Tanda titik koma

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Tanda titik koma adalah tanda baca dengan beberapa penggunaan, terutama untuk jeda pada kalimat dan pemotongan pada suatu daftar. Dalam bahasa Inggris, semicolon, istilah bahasa Inggris untuk tanda titik koma, digunakan secara umum mulai tahun 1591. Ben Jonson adalah penulis berbahasa Inggris terkemuka pertama yang menggunakan tanda ini dengan sistematis.[1]

Bahasa Indonesia[sunting | sunting sumber]

Menurut PUEBI,[2] tanda titik koma dipakai:

  1. Sebagai pengganti kata penghubung untuk memisahkan kalimat setara yang satu dari kalimat yang lain di dalam kalimat majemuk.
  2. Pada akhir perincian yang berupa klausa.
  3. Untuk memisahkan bagian-bagian perincian dalam kalimat yang sudah menggunakan tanda koma.

kontroversi[sunting | sunting sumber]

Amy Bleuel adalah orang pertama yang mengaitkan makna tanda baca ini dengan kesehatan mental. Pada 16 April 2013, ia mendirikan sebuah organisasi nonprofit bernama Proyek Semicolon.

Proyek Semicolon didirikan untuk memberikan dukungan kepada orang-orang yang berjuang mengatasi gangguan kesehatan mental, depresi, bunuh diri, kecanduan, dan keinginan menyakiti diri sendiri.

Catatan kaki[sunting | sunting sumber]

  1. ^ "Semicolons have an interesting history". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2009-04-18. Diakses tanggal 2009-11-20. 
  2. ^ Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia