Salanoia durrelli

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Salanoia durrelli Edit the value on Wikidata
Alaotra carnivore credit Fidimalala Bruno Ralainasolo.jpg
Taksonomi
KerajaanAnimalia
FilumChordata
KelasMammalia
OrdoCarnivora
FamiliEupleridae
GenusSalanoia
SpesiesSalanoia durrelli Edit the value on Wikidata
Distribusi
Salanoia durrelli range map.svg
Penyebaran Salanoia durrelli[1]
EndemikMadagaskar Edit the value on Wikidata

Salanoia durrelli (bahasa Inggris: Durrell's vontsira)[2] adalah binatang mamalia asal Madagaskar dari famili Eupleridae dan ordo Carnivora. Binatang yang menyerupai luwak ini memiliki hubungan dekat dengan garangan berekor cokelat (Salanoia concolor), dan keduanya membentuk genus Salanoia. Keduanya memiliki kesamaan secara genetis, tetapi berbeda secara morfologis sehingga para ilmuwan memandang keduanya sebagai dua spesies yang berbeda. Setelah penelitian atas seekor spesimen pada tahun 2004, binatang ini menjadi dikenal bagi ilmu pengetahuan dan S. durrelli dideskripsikan sebagai spesies baru pada tahun 2010. Binatang ini endemik di daerah Lac Alaotra.

Salanoia durrelli merupakan karnivora kecil berwarna cokelat kemerahan, ditandai dengan kaki yang lebar dengan bantalan yang menonjol, warna kemerahan pada kulit bagian dalam, juga gigi yang kokoh dan lebar, di samping perbedaan-perbedaan lainnya dari Salanoia concolor. Dua spesimen yang ditimbang menunjukkan massa tubuh 600 g dan 675 g. Salanoia durrelli adalah hewan yang tinggal di rawa yang mungkin memakan krustasea dan moluska. Daerah Lac Alaotra merupakan ekosistem yang terancam, dan S. durrelli mungkin juga terancam punah karena persaingan dengan spesies pendatang.

Taksonomi

Pada tahun 2004, seekor Salanoia durrelli terpantau sedang berenang oleh Durrell Wildlife Conservation Trust (DWCT) saat dilakukan pengamatan terhadap lemur bambu (Hapalemur) di daerah Lac Alaotra, lahan basah terbesar di Madagaskar. Hewan ini ditangkap, difoto, dan kemudian dilepaskan, tetapi pemeriksaan atas foto tersebut menunjukkan bahwa hewan ini tidak bisa diidentifikasi dengan satu pun spesies yang dikenal dari karnivora malagasi (famili Eupleridae). Oleh karena itu, dua spesimen kemudian ditangkap pada tahun 2005 oleh DWCT. Salah satunya dibunuh untuk memfasilitasi perbandingan morfologi tambahan.[3] Pada tahun 2010, hewan ini secara resmi dideskripsikan sebagai Salanoia durrelli dalam sebuah makalah karya pelestari Joanna Durbin dan tim ilmuwan dari Climate, Community & Biodiversity Alliance, Nature Heritage, Museum Sejarah Alam di London, Conservation International, dan DWCT.[4] Nama spesifiknya, durrelli, diberikan untuk menghormati Gerald Durrell, seorang pelestari dan pendiri DWCT.[5] Sebelumnya warga setempat sudah melaporkan adanya seekor karnivora kecil di Alaotra, dan dispekulasikan bahwa hewan itu adalah Salanoia concolor yang berkerabat dekat dengannya.[6]

Salanoia durrelli ditempatkan dalam genus Salanoia, yang sebelumnya hanya mencakup Salanoia concolor dari Madagaskar timur. S. durrelli menunjukkan perbedaan-perbedaan morfologi yang substansial dari S. concolor, tetapi DNA mitokondria dari kedua spesies ini sangat mirip.[7] Para penemunya memutuskan untuk menganggap populasi Lac Alaotra sebagai suatu spesies terpisah mengingat adanya perbedaan morfologi yang signifikan. Kekhasan morfologi yang diamati mungkin merupakan hasil dari adaptasi dengan kehidupan di lahan basah Alaotra, mirip dengan spesies lemur bambu Alaotra, Hapalemur alaotrensis, yang mana juga diakui sebagai suatu spesies yang berbeda meskipun secara genetik berkerabat dekat dengan Hapalemur griseus yang lebih tersebar luas.[8]

Deskripsi

Salanoia durrelli paling mirip dengan Salanoia concolor,[3] yaitu karnivora kecil seperti garangan.[9] Hewan ini secara keseluruhan berwarna cokelat kemerahan, lebih pucat dari S. concolor.[10] Kepala dan tengkuknya berbintik.[5] Tubuh bagian bawahnya kuning kemerahan, tidak kecokelatan seperti pada S. concolor.[10] Sebagian besar warna ekor mirip dengan tubuhnya, tetapi ujungnya berwarna cokelat kekuningan. Bagian dalam telinga eksternal yang berbulu (pina) berwarna kuning kemerahan. Kaki bawahnya yang luas tak berambut, dengan kulit telanjang kekuningan pada kaki depan dan cokelat gelap pada kaki belakang, serta menunjukkan bantalan menonjol. Masing-masing dari lima jari pada kaki bagian depan dan belakang memiliki cakar panjang yang berwarna cokelat gelap. Terdapat deretan rambut kaku sepanjang tepi luar kaki.[5] Sebaliknya, S. concolor memiliki kaki sempit dengan bantalan yang kurang berkembang.[10] Pada S. durrelli, bulunya panjang dan lembut.[5]

Gambar hitam putih seekor hewan seperti musang di atas batu
Garangan berekor cokelat (Salanoia concolor), kerabat terdekat S. durrelli (ekor pada ilustrasi ini tidak lengkap)[11]

Dalam spesimen holotipe, yaitu seekor betina, panjang kepala dan tubuhnya 310 mm (12,2 in), panjang ekor 210 mm (8,3 in), panjang kaki belakang 66,8 mm (2,63 in), panjang telinga 17,5 mm (0,69 in), dan massa tubuh 675 g (24 oz). Dalam spesimen lain, yaitu seekor jantan yang ditangkap dan dilepaskan, panjang kepala dan tubuh sekitar 330 mm (13 in), panjang ekor sekitar 175 mm (6,9 in), dan massa tubuh 600 g (21 oz).[5] Berdasarkan data-data yang terbatas, S. durrelli mungkin sedikit lebih kecil dari garangan berekor cokelat.[10]

Secara umum, tengkoraknya menyerupai garangan berekor cokelat, tetapi moncong (bagian depan) S. durrelli luas dan mendalam, tulang hidungnya luas dan pendek, dan wilayah langit-langitnya luas. Mandibulanya kuat dan menunjukkan tonjolan koronoid (proyeksi di belakang tulang) yang tinggi dan naik dengan curam.[10] Analisis statistik dari pengukuran tengkorak dan gigi secara kuat memisahkan spesimen S. durrelli dari garangan berekor cokelat.[12]

Salanoia durrelli memiliki gigi yang lebih kuat daripada garangan berekor cokelat; gigi memiliki area permukaan yang lebih besar.[10] Gigi seri atas pertama dan kedua lebih kecil dari yang ketiga, yang dipisahkan oleh diastema (celah) yang jelas dari gigi taring.[13] Gigi taringnya lebih kuat daripada garangan berekor cokelat. Geraham kecil atas pertama berukuran kecil, tetapi yang kedua dan ketiga lebih besar; dua gigi ini lebih pendek dan lebih luas daripada garangan berekor cokelat.[14] Geraham kecil keempat berukuran besar, seperti geraham pertama.[13] Geraham atas kedua kurang dari sepertiga ukuran geraham pertama, dan lebih tereduksi dibandingkan dengan garangan berekor cokelat, yaitu sekitar dua pertiga ukuran geraham pertama.[14] Gigi seri bawah pertama lebih kecil dibandingkan dengan dua lainnya. Gigi taring, geraham kecil, dan geraham bawah pertama yang berkembang dengan baik. Geraham kedua luas,[13] tetapi lebih kecil daripada garangan berekor cokelat.[14]

Distribusi, habitat, dan perilaku

Salanoia durrelli telah tercatat di Andreba, daerah berawa pada ketinggian 750 m (2.460 kaki) di atas permukaan laut pantai timur Lac Alaotra.[5] Keberadaan terdekat dari garangan berekor cokelat adalah sekitar 55 km (35 mil) dari Alaotra. Spesimen yang pertama diamati sedang berenang; mungkin telah melarikan diri dari aktivitas manusia di pantai. Dua spesimen lainnya tertangkap di gelaran vegetasi mengambang. Dengan demikian, S. durrelli hidup di habitat rawa yang sangat berbeda dari garangan berekor cokelat yang tinggal di hutan. S. durrelli dapat menggunakan gigi yang kuat untuk memakan mangsa dengan bagian keras, seperti krustasea dan moluska, selain vertebrata kecil, alih-alih serangga yang dimakan oleh garangan berekor cokelat. Dua spesimen S. durrelli ditangkap menggunakan perangkap berumpan dengan ikan dan daging. S. durrelli mirip dalam banyak hal dengan garangan rawa Afrika (Atilax paludinosa) daratan yang lebih besar, sebuah karnivora penghuni lahan basah yang juga menggunakan gelaran vegetasi untuk makan dan tidur.[15]

Status konservasi

Habitat yang unik dari Lac Alaotra terancam oleh polusi, perusakan rawa-rawa untuk pembangunan sawah, pengambilan ikan berlebihan, dan spesies pendatang seperti ikan eksotis, tanaman, tikus hitam (Rattus rattus), musang kecil India (Viverricula indica), dan karnivora kecil yang lain.[16] Seekor burung yang terbatas di daerah tersebut, grebe Alaotra (Tachybaptus rufolavatus), dinyatakan punah pada tahun 2010[17] dan populasi lemur bambu turun sekitar 30% dari tahun 1994 hingga 1999.[18] Sebagai spesies yang terdistribusi secara sempit dengan populasi kecil, S. durrelli kemungkinan akan terancam oleh degradasi habitat dan mungkin persaingan dengan musang kecil India dan tikus hitam, tetapi status konservasinya belum secara resmi dinilai. DWCT bekerja untuk melestarikan daerah Lac Alaotra dan daerah itu telah ditetapkan sebagai kawasan yang dilindungi.[16]

Referensi

  1. ^ Durbin dkk, 2010, gambar 1
  2. ^ Gill, 2010
  3. ^ a b Durbin et al., 2010, hlm. 342
  4. ^ Durbin et al., 2010, hlm. 341
  5. ^ a b c d e f Durbin et al., 2010, hlm. 346
  6. ^ Garbutt, 1999, hlm. 140
  7. ^ Durbin et al., 2010, hlm. 345–346
  8. ^ Durbin et al., 2010, hlm. 351–352
  9. ^ Garbutt, 2007, hlm. 219
  10. ^ a b c d e f Durbin et al., 2010, hlm. 348
  11. ^ Geoffroy Saint-Hilaire, 1839; cf. Garbutt, 2007, hlm. 219–220
  12. ^ Durbin et al., 2010, hlm. 344
  13. ^ a b c Durbin et al., 2010, hlm. 347
  14. ^ a b c Durbin et al., 2010, hlm. 349
  15. ^ Durbin et al., 2010, hlm. 350
  16. ^ a b Durbin et al., 2010, hlm. 352
  17. ^ BirdLife International, 2010
  18. ^ Mutschler et al., 2001

Daftar pustaka