Tanah semi padas

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Tanah Semi Padas

Tanah semi padas atau sering juga disebut tanah liat merupakan tanah yang terjadi dari campuran batuan kapur dan pasir, Pembentukan tanah semi padas dipengaruhi oleh hujan yang tidak merata sepanjang tahun. Tanah semi padas termasuk jenis tanah yang subur karena pertemuan antara lapisan tanah padas dan merah. Secara garis besar tanah semi padas memiliki karateristik dan sifat antara tanah merah dan tanah semi padas. Kebanyakan tanah semi padas di gunakan untuk sektor pertanian selain itu juga dipakai untuk bahan baku dalam pembuatan genteng, batu bata, tembikar, gerabah, patung dan berbagai kerajinan dari tanah dan penyebarannya banyak terdapat di lereng pegunungan dan dataran rendah di seluruh indonesia

Referensi[sunting | sunting sumber]

^ Buku “Kamus Pertanian” oleh Sadjad Sjamsoe’oed, 1993. (Secara umum: Bagian atas kerak Bumi yang telah mengalami pelapukan atau lebih luas dimana berbagai organism dapat hidup baik diatasnya maupun didalamnya. Sudut pertanian: Tanah sebagai media tumbuh alami untuk segala macam tumbuhan dan tanaman diatas permukaan Bumi yang terdiri dari bahan-bahan organic dan mineral)

^ Pengantar Fisika Tanah, oleh Daniel Hillel, penerbit Mitra Gama Widya, 1997.(Tanah adalah bahan dasar bagi semua kehidupan di Bumi)

^ Mohr, E.C.J., 1933. De Bodem der Tropen in het Algemeen, en die van Nederlandsch-Indie in het Bijzonder. (Tanah-tanah di Daerah Tropis, dengan rujukan khusus di Hindia Belanda)

^ Mohr, E.J.C., van Baren, F.A. and van Schuylenborgh, J., 1972. Tropical soils: a comprehensive study of their genesis. 3rd edition. Mouton – Ichtiar Baru – van Hoeve, Den Haag

^ Buku “Dasar-Dasar Kimia Tanah Pertanian I” oleh Bambang Siswanto, Jurusan Tanah Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya Malang, 2011. (Tanah didefinisikan sebagai massa yang berada di permukaan Bumi, didalamnya terdapat bahan-bahan koloid organic, bahan-bahan mineral, sisa-sisa tumbuhan-tumbuhan dan hewan yang telah mati, udara tanah dan air tanah dalam jumlah berbeda-beda dari suatu tanah ke tanah pingin ke orang lain)