kasim
  • Park Chul-min sebagai Pil-woon, kasim obat
  • Ahn Suk-hwan sebagai Shin Ik-chul, ayah Hwa-yeon[18]
  • Jo Gi-wang sebagai Wakil Perdana Menteri Yoon Jong-ho
  • Oh Ji-hye sebagai Dayang Istana Park
  • Hong Kyung-yun sebagai Dayang Istana Kim
  • Park Chung-seok sebagai Seung Jeon-saek
  • Park Min-jung sebagai Permaisuri
  • Kim Jwa-hyung sebagai Geum-Goon
  • Im Jong-yoon sebagai Penasihat Negara Kiri
  • Lee Seok-gu sebagai Go Won-ik
  • Choi Woo-hyung sebagai guru Sung-won
  • Kim Soo-hyun sebagai pelayan istana
  • Kim Woo-joo sebagai Sang-Won
  • Sa Gong-jin sebagai Moo-Bong
  • Moon Seung-hyuk sebagai kasim
  • Jang Ji-min sebagai wanita istana 1
  • Park Mi-ri sebagai wanita istana 2
  • Kim Hye-rim sebagai wanita istana yang menetap 1
  • Kim Sung-min sebagai wanita istana yang menetap 2
  • Hong Soo-ji sebagai wanita istana kamar mandi 1
  • Lee Yoo-yi sebagai wanita istana kamar mandi 2
  • Kang Hwa-sun sebagai wanita istana kamar mandi 3
  • Yoo Jin-sun sebagai wanita istana kamar mandi 4
  • Choi Jung-hyun sebagai kasim yang dipukuli 1
  • Kim Hyo-min sebagai kasim yang dipukuli 2
  • Do Mi-kyung sebagai istri Shin Ik-chul
  • Jung Il-won sebagai Mang Na-ni
  • Kim Wang-geun sebagai kepala pelayan
  • Chae Dong-hyun sebagai Kepala Kasim Militer
  • No Ik-hyun sebagai Lee Bong-soo
  • Yang Hwan-oh
  • Choi Eun
  • Jung Joon-won sebagai Pangeran (hanya suara)

Penampilan Khusus

  • Oh Hyun-kyung sebagai Yoon Gi-hun
  • Jung Chan sebagai Raja sebelum Sung-won
  • Hong Yeo-jin sebagai seorang dayang istana di Suragan
  • Lee Yong-nyeo sebagai seorang wanita tua
  • Lee Yong-jik sebagai seorang wanita tua

Ketika ditanya mengenai adegan paling sulit dalam film tersebut, Jo Yeo-jeong mengatakan, "Adegan seks terakhir benar-benar sulit. Saya harus menggambarkan sisi putus asa Hwa-yeon karena ia telah menunggu momen itu begitu lama. Saya berdiskusi dengan sutradara berkali-kali mengenai adegan tersebut. Adegan itu harus terlihat tegang dan dramatis, sehingga saya bahkan belajar dari seorang penari tradisional Korea bagaimana menggerakkan tubuh saya untuk menambah nuansa ketegangan dalam adegan itu."[19]

Penerimaan

[sunting | sunting sumber]

Box office

[sunting | sunting sumber]

Film ini terjual 1.4 juta tiket pada 10 hari pertama penayangan, dan pada akhir bulan telah mencapai 2 juta. Dewan Film Korea Selatan melaporkan bahwa film ini terjual lebih dari 2.6 juta tiket, menempati urutan ke-11 film terlaris sepanjang Korea Selatan tahun 2012.[20][21][22][23][24] Hak distribusi film ini telah dibeli oleh delapan negara, antara lain Selandia Baru, Singapura, Hong Kong, Jepang, Taiwan, Australia, Malaysia, dan Brunei.[25][26][27]

Tanggapan kritikus

[sunting | sunting sumber]

Ulasan terhadap film ini hampir seluruhnya positif, dengan The Korea Times menyebutnya sebagai "salah satu film komersial terbaik tahun ini." Promosi dan sorotan publik terutama menekankan pada penggambaran eksplisit adegan seks dan ketelanjangan Jo Yeo-jeong,[13] yang oleh sejumlah kritikus lokal dianggap menyesatkan dan merendahkan nilai film. Menurut The Korea Herald, film ini "menggali tema pengkhianatan, balas dendam, dan obsesi dengan nuansa serta kedalaman yang kuat" serta "menawarkan substansi dan hiburan yang memadai, sekaligus kerumitan psikologis yang hampir Shakespearean."

Meskipun terdapat "terlalu banyak alur sampingan yang membuat alur cerita sesekali terasa canggung," The Korea Times menilai film ini sebagai "perjalanan intens dengan lapisan yang kaya dan layak untuk diikuti," serta memiliki "kedalaman psikologis yang menuntut penonton untuk menontonnya lebih dari sekali." Sinematografi Hwang Ki-seok yang kaya dipuji,[28] begitu pula kostum[29][30] serta akting para pemerannya yang dinilai sangat baik, khususnya penampilan Kim Dong-wook.[31]

Penghargaan dan nominasi

[sunting | sunting sumber]

2012 Buil Film Awards ke-21

  • Best Supporting Actress - Park Ji-young
  • Nomination - Best Actress - Jo Yeo-jeong
  • Nomination - Best Cinematography - Hwang Ki-seok
  • Nomination - Best Art Direction - Cho Geun-hyun

2013 Baeksang Arts Awards ke-49

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. "Hoo-gong (Royal Concubine)". Box Office Mojo. Retrieved 2012-11-18.
  2. Kwaak, Je-yup (5 Juni 2012). "'No one can act against self-interest'". The Korea Times. Diakses tanggal 2012-11-24.
  3. Jung, Hyun-mok (22 Juni 2012). "Director says Concubine sex scenes are complicated". Korea JoongAng Daily. Diarsipkan dari versi asli pada 21 Februari 2013. Diakses tanggal 2012-11-24.
  4. Lee, Jin-ho (3 November 2011). "Jo Yeo Jeong to Bare it All Again in New Film". enewsWorld. Diakses tanggal 2012-11-24.
  5. Kang, Byeong-jin (7 Februari 2012). "Korea's most anticipated films of 2012". Korea Cinema Today. Diakses tanggal 2012-11-24.
  6. "Jo Yeo-jeong Naked on Her Back in Uncut Trailer for The Concubine". The Chosun Ilbo. 18 Mei 2012. Diakses tanggal 2012-11-24.
  7. Lee, In-kyung (22 Mei 2012). "Jo Yeo Jeong's Erotic The King's Concubine Poster Unveiled". enewsWorld. Diakses tanggal 2012-11-24.[pranala nonaktif]
  8. "2012.6.8 NOW Playing". Korea JoongAng Daily. 8 June 2012. Diakses tanggal 2012-11-24.
  9. "Jo Yeo-jeong Naked on Her Back in Uncut Trailer for The Concubine". The Chosun Ilbo. 18 May 2012. Diakses tanggal 2012-11-24.
  10. Lee, In-kyung (22 May 2012). "Jo Yeo Jeong's Erotic The King's Concubine Poster Unveiled". enewsWorld. Diakses tanggal 2012-11-24.[pranala nonaktif permanen]
  11. Lee, Claire (23 May 2012). "Actress returns in another racy period thriller". The Korea Herald. Diakses tanggal 2012-11-24.
  12. Elley, Derek (4 October 2012). "The Concubine". Film Business Asia. Diakses tanggal 2012-11-24.
  13. 1 2 "Is Nudity Still a Box-Office Draw?". The Chosun Ilbo. 9 November 2012. Diakses tanggal 24 November 2012.
  14. Lim, Ju-ri (30 May 2012). "Cho Yeo-jeong keeps it steamy in The Concubine". Korea JoongAng Daily. Diakses tanggal 2012-11-24.
  15. Oh, Mi-jung (3 June 2012). "Interview: Kim Dong Wook Bares All in The King's Concubine (Pt. 1)". enewsWorld. Diarsipkan dari asli tanggal 2013-01-29. Diakses tanggal 2012-11-24.
  16. Oh, Mi-jung (3 June 2012). "Interview: Kim Dong Wook Bares All in The King's Concubine (Pt. 2)". enewsWorld. Diarsipkan dari asli tanggal 2013-01-29. Diakses tanggal 2012-11-24.
  17. Lee, Claire (30 May 2012). "Boyish Kim Dong-wook returns in period noir". The Korea Herald. Diakses tanggal 2012-11-24.
  18. "Ahn Suk Hwan from Tasty Life Praises The Emperor's Concubine Jo Yeo Jeong". Korea Portal. 16 June 2012. Diarsipkan dari asli tanggal 2012-09-04. Diakses tanggal 2012-11-24.
  19. "Cho Yeo-jeong keeps it steamy in 'The Concubine'". JoongAng Ilbo. 29 Mei 2012. Diakses tanggal 19 Maret 2022.
  20. Hong, Lucia (11 June 2012). "The Concubine heats up local box office with 1st win, edges out MIB III". 10Asia. Diakses tanggal 2012-11-24.
  21. "The Concubine Attracts More Than 1 Million Viewers in 6 Days". The Chosun Ilbo. 12 June 2012. Diakses tanggal 2012-11-24.
  22. Hong, Lucia (18 June 2012). "The Concubine continues to spice things up at local box office 2nd straight week". 10Asia. Diakses tanggal 2012-11-24.
  23. "Box office, June 1–15". Korean Film Biz Zone. 26 June 2012. Diakses tanggal 2012-11-24.
  24. "Box office, June 16–30". Korean Film Biz Zone. 9 July 2012. Diakses tanggal 2012-11-24.
  25. Suk, Monica (12 July 2012). "The Concubine signs distribution deals with 8 overseas firms". 10Asia. Diakses tanggal 2012-11-24.
  26. "Korean film The Concubine sold to eight countries". The Korea Herald. 12 July 2012. Diakses tanggal 2012-11-24.
  27. "The Concubine sold to eight Asian countries". Korean Film Biz Zone. 17 July 2012. Diakses tanggal 2012-11-24.
  28. Paquet, Darcy (13 Juni 2012). "In Focus: The Concubine (Hu-gung: Je-wang-ui cheop)". Korean Film Biz Zone. Diakses tanggal 2012-11-24.
  29. "Royal Concubine Kim Minjoon, Cho Yeojung, Kim Dongwook's erotic love triangle". StarN News. 12 Mei 2012. Diarsipkan dari versi asli pada 3 Februari 2013. Diakses tanggal 2012-11-24.
  30. "Royal Concubine Cho Yeojung-Cho Eunji-Park Jiyoung..The Royal Beauties". StarN News. 12 Mei 2012. Diarsipkan dari versi asli pada 3 Februari 2013. Diakses tanggal 2012-11-24.
  31. Kwaak, Je-yup (22 Mei 2012). "Concubine transcends hype over nudity". The Korea Times. Diakses tanggal 2012-11-24.

Pranala luar

[sunting | sunting sumber]