Susukan, Cipicung, Kuningan

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian

Profil Desa Susukan

Nama Kepala Desa Toto Ciptarasa
Jumlah Penduduk 4131 Jiwa
Laki Laki 2636 Jiwa
Perempuan 2475 Jiwa
Luas Wilayah         222,131 M2
Kepadatan 54 Jiwa/M2


Sejarah Desa Susukan

Jaman dahulu di Susukan ada kerajaan kabuyutan kecil bernama Palembang Girang yang daerahnya meliputi  Pangkalan, Susukan, Karoya, Sukamukti, Cipicung dan Cimaranten dengan Rajanya yang bernama Pangeran Aria Santang Pada jaman Belanda 1805 daerah Palembang Girang dihapuskan menjadi nama nama desa yang ada sekarang dan semenjak kemerdekaan masuk dalam kecamatan Ciawigebang. Setelah era reformasi, Desa Susukan masuk ke wilayah kecamatan Cipicung.


Legenda Desa Susukan

Dikisahkan pada jaman dahulu kala di kerajaan kabuyutan Palembang Girang, hidup sorang raja bernama Pangeran Arya Santang dengan putrinya yang cantik jelita bernama Nyi Dewi Candra Wulan. Nyi Dewi Candha Wulan mempunyai rambut panjang terurai,  saking panjangnya ketika mandi di sungai,  rambutnya pun harus dikaitkan pada sebuah galah.

Dalam kisah, Nyai Dewi Candra Wulan, tinggal di wilayah Pasir Pawoh,  kecantikanya membuat seorang putra raja  yang bernama Gajah Manggala jatuh cinta kepadanya dan berusaha untuk melamar.

Gajah Manggala memiliki tubuh  tinggi besar, membuat Nyai Dewi Candra Wulan mengajukan satu persyaratan dalam lamaranya kepada Gajah Manggala. dimana syarat tersebut adalah, membuatkan ” susukan (sungai /kali ) harus selesai dalam waktu satu malam”.

Akhirnya perjanjian tersebut disepakati oleh Gajah Manggala, maka pada saat itulah Gajah Manggala mulai membuat susukan dengan menggunakan kekuatan  alat kelaminnya,  Susukan tersebut memanjang kesebelah utara sampai ke ujung Desa Pangkalan sekarang. Ketika belum selesai, adzan subuh telah berkumandang, Gajah Manggala sempat putus asa lalu berpikir untuk melakukan semedi atau bertapa di gunung Mandapa Ciawigebang (berlokasi di sebelah barat SMPN 1 Ciawi Gebang sekarang).

Dalam tapanya mendapat petunjuk, agar melangsungkan pekerjaanya membuat susukan sampai ke wilayah  Desa Kapandayan saat itulah sungai yang memanjang dari wilayah Pasir Pawoh sampai ke kapandayan  dinamakan kali Ciberes.

Akhirnya Gajah Manggala menagih janji kepada Nyi Dewi Candra Wulan untuk dilamar, sedangkan Nyi Dewi Candra Wulan punya kebiasaan Ngelemar ( Nyirih ). Ketika ditagih janji, Nyi Dewi Candrawulan  lari dan bersembunyi di sebuah lubang yang tinggi  di daerah Kabuyutan.

Gajah Manggala marah dan geram,  lalu membawa sebatang bambu untuk ditusukan kedalam lubang persembunyian. Karena kaget Nyi Candra Wulan berteriak. Saat itu Nyi Candra Wulan sedang menyirih, meludahi ujung bambu yang ditusukkan Gajah Manggala tersebut. Dari situlah lubang tersebut mengeluarkan air dan batang  bambu menjadi berwana merah. Gajah Manggala akhirnya pergi meninggalkan tempat itu dengan dugaan Nyai Candra wulan sudah terbunuh. Maka dari situ wilayah tersebut dikenal dengan Air Kabuyutan. Setelah keadaan aman. akhirya Nyi Candra Wulan pulang kembali ke kerajaan Palembang Girang dan berkumpul bersama ayahnya Pangeran Arya Santang.



PEMERINTAHAN DESA

Desa Susukan dipimpin oleh seorang kepala desa yang di pilih secara demokratis oleh masyarakat yang memiliki periode masa kepemimpinan selama 6 tahun. Kepala Desa di bantu oleh 12 Orang Perangkat Desa, yang terdiri dari 1 Orang Sekertaris Desa, 2 Orang Kaur, 1 Bendahara Desa, 3 Orang Kasi dan 5 Orang Kepala Dusun dan 26 Kepala RT.

Kepada Desa Susukan dari masa ke masa :

PERIODE NAMA KEPALA DESA/DEMANG
Wasta Renggana
Pada
Singa Santana
Suwita Dipraja
Wahim
Ucang
Sualim
Samad
Tahid
Ibun
Maryono
2008 - 2013 Lili Sadeli
2014 - 2019 Rusman Wijaya
2019 - 2025 Toto Ciptarasa


Batas Desa

- Sebelah Timur Desa Pangkalan

- Sebelah Barat Desa Cipicung

- Sebelah Utara Desa Sukamukti

- Sebelah Selatan Desa Karoya

Desa Susukan berada pada kordinat -6.957511, 108.552121 dengan ketinggian 230 mdpl.

Luas wilayah 222.131 M dengan 5 Dusun, 26 RT dan 5 RW

Jarak ke Ciawigebang 5.5 KM dan jarak ke kota Kuningan 9.1 km  


SARANA DAN PRASARANA

1 Pendidikan
a. Jumlah SD 2 Unit
b. Jumlah MI 1 Unit
c. Jumlah SMP 0 Unit
d. Jumlah MTs 0 Unit
e. Jumlah SMA 0 Unit
f. Jumlah SMK 0 Unit
g. Jumlah MA 0 Unit
h. Jumlah LPK 0 Unit
i. Jumlah PT/Akademi 0 Unit
2 Agama
a. Jumlah Masjid Jami 1 Unit
b. Jumlah Pontren 1 Unit
c. Jumlah Gereja 0 Unit
3 Kesehatan
a. Jumlah Posyandu 1 Unit
b. Jumlah Poskesdes 0 Unit
c. Jumlah Puskesmas 0 Unit
d. Jumlah Puskes Pembantu 1 Unit
e. Jumlah Balai Pengobatan Swasta 1 Unit
4 Jalan dan Jembatan
a. Jalan Provinsi - KM
b. Jalan Kabupaten KM
c. Jalan Desa KM

Iklim

Curah hujan +/- 300 mm per tahun
Jumlah bulan hujan 6,00 bulan
Kelembapan 38 %
Suhu rata-rata harian 27 - 30 oC
Tinggi tempat dari permukaan laut 230 mdpl

Hidrologi dan Klimatologi

Aspek hidrologi suatu wilayah desa sangat diperlukan dalam pengendalian dan pengaturan tata air wilayah desa, berdasarkan hidrologinya, Desa Susukan di rahmati dengan aliran sungai besar yang bernama sungai Cilengkrang. Sungai Cilengkrang ini mampu mengairi sawah penduduk tidak hanya daerah Susukan saja, tetapi sampai desa Cihaur yang jaraknya sampai 42 km. Sawah yang ada di daerah Susukan mayoritas adalah sawah irigasi tehnis. Pada prakteknya, ada sekitar 5 Desa yang sawahnya di airi oleh bendungan yang berlokasi di Dusun Cinangsi. Adapun untuk Klimatologi suhu 27 – 300C, curah hujan 2000/3000 mm.


Disusun oleh Bapak Peri Noperi, Ketua RT 03 Blok Kaliwon Bojong.

Link Terkait :

Prakiraan Cuaca di Susukan

Website Provinsi Jawa Barat

Website Pemkab Kuningan

Website Kementrian Desa