Sandung

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Sandung orang Dayak Pesaguan di Desa Tanjung Maloy, Tumbang Titi, Ketapang

Sandung adalah tempat menyimpan tulang orang yang sudah meninggal. Peletakan tulang di sandung dilakukan setelah Upacara Tiwah. Upacara ini biasanya dilakukan oleh Suku Dayak di Kalimantan yang beragama Hindu Kaharingan. Dengan semakin banyaknya penganut Hindu Kaharingan yang masuk ke agama Kristen dan Islam, maka semakin jarang kita temukan sandung pada saat ini. Bahkan pada beberapa lokasi, sandung sudah menjadi sesuatu yang langka, bahkan dijadikan sasaran pencurian benda-benda bersejarah.[1] Pada desa-desa yang pernah menyelenggarakan upacara tiwah, maka kita akan melihat di tempat tersebut ada sandung. Ada sandung yang di bawahnya diletakkan belanga yang dalam istilah Basel Mission disebut The Holy Pot.[2] Di Desa Bukit Rawi, Kabupaten Pulang Pisau, ada sandung yang dijadikan sebagai objek wisata.[3]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ http://www.kapuas.info/2013/02/bukan-sapundu-asli.html
  2. ^ http://www.kapuas.info/2010/10/sandung-di-mantangai-hulu.html
  3. ^ "Salinan arsip". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2013-09-11. Diakses tanggal 2013-09-07. 

Pranala luar[sunting | sunting sumber]