Taman Budaya Raden Saleh

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari

Taman Budaya Raden Saleh atau lebih dikenal dengan nama TBRS adalah pusat kesenian dan kebudayaan yang berlokasi di Jl. Sriwijaya Nomor 29 Kota Semarang, provinsi Jawa Tengah, Indonesia. Lokasi tepatnya berada di samping gedung Perpustakaan Daerah Jawa Tengah. Taman Budaya Raden Saleh memiliki luas kurang lebih 89.926 meter persegi[1]. Di dalamnya terdapat empat gedung utama, yaitu Gedung Kesenian Ki Narto Sabdho, Kantor Pengelola TBRS, Gedung Serba Guna, dan Kantor Dewan Kesenian Semarang (Dekase). Selain itu, juga ada beberapa bangunan pendopo berbentuk joglo.

Sejarah[sunting | sunting sumber]

TBRS dulu bernama Taman Hiburan Rakyat, dan merupakan lokasi kebun binatang Semarang, hal inilah yang menyebabkan taman budaya ini sebagian besar lokasinya masih berkontur tanah dan dipenuhi pepohonan yang rindang. Setelah kebun binatang dipindah ke Tinjomoyo, dan sekarang sudah dipindah lagi ke Mangkang, taman ini berganti nama menjadi Taman Budaya Raden Saleh. Fungsi taman pun berubah menjadi pusat kesenian dan kebudayaan Jawa Tengah.

Dinamai Taman Budaya Raden Saleh berasal dari nama salah satu pelukis terkenal Indonesia, Raden Saleh Sjarif Boestaman yang berasal dari Semarang.

Fasilitas[sunting | sunting sumber]

  • Gedung Kesenian Ki Narto Sabdho
  • Gedung Serba Guna
  • Kantor Pengelola TBRS
  • Kantor Dewan Kesenian Semarang (Dekase)
  • Gallery Seni [2]
  • Taman

Pertunjukan Seni[sunting | sunting sumber]

Berbagai kegiatan dan pagelaran budaya rutin digelar di TBRS. Gedung Kesenian Ki Narto Sabdho menjadi tempat untuk menggelar pertunjukan wayang orang, wayang kulit, dan musik keroncong [3]. Wayang orang oleh Ngesti Pandawa digelar rutin setiap Sabtu Malam, wayang kulit setiap Malam Senin Pahing, dan musik keroncong oleh Komunitas Keroncong setiap bulan di Rabu terakhir.

Selain pertunjukan seni, TBRS juga diramaikan oleh acara-acara yang sering dibuat oleh komunitas-komunitas di Semarang.

Wacana Penggusuran[sunting | sunting sumber]

Pada tahun 2015, muncul wacana penggusuran TBRS karena lahannya akan dibangun untuk Trans Studio [4]. Wacana ini menimbulkan kontroversi di kalangan pegiat budaya di Semarang. Namun pada tahun 2016, PT Trans Ritel Property membatalkan pembangunan Trans Studio di Semarang, dan lebih memilih Yogyakarta sebagai lokasi pembangunan [5].

Referensi[sunting | sunting sumber]