Sejarah huruf

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian

Huruf adalah media informasi antar manusia, untuk saling mengenal, berbagi pengalaman, berbagi informasi, surat menyurat, dan seterusnya.

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Bangsa Sumeria[sunting | sunting sumber]

Georg Scheder, menyampaikan bahwa sejarah huruf pertama kali muncul sekitar 3000 tahun yang lalu.[butuh rujukan] Pada waktu itu, Bangsa Sumeria yang berada di daerah antara sungai Efrat dan Tigris (sekarang Irak), adalah bangsa yang pertama kali menciptakan dan menggunakan huruf-huruf paku yang merupakan cikal bakal dari lahirnya huruf pertama kali yang dikembangkan di dunia.[butuh rujukan] Akan tetapi, ketika Bangsa Sumeria ditaklukkan oleh bangsa lain, mereka yang telah menaklukkan Sumeria berbaur dengan orang-orang Sumeria, dan kemudian mengambil alih tulisan orang Sumeria.[butuh rujukan] Pada akhirnya, orang-orang Babilonia, Persia, dan bangsa-bangsa yang lain mengembangkan huruf-huruf paku tadi, sehingga huruf-huruf yang mereka kembangkan bertahan dan dipakai sampai awal masa perhitungan tahun dunia barat.[1]

Sejarah mengenai huruf sampai saat ini masih berkiblat kepada bangsa Sumeria. Jean Key Gates, menggambarkan betapa bangsa Sumeria merupakan penyumbang terbesar untuk kebudayaan manusia, dan menurutnya merupakan sistem tertua yang diketahui. Semisal kata Cunciform, yaitu sebuah tulisan yang berbentuk Bajil, yang menggambarkan bentuk penulisannya adalah dari Cuneus (kata latin untuk Bajil).[2]

Mesir Kuno[sunting | sunting sumber]

Sekitar 4000 SM teks tertulis sudah ada di Mesir, teks tertulis tersebut terdapa di Perpustakaan tertua di Mesir.[3] Pada sekitar 5000 tahun yang lalu, di kawasan sungai Nil (Mesir) berkembang huruf hiroglif. Pada awalnya, huruf hiroglif merupakan tulisan murni yang tuliskan pada batu pada tahun itu.[butuh rujukan] Dalam keterangan yang lain, sejarah huruf bermula di daerah Mesir Purba, yaitu sekitar tahun 2700 SM. Pada waktu itu, orang-orang Mesir Purba membuat huruf hiroglif sebanyak 22, hal ini dilakukan oleh mereka dengan tujuan untuk mempersembahkan konsonan individu dari bahasa yang mereka gunakan.[1]

Di samping huruf paku dan hiroglif, seluruh bangsa telah banyak mengembangkan huruf-huruf dalam kebudayaan mereka, seperti halnya Tiongkok / China dan India. Huruf Tionghoa mulai dikembangkan sejak abad ke-14 SM., di mana pada huruf-huruf yang mereka kembangkan, setiap tanda (huruf) mempunyai arti sebuah kata. Sedangkan di India, dengan huruf yang dikenal dengan Sanskrit juga berkembang sekitar abad ke-14, tidak jauh beda dengan Tiongkok.[butuh rujukan] Adapun huruf yang sampai pada kita saat ini, yang biasa dikenal dengan huruf alfabet (alphabet), sejarahnya berawal kira-kira 2.500 tahun yang lalu. Huruf-huruf alfabet Inggris dikembangkan atas dasar alfabet Romawi.[1][4]

Huruf yang sampai pada kita saat ini, yang biasa dikenal dengan huruf Alfabet (Alphabet), sejarahnya berawal kira-kira 2.500 tahun yang lalu.[butuh rujukan] Huruf-huruf alfabet Inggris dikembangkan atas dasar alfabet Romawi. Dalam referensi yang lain, huruf Alfabet (Alphabet) sebenarnya berasal dari bahasa Semit, dan secara etimologinya huruf "Alphabet" terdiri atas dua kata, yaitu, aleph (lembu jantan) dan beth (rumah).[butuh rujukan] Sedang bangsa semit, merupakan bangsa yang pertama kali menggunakan huruf Alfabet (Alphabet) tadi.[butuh rujukan] Wilayah perkembangan huruf Alfabet (Alphabet) dalam satu keterangan, berkembang ke Jazirah Arab Utara, Asia Kecil dan Eropa, Jazirah Arab Selatan, dan kemudian sampai pada kita saat ini, sebagi media informasi antar manusia. Namun, tidak bisa dimungkiri peradaban manusia tidak bisa lepas dari sejarah huruf yang merupakan media informasi antar manusia.[1]

Babilonia[sunting | sunting sumber]

Bangsa Semit[sunting | sunting sumber]

Bangsa Tiongkok[sunting | sunting sumber]

Jenis-Jenis Huruf[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ a b c d Georg Scheder. Perihal Cetak-Mencetak. Yogyakarta:Kanisius (Anggota IKAPI). hlm. 11-12. 
  2. ^ Jean Key Gates (1989). Guide to The Use of Libraries and Information Sources. New York:McGraw - Hill Book Company. hlm. 13. 
  3. ^ Wiji Suwarno (2010). Pengetahuan Dasar Kepustakaan: SIsi Penting Perpustakaan dan Pustakawan. Bogor:Penerbit Ghalia Indonesia. hlm. 52. 
  4. ^ "sejarah huruf alfabet". Diakses tanggal 25 September 2012.