Tetrakromatik

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Keempat pigmen pada sel kerucut mata burung membuat ia dapat melihat sampai ke batasan ultraviolet.[1]

Tetrakromatik adalah kondisi dimana mata mampu membedakan empat kanal warna yang berbeda, atau memiliki empat jenis sel kerucut yang berbeda pada matanya.

Kebanyakan burung adalah binatang tetrakromatik.[2] Tetrakromatik juga diduga ada pada beberapa spesies seperti ikan, amfibia, reptil, arachnida, dan serangga.

Kemungkinan trikromatik pada manusia[sunting | sunting sumber]

Secara umum, manusia memiliki tiga sel kerucut sehingga menjadi trikromatik, namun, pada intensitas cahaya yang rendah sel batang dapat menyebabkan sedikit penglihatan warna, memberikan sebuah daerah kecil tetrakromatik pada manusia.[3]

Pada manusia, dua gen sel kerucut terletak pada kromosom X. Pada seorang wanita, ada kemungkinan memiliki dua kromosom X yang berbeda pada sel kerucutnya yang mengakibatkan perbedaan pigmen pada sel kerucut, sehingga dari lahir sudah memiliki kemampuan tetrakromatik.[4] Sebuah penelitian mengatakan 2-3% wanita di dunia kemungkinan memiliki sel kerucut keempat yang secara teori meningkatkan kemampuan membedakan warna.[5] Penelitian lain mengatakan sekitar 50% wanita dan 8% pria kemungkinan memiliki empat pigmen warna.[4]

Masih diperlukan penyelidikan lebih lanjut mengenai tetrakromatik pada manusia. Dua orang yang diduga memiliki tetrakromatik yakni:

  1. "Nyonya M", seorang pekerja sosial di Inggris, dipelajari pada tahun 1993.[6]
  2. Seorang dokter wanita dari Newcastle, Inggris, ditemukan dalam penelitian tahun 2006.[5]

Kedua kasus tersebut belum ada yang diverifikasi lebih mendalam.

Lihat juga[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Figure data, uncorrected absorbance curve fits, from Hart NS, Partridge JC, Bennett ATD and Cuthill IC (2000) Visual pigments, cone oil droplets and ocular media in four species of estrildid finch. Journal of Comparative Physiology A186 (7-8): 681-694.
  2. ^ Wilkie, Susan E.; Vissers, Peter M. A. M.; Das, Debipriya; Degrip, Willem J.; Bowmaker, James K.; Hunt, David M. (1998). "The molecular basis for UV vision in birds: spectral characteristics, cDNA sequence and retinal localization of the UV-sensitive visual pigment of the budgerigar (Melopsittacus undulatus)". Biochemical Journal 330 (Pt 1): 541–47. PMC 1219171. PMID 9461554. 
  3. ^ Hansjochem Autrum and Richard Jung (1973). Integrative Functions and Comparative Data. 7 (3). Springer-Verlag. hlm. 226. ISBN 978-0-387-05769-9. 
  4. ^ a b Jameson, K. A., Highnote, S. M., & Wasserman, L. M. (2001). "Richer color experience in observers with multiple photopigment opsin genes" (PDF). Psychonomic Bulletin and Review 8 (2): 244–261. doi:10.3758/BF03196159. PMID 11495112. 
  5. ^ a b Mark Roth (13 September 2006]). "Some women may see 100,000,000 colors, thanks to their genes". Pittsburgh Post-Gazette. 
  6. ^ "You won't believe your eyes: The mysteries of sight revealed". The Independent. 7 March 2007. 

Pranala luar[sunting | sunting sumber]