Syed Saddiq

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Yang Berhormat Tuan
Syed Saddiq Syed Abdul Rahman
MP
Syed Saddiq (cropped).jpg
Menteri Pemuda dan Olahraga Malaysia
Masa jabatan
2 Juli 2018 – 24 Februari 2020
Penguasa monarkiSultan Muhammad V
Perdana MenteriMahathir Mohamad
PendahuluKhairy Jamaluddin (BN-UMNO)
PenggantiReezal Merican (BN-UMNO)
Daerah pemilihanMuar
Anggota Parlemen Malaysia
dapil Muar
Mulai menjabat
9 Mei 2018
Perdana MenteriMahathir Mohamad
PendahuluRazali Ibrahim (BN-UMNO)
Mayoritas6,953 (2018)
Ketua Pemuda Partai Pribumi Bersatu Malaysia
Masa jabatan
7 September 2016 – 28 Mei 2020
PresidenMahathir Mohamad (2018–2020)
Muhyiddin Yassin (Penjabat) (2020)
PendahuluTidak ada, jabatan baru
PenggantiWan Ahmad Fayshal Wan Ahmad Kamal
Informasi pribadi
LahirSyed Saddiq bin Syed Abdul Rahman
6 Desember 1992 (umur 28)
Pulai, Johor Bahru, Johor, Malaysia
KewarganegaraanMalaysia
Partai politik
Afiliasi
politik lain
  • PH (2016–2020)
PendidikanMaktab Tentera Diraja
Alma materUniversitas Islam Internasional Malaysia
PekerjaanPolitisi
Situs webOfficial website
Syed Saddiq di Facebook
Syed Saddiq di Twitter
Syed Saddiq di Instagram

Syed Saddiq Syed Abdul Rahman (lahir di Pulai, Johor Bahru, Johor, Malaysia, 6 Desember 1992; umur 28 tahun) adalah seorang politisi Malaysia. Saat ini, ia menjabat sebagai anggota Dewan Rakyat mewakili daerah pemilihan Muar dari Ikatan Demokratik Malaysia (MUDA) yang menjadi bagian dari koalisi Pakatan Harapan. Pada kabinet Perdana Menteri Mahathir Mohamad, Saddiq menjabat sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga. Ia tercatat sebagai menteri termuda sepanjang sejarah Malaysia.[1]

Kehidupan masa kecil[sunting | sunting sumber]

Saddiq lahir pada 6 Desember 1992 di Pulai, Johor Bahru, Johor, Malaysia. Ayahnya adalah seorang pekerja bangunan berkewarganegaraan Singapura yang berulang-alik dari Johor ke Singapura setiap harinya untuk bekerja. Ibunya adalah seorang guru bahasa Inggris yang membuka kursus tambahan hingga malam hari untuk menambah pendapatan.[2] Saddiq belajar di Maktab Tentera Diraja, Sungai Besi, dan melanjutkan kuliahnya di Universitas Islam International Malaysia (UIA). Pada saat kuliah di UIA, Saddiq aktif dalam kegiatan debat parlementer dan berhasil memenangkan United Asian Debating Championship (UADC).[3]

Pada tahun 2017, Saddiq dikatakan menolak sebuah beasiswa senilai RM400,000 untuk melanjutkan kuliahnya di Universitas Oxford di Inggris karena kesibukannya di politik Malaysia.[4] Setahun kemudian, setelah terpilih ke Parlemen, ia kembali menolak tawaran Beasiswa Chevening untuk mengambil program Master of Public Policy (Magister Kebijakan Publik) di Oxford.[5]

Politik[sunting | sunting sumber]

Hubungan dengan politikus lain[sunting | sunting sumber]

Pada September 2015, Saddiq menyebut akan "menyekolahkan" anak Wakil Perdana Menteri Ahmad Zahid Hamidi, Nurulhidayah, yang mengkritik peserta unjuk rasa Bersih 4.0.[6] Pada November 2015, Saddiq sempat mengakui ia sempat mendukung Najib Razak, tetapi kemudian menyebut Najib telah memalukan negara sebab skandal 1Malaysia Development Berhad.[7]

Kontroversi[sunting | sunting sumber]

Pada November 2016, Saddiq membuat surat terbuka kepada Sultan Johor Ibrahim. UMNO menyebut tindakan Saddiq biadab.[8]

Sejarah pemilihan umum[sunting | sunting sumber]

Parliament of Malaysia[9][10][11]
Tahun Daerah pemilihan Pemerintah Suara Persen Oposisi Suara Persen Jumlah keseluruhan suara Mayoritas Kehadiran pemilih
2018 P146 Muar, Johor Syed Saddiq (PPBM) 22.341 53,09% Razali Ibrahim (UMNO) 15.388 36,57% 42.719 6.953 84,02%
Abdul Aziz Talib (PAS) 4.354 10,34%

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ "10 Things About Syed Saddiq Abedul Rahman, Asia's Top Debater". themalaymailonline.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2017-09-03. 
  2. ^ Amy Chew (21 March 2018). "Johor born Syed Saddiq an emerging voice for Malaysian?". Channel News Asia. Diakses tanggal 21 March 2018. 
  3. ^ Dina Murad (12 June 2015). "IIUM debate team is Asia's best". The Star Online. Diakses tanggal 24 October 2017. 
  4. ^ "Syed Saddiq turns down Oxford for politics". New Straits Times. Diakses tanggal 2017-09-03. 
  5. ^ "Syed Saddiq turns down Oxford a second time". Free Malaysia Today. 2 Jun 2018. Diakses tanggal 14 Jun 2018. 
  6. ^ Zulkifli, Zulaikha (4 September 2015). "Pendebat terbaik Asia 'sekolahkan' anak TPM". Malaysiakini. Diakses tanggal 4 September 2015. 
  7. ^ Mustafa, Muzliza (29 November 2015). "Dulu penyokong tegar, kini johan debat Asia kecam Najib". The Malaysian Insider. Diarsipkan dari versi asli tanggal 3 Desember 2015. Diakses tanggal 29 November 2015. 
  8. ^ "'Syed Saddiq, jangan jadi biadap!'". Sinar Harian. 4 November 2016. Diakses tanggal 4 November 2016. 
  9. ^ "Malaysia General Election". undiinfo Malaysian Election Data. Malaysiakini. Diakses tanggal 4 February 2018.  Results only available from the 2004 election.
  10. ^ "SEMAKAN KEPUTUSAN PILIHAN RAYA UMUM KE – 14" (dalam bahasa Melayu). Election Commission of Malaysia. Diakses tanggal 17 May 2018.  Percentage figures based on total turnout.
  11. ^ "The Star Online GE14". The Star. Diakses tanggal 24 May 2018.  Percentage figures based on total turnout.