Sampurno

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari

Sampurno adalah mantan Kepala Badan Pengawasan Obat dan Makanan (Badan POM RI) tahun 2001-2006. Saat ini Sampurno menjadi dosen di Fakultas Farmasi, Universitas Pancasila, Jakarta.

Kehidupan masa kecil dan remaja[sunting | sunting sumber]

Sampurno lahir di desa Nganjuk, Jawa Timur, 31 Desember 1950. Ayahnya adalah seorang guru 'ngaji dan petani. Sampurno adalah anak pertama dari lima bersaudara yang kesemuanya laki-laki. Pendidikan SD hingga SMP berlokasi di Nganjuk. Riwayat SMA adalah SMA Muhammadiyah I Jogjakarta (1969), kemudian Sarjana Farmasi (1976) dan Apoteker (1977) dari Fakultas Farmasi UGM.[1]

karier di Badan POM[sunting | sunting sumber]

Pertengahan Maret 1977, Sampurno langsung bekerja sebagai tenaga honorer di kantor Direktorat Jenderal Pengawasan Obat dan Makan (Ditjen POM). Setelah bekerja hampir satu tahun, akhirnya diterima sebagai PNS mulai dari golongan 3A.

Di sela kariernya di Direktorat Jenderal POM (sekarang Badan POM), Sampurno sempat menjabat Direktur Perencanaan dan Pengembangan Perum Bio Farma di Bandung, kurang lebih dua tahun (1994-1995). Kemudian ditarik kembali ke POM pada tahun 1995, menjabat Sekretaris Direktorat Jenderal POM (1995-1998). Sampai menjadi Dirjen POM (1998-2001) dan menjadi Kepala Badan POM, setelah Direktorat Jenderal POM Depkes berubah menjadi Badan POM.

karier di pendidikan[sunting | sunting sumber]

  • Dosen tetap di Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada
  • Dosen undangan untuk mengajar mata kuliah Manajemen Farmasi di berbagai kampus Farmasi di Indonesia
  • Dosen di Fakultas Farmasi Universitas Pancasila (2016-sekarang)

Karya[sunting | sunting sumber]

Sampurno aktif menulis buku, di antaranya:

  • Manajemen Pemasaran Farmasi, UGM Press.
  • Manajemen Stratejik, UGM Press[2]
  • Kewirausahaan Farmasi, UGM Press

Kehidupan pribadi[sunting | sunting sumber]

Istri : Hj. Sri D. Herawati, S.Sos. Anak: Moh.Romadhoni dan Nimas Nurul Nawangwulan.

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ http://www.tokohindonesia.com/biografi/article/286-direktori/2260-bekerja-melebihi-panggilan-tugas
  2. ^ https://kemenkeulib.wordpress.com/category/management/