Trikromasi

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
Tiga pigmen sel kerucut pada mata manusia menyebapkan penglihatan trikromatik.

Trikromasi adalah kondisi di mana mata mampu membedakan tiga kanal warna yang berbeda, atau memiliki tiga jenis sel kerucut yang berbeda pada matanya.[1] Teori trikromatik dicetuskan pada abad ke 18 oleh Thomas Young yang mengatakan bahwa penglihatan warna adalah hasil dari tiga jenis sel fotoreseptor yang berbeda. Teori ini dikembangkan oleh Hermann von Helmholtz dengan menggunakan percobaan pencocokan warna yang menunjukkan bahwa manusia dengan penglihatan normal membutuhkan tiga panjang gelombang untuk menciptakan rentang warna yang normal. Bukti fisiologi tentang teori trikromatik diberikan oleh Gunnar Svaetichin pada tahun 1956.[2]

Jenis sel kerucut yang ditemukan pada primata[sunting | sunting sumber]

Primata adalah satu-satunya mamalia plasenta dengan trikromatik.[3] Di dalam mata memiliki tiga jenis sel kerucut, masing-masing sel kerucut mengandung pigmen warna yang berbeda (opsin). Sel kerucut gelombang pendek (S) (bahasa Inggris: short-wavelength) memiliki puncak sensitifitas pada warna biru, Sel kerucut gelombang menengah (M) (bahasa Inggris: medium-wavelength) memiliki puncak sensitifitas pada warna hijau dan Sel kerucut gelombang panjang (L) (bahasa Inggris: long-wavelength) memiliki puncak sensitifitas pada warna kuning-hijau.

Mekanisme penglihatan warna trikromatik[sunting | sunting sumber]

Penglihatan warna trikromatik adalah kemampuan manusia dan beberapa jenis spesies lain untuk melihat warna-warna yang berbeda. Ini dimungkinkan dengan interaksi antara ketiga jenis sel kerucut untuk mendeteksi warna. Teori warna trikromatik berawal pada abat ke-18, ketika Thomas Young mengusulkan bahwa penglihata warna adalah hasil dari tiga sel photoreceptor. Herman von Helmholtz kemudian mengembangkan ide Young dengan menggunakan eksperimen pencocokan warna yang menunjukkan bahwa orang dengan penglihatan normal membutuhkan tiga panjang-gelombang untuk membuat kisaran warna normal. Bukti fisiologi dari teori trikromatik didapatkan kemudian oleh Gunnar Svaetichin (1956).

Lihat juga[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Color Glossary
  2. ^ Svaetichin,G. (1956). Spectral response curves from single cones, Actaphysiol. scand. 39, Suppl. 134, 17-46.
  3. ^ Ronald G. Boothe (2002). Perception of the visual environment. Springer. p. 219. ISBN 978-0-387-98790-3. 

Pranala luar[sunting | sunting sumber]

  • (Inggris) The Straight Dope: "Are cats and dogs really color-blind? How do they know?"
  • (Inggris) Scientific Paper: "Retinal mechanisms for chromatic and achromatic vision"