Lompat ke isi

Sophie Germain

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Marie-Sophie Germain
Marie-Sophie Germain
Lahir(1776-04-01)1 April 1776
Rue Saint-Denis, Paris, Prancis
Meninggal27 Juni 1831(1831-06-27) (umur 55)
Paris, Prancis
Tempat tinggalPrancis
KebangsaanPrancis
Dikenal atasTeori elastisitas
teori bilangan (misalnya bilangan prima Sophie Germain)
Identitas Sophie Germain
Karier ilmiah
BidangMatematikawan, fisikawan, dan filsuf
Pembimbing akademikCarl Friedrich Gauss (epistolary correspondent)
Catatan
Nama lain: Auguste Antoine Le Blanc

Marie-Sophie Germain (lahir pada 1 April 1776, meninggal 27 Juni 1831) adalah seorang matematikawan, fisikawan, dan filsuf asal Prancis. Meskipun mendapat pertentangan pada mulanya dari orang tuanya dan kesulitan yang ada di dalam masyarakat, ia memperoleh pendidikan dari buku-buku di perpustakaan ayahnya, termasuk buku karangan Leonhard Euler, serta dari korespondensi dengan ahli matematika terkenal seperti Lagrange, Legendre, dan Gauss. Beliau merupakan satu pelopor teori elastisitas, yang kemudian membuat ia memenangkan hadiah utama dari Akademi Sains Paris karena esainya tentang masalah ini. Karyanya pada Teorema Terakhir Fermat memberikan dasar bagi matematikawan untuk menjelajahi subjek ini selama ratusan tahun setelahnya.[1] Karena diskriminasi jenis kelamin yang didapatnya dari masyarakat, ia tidak dapat berkarier di bidang matematika, tetapi ia bekerja secara mandiri sepanjang hidupnya.[2] Sebelum kematiannya, Gauss merekomendasikan agar ia diberikan gelar kehormatan, tetapi hal itu tidak pernah terjadi.[3] Pada 27 Juni 1831, dia meninggal karena kanker payudara. Di usia keseratus tahun hidupnya, sebuah jalan dan sekolah khusus perempuan dinamai menurut namanya. Akademi Ilmu Pengetahuan juga menetapkan Penghargaan Sophie Germain yang dibuat untuk menghormatinya.Lihat juga

Ia lahir di Paris pada tahun 1776, di tengah masa-masa Revolusi Prancis yang penuh gejolak. Sejak kecil, ia sudah menunjukkan minat yang besar terhadap matematika dan ilmu pengetahuan, meskipun pada zamannya perempuan sering diabaikan dalam bidang tersebut. Namun, rasa ingin tahunya yang begitu besar tidak pernah padam. Ia belajar secara otodidak, bahkan diam-diam membaca buku matematika di perpustakaan ayahnya dengan hanya ditemani cahaya lilin, meskipun keluarganya mencoba untuk menghalanginya.[4]

Kecintaannya pada teori bilangan muncul setelah ia membaca kisah Archimedes. Ketika ia mendengar tentang kompetisi Prix de Mathématiques yang diadakan oleh French Academy of Sciences, ia memutuskan untuk ikut serta, meskipun ia tahu tantangannya sangat besar. Demi menghindari prasangka karena ia seorang perempuan, ia mengirimkan pekerjaannya dengan nama samaran, "M. LeBlanc." Karya-karyanya diterima dengan baik, dan ia bahkan mulai berkorespondensi dengan matematikawan terkenal seperti Carl Friedrich Gauss, yang pada awalnya tidak mengetahui identitas aslinya.

Salah satu pencapaian terbesarnya adalah memenangkan Prix de Mathématiques pada tahun 1816. Tantangan itu meminta peserta untuk memecahkan persamaan tentang pelat bergetar, sebuah masalah yang didasarkan pada eksperimen Chladni. Kemenangannya ini bukan hanya membuktikan kerja kerasnya, tetapi juga menjadi tonggak penting yang menunjukkan bahwa perempuan bisa memberikan kontribusi besar dalam ilmu pengetahuan.

Namun, jalan hidupnya tidak mudah. Ia menghadapi berbagai kritik dan penolakan, baik sebagai perempuan maupun sebagai ilmuwan. Meski demikian, ia tetap teguh pada keyakinannya bahwa ilmu pengetahuan adalah hak semua orang tanpa memandang jenis kelamin. Ia terus mendedikasikan hidupnya untuk matematika hingga akhir hayatnya.

Meskipun ia tidak meninggalkan autobiografi atau banyak catatan pribadi, kontribusinya dalam teori elastisitas, getaran, dan teori bilangan telah meninggalkan warisan yang luar biasa. Ia ingin dikenang bukan hanya sebagai seorang matematikawan, tetapi juga sebagai seseorang yang gigih melampaui batasan dan terus mengejar pengetahuan. Ia adalah Sophie Germain, seorang pionir yang membuka jalan bagi generasi mendatang.

  1. Del Centina 2008, hlm. 373.
  2. Case & Leggett 2005, hlm. 39.
  3. Mackinnon, Nick (1990). "Sophie Germain, atau, apakah Gauss seorang feminis?". The Mathematical Gazette 74 (470): 346–351, esp. hal. 347.
  4. Musielak, Dora (2020-03-23). Sophie Germain: Revolutionary Mathematician (dalam bahasa Inggris). Springer Nature. ISBN 978-3-030-38375-6.

Pranala luar

[sunting | sunting sumber]