Siapakah seorang Yahudi?

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Jump to navigation Jump to search

"Siapakah Seorang Yahudi?" (bahasa Ibrani: ?מיהו יהודי) merupakan perdebatan agama, sosial dan politik mengenai definisi "orang Yahudi". Frase Ibrani Mihu Yehudi ("?מיהו יהודי", "Siapakah Seorang Yahudi?") banyak digunakan dalam beberapa kasus hukum terkenal di Israel setelah pembentukan negara Yahudi tersebut pada tahun 1948. Di antara penganut Yudaisme terdapat berbagai karakteristik etnis yang berbeda, sehingga definisi seorang Yahudi pun beragam, tergantung pada pendekatan agama, sosiologis, dan etnis yang digunakan.

Menurut definisi paling sederhana yang digunakan oleh sebagian besar orang Yahudi, seorang Yahudi dianggap Yahudi jika ia terlahir dari orang tua Yahudi atau memutuskan untuk menjadi Yahudi. Namun, isu-isu yang muncul adalah:

  • Apakah seseorang dengan satu orang tua Yahudi dapat dianggap sebagai seorang Yahudi?
  • Proses menjadi Yahudi mana yang dianggap sah?
  • Apakah seseorang dapat tetap menjadi Yahudi setelah pindah agama?
  • Apabila seseorang tidak mengetahui bahwa orang tuanya adalah orang Yahudi, bagaimana hal ini mempengaruhi status Yahudinya?
  • Bagaimana identitas Yahudi ditentukan di negara-negara lain?

Merujuk kepada Halakah (tradisi dan hukum Yahudi), hanya anak-anak yang dilahirkan dari ibu Yahudi yang boleh dianggap sebagai orang Yahudi. Oleh sebab itu, seseorang yang mempunyai bapak Yahudi tetapi ibu bukan Yahudi tidak akan diterima sebagai Yahudi. Anak-anak yang memeluk agama itu biasanya akan ditanya apakah mereka hendak menganut agama Yahudi setelah mencapai usia dewasa dalam praktik keagamaan, yaitu umur 12 tahun untuk perempuan dan 13 tahun untuk lelaki. Pendekatan ini digunakan oleh agama Yahudi Konservatif dan Ortodoks.

Mazhab-mazhab Yahudi lainnya yang tidak menerima pandangan hukum Ortodoks Yahudi telah mengadopsi standar yang berbeda. Yudaisme Reformasi Amerika Serikat dan Yahudi Liberal Inggris menerima seorang anak yang terlahir dari bapak atau ibu Yahudi sebagai seorang Yahudi. Sementara itu, Yudaisme Karait hanya menerima anak yang terlahir dari ayah Yahudi.

Lihat juga[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]