Seorang yang bukan murid Yesus mengusir setan

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian

Seorang yang bukan murid Yesus mengusir setan adalah suatu episode yang memuat pengajaran Yesus, yang dicatat dalam dua Injil Sinoptik (Markus 9:38-41, Lukas 9:49-50). Di sini Yesus mengajarkan untuk melarang adanya sektarianisme di antara para pengikut-Nya.

Catatan Alkitab[sunting | sunting sumber]

Markus 9:38-41

9:38 Kata Yohanes kepada Yesus: "Guru, kami lihat seorang yang bukan pengikut kita mengusir setan demi nama-Mu, lalu kami cegah orang itu, karena ia bukan pengikut kita."
9:39 Tetapi kata Yesus: "Jangan kamu cegah dia! Sebab tidak seorangpun yang telah mengadakan mujizat demi nama-Ku, dapat seketika itu juga mengumpat Aku. 9:40 Barangsiapa tidak melawan kita, ia ada di pihak kita. 9:41 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa memberi kamu minum secangkir air oleh karena kamu adalah pengikut Kristus, ia tidak akan kehilangan upahnya."[1]

Lukas 9:49-50

9:49 Yohanes berkata: "Guru, kami lihat seorang mengusir setan demi nama-Mu, lalu kami cegah orang itu, karena ia bukan pengikut kita."
9:50 Yesus berkata kepadanya: "Jangan kamu cegah, sebab barangsiapa tidak melawan kamu, ia ada di pihak kamu."[2]

Komentari[sunting | sunting sumber]

Insiden ini tidak dimuat dalam Injil Matius, hanya dicatat dalam Injil Markus dan Injil Lukas. Menunjukkan indikasi semangat yang sama dengan keinginan untuk "menurunkan api dari langit agar membakar orang Samaria yang tidak mau menerima Tuhan" (Lukas 9:52).[3] Kemungkinan orang ini adalah salah satu murid Yohanes Pembaptis yang percaya akan Yesus, tetapi tidak bergabung dengan murid-murid Yesus.[4] Kasus ini jelas berbeda dengan peristiwa yang menimpa anak-anak Skewa (Kisah Para Rasul 19:13-14) yang sekilas ada kemiripan.[3]

Mengingat mukjizat seperti ini dikerjakan dengan kuasa ilahi, dan khususnya mengkonfirmasi kuasa ilahi Yesus Kristus, tentunya muncul pertanyaan bagaimana orang bisa mengusir setan dalam nama Yesus tetapi bukan murid-Nya.[5]

  • Jelas bahwa orang ini bukan musuh Kristus atau Injil yang diberitakan-Nya, menurut perkataan Yesus pada Markus 9:39 dan Markus 9:40.
  • Jelas bahwa mengusir setan tidak mempunyai efek keselamatan oleh Roh Kudus, karena Yesus berkata (Matius 7:22-23) "Banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga? Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!"[6]
  • Jelas bahwa orang ini tidak sama dengan putra-putra Skewa, yang dalam Kisah Para Rasul 19:14-16 dicatat telah dikalahkan oleh roh-roh jahat, sekalipun mereka juga menggunakan nama Kristus.[5]

Yohanes dan para murid yang berniat melarang orang itu namapaknya bersalah karena: [5]* Iri hati demi Kristus, sebagaimana Yosua berlaku demi Musa (Bilangan 11:28), atau murid-murid Yohanes Pembaptis demi gurunya (Yohanes 3:26), menginginkan bahwa kemuliaan untuk mukjizat itu seharusnya hanya untuk Kristus dan mereka yang diutus-Nya saja.

  • Membatasi anugerah Kristus hanya untuk suatu kelompok jemaat tertentu saja, yang "mengikuti Kristus dan dua belas rasul-Nya"; suatu hal yang sering terjadi sampai sekarang.[5]

Lebih baik berlaku seperti Paulus, yang menulis dalam Filipi 1:15,18 bahwa "ada orang yang memberitakan Kristus karena dengki dan perselisihan, tetapi ada pula yang memberitakan-Nya dengan maksud baik...tetapi tidak mengapa, sebab bagaimanapun juga, Kristus diberitakan, baik dengan maksud palsu maupun dengan jujur," dan tentang hal itu Paulus tetap bersukacita. Kristus menginginkan agar seluruh umatnya mempunyai roh demikian, tidak menghalangi melainkan mendorong, bukan dengki, melainkan dengan suka cita melakukan pekerjaan baik bersama siapapun baik pengikut-Nya atau tidak. Allah dapat memuliakan putra-Nya, Yesus Kristus, dengan mengizinkan mukjizat dalam nama Yesus bagi siapapun yang beriman, karena seperti ada tertulis dalam surat 1 Korintus pasal 12:3: "tidak ada seorangpun yang berkata-kata oleh Roh Allah, dapat berkata: "Terkutuklah Yesus!" dan tidak ada seorangpun, yang dapat mengaku: "Yesus adalah Tuhan", selain oleh Roh Kudus.[7]

Jadi jika seseorang bukan musuh Kristus secara terbuka dan berbuat kebaikan dalam nama Kristus, maka setidaknya tidak dicegah untuk bertindak.[5] Hal ini dinyatakan oleh Yesus Kristus dalam kesempatan lain yang dicatat dalam Injil Matius dan Injil Lukas:

Matius 12:30

"Siapa tidak bersama Aku, ia melawan Aku dan siapa tidak mengumpulkan bersama Aku, ia mencerai-beraikan."[8]

Lukas 11:23

"Siapa tidak bersama Aku, ia melawan Aku dan siapa tidak mengumpulkan bersama Aku, ia mencerai-beraikan."[9]

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Markus 9:38-41
  2. ^ Lukas 9:49-50
  3. ^ a b Ellicott, C. J. A Bible Commentary for English Readers, on Mark 9. Arkose Press. 2015. ISBN 139781345350784
  4. ^ Joseph Benson, Benson Commentary on Mark 9, accessed 1 February 2018
  5. ^ a b c d e Poole, M., Matthew Poole's Commentary on Mark 9, accessed 1 February 2018
  6. ^ Matius 7:22-23
  7. ^ 1 Korintus 12:3
  8. ^ Matius 12:30
  9. ^ Lukas 11:23