Standar ganda

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
Israel sering dijadikan korban standar ganda dalam konflik yang sering terjadi yang melibatkannya dengan Palestina.

Standar ganda adalah ukuran standar penilaian yang dikenakan secara tidak sama kepada subjek yang berbeda dalam suatu kejadian serupa yang terkesan tidak adil.

Konsep standar ganda telah diterapkan sejak tahun 1872 terhadap fakta struktur moral yang sering diterapkan dalam hubungan antara laki-laki dan perempuan di dalam kehidupan bermasyarakat.[1][2]

Fenomena standar ganda[sunting | sunting sumber]

Hubungan seksual[sunting | sunting sumber]

Misalnya, seorang laki-laki yang mempunyai banyak pasangan dalam melakukan hubungan seks dianggap hebat, sementara seorang perempuan yang melakukan hal yang sama akan dianggap murahan. Contoh lainnya, perempuan sering dituntut tetap perawan pada hari pernikahannya, sementara laki-laki biasanya tidak dituntut seperti itu. Kalaupun laki-laki itu sudah pernah melakukan hubungan seksual sebelum hari pernikahannya, hal itu dianggap sebagai sesuatu yang wajar.

Homoseksualitas[sunting | sunting sumber]

Sebagai contoh, pengobatan Indonesia terhadap LGBT (lesbian, gay, biseksual, dan transgender) adalah standar ganda bila dibandingkan dengan heteroseksual. Hingga saat ini, hubungan asmara tersebut terlarang. Meskipun LGBT diperbolehkan menikah, hubungan seks mereka tetap membuat standar yang sama.

Ketika standar ganda diberlakukan, mendorong kecurangan. Tidak hanya pihak yang kalah dan yang diskriminasi, tapi semua moral menurun kualitasnya. Pihak yang kalah menentang karena ketidakadilan, pihak yang menang adalah pihak yang mengerti hukum yang berlaku menurut ruang lingkup wilayah tertentu dengan kesan kecurangan yang diaksikannya terhadap pihak yang kalah.

Konflik Israel dan Palestina[sunting | sunting sumber]

Palestina sering dianggap tokoh antagonis dalam konflik dengan Israel. Jika terjadi kematian di pihak Palestina akibat serangan oleh tentara israel, maka korban dari Palestina dianggap bukanlah suatu kejahatan bagi pihak tertentu. Di saat korbannya di pihak Israel, maka hal tersebut menjadi suatu kejahatan yang menyalahkan Palestina. Efek standar ganda ini sering diterapkan di media massa yang berat sebelah, sehingga satu pihak harus terus-menerus menerima penyalahan dari pihak lainnya.[3]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ "Unjust Judgments on Subjects of Morality". The Ecclesiastical Observer (London: Arthur Hall and Co.) XXV: 167–170. April 1, 1872. 
  2. ^ Josephine E. Butler (Nov 27, 1886). "The Double Standard of Morality". Friends' Intelligencer and Journal (Philadelphia: Friends' Intelligencer Association). XLIII (48): 757–758. 
  3. ^ Renne R.A Kawilarang, Shinta Eka Puspasari (10 Februari 2009). "Inggris Bantah Terapkan Standar Ganda". news.viva.co.id (dalam bahasa Indonesia). Diarsipkan dari versi asli tanggal 16 Oktober 2015. Diakses tanggal 16 Oktober 2015.