Sumur Bandung

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Revisi sejak 15 April 2013 03.33 oleh Addbot (bicara | kontrib) (Bot: Migrasi 1 pranala interwiki, karena telah disediakan oleh Wikidata pada item d:q10986228)
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian

Sumur Bandung yaitu sumur yang dibuat dibekas tancapan tongkat R.A.A Wiranatakusumah. Yang adanya disebelah selatan Pendopo Kabupaten Bandung, Bandung, Jawa Barat.[1]

Deskripsi

Tidak banyak yang mengetahui, salahsatu tempat yang berada dibelakang tempat parkir Gedung Pertemuan Sumur Bandung yang adanya disebelah barat Cikapundung ada sumur yang dinamakan Sumur Bandung. [2] Bangunannya sama dengan sumur-sumur pada umumnya, hanya saja sumur ini begitu dihormati dalam nilai budaya dan adat, sebab sumur ini disebut keramat oleh masyarakat disana.[3] Di bagian atas sumur itu diberi cungkup penutup dan dikelilingi oleh rantai pembatas. Dalam salahsatu sisinya ada prasasti yang tulisannya:

Sumur Bandung dipercaya mempunyai hubungan sejarah dengan berdirinya Kota Bandung.[2] Ceritanya ketika rombongan bupati dan pengiringnya menyusuri Cikapundung mencari tempat yang pantas untuk mendirikan pusat kota yang cocok.[2] Ketika bupati menancapkan tongkat lalu ditarik lagi, dari bekas tongkat itu keluar air.[2] Di lokasi air tersebut selanjutnya dibuat sumu yang selanjutnya pulas disebut Sumur Bandung.[2] Pada tahun 1930-an, diatas tanah 3.945 m2 itu, didirikan bangunan bertingkat hasil rancangan Prof. C.P. Wolff Schoemaker. [2] setelah diresmikan tanggal 26 Oktober 1939, bangunan itu selanjutnya ditempati oleh N.V. Gebeo, usaha listrik Hindia Walanda.[2] Bekas gedung Gebeo yang selanjutnya dijadikan kantor PT (Persero) Perusahaan Listrik Negara Distribusi Jawa Barat itu, adanya diujung pertigaan Jalan Asia-Afrika dan Jalan Cikapundung.[2] Sumur Bandung adanya di lantai dasar Gedung PLN.[2] Airnya masih tetap bersih dan tidak pernah kering walaupun musim kemarau. [2]

Rujukan

  1. ^ Affandy, Frances B., Andi Abubakar.2003. Potrait of West Java Heritage (Potret Pusaka Jawa Barat) . Bandung: Paguyuban Pelestarian Budaya Bandung, Dinas Kabudayaan jeung Pariwisata Jawa Barat.
  2. ^ a b c d e f g h i j Suganda, Her. 2008. Jendela Bandung Pengalaman Bersama Kompas.Jakarta: Penerbit Buku Kompas.
  3. ^ Hardjasaputra, A. Sobana.2000. Bandung, Sejarah Kota-kota Lama di Jawa Barat.Jatinangor: Alwaprint.