Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
(Dialihkan dari SOKSI)
Lompat ke: navigasi, cari
Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia
Logo SOKSI.jpg
Singkatan SOKSI
Kantor pusat Indonesia
Wilayah layanan
Indonesia
Ketua Umum
-

Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia adalah organisasi buruh atau pekerja seluruh Indonesia yang didirikan pihak militer untuk mengimbangi keberadaan Sentral Organisasi Buruh Seluruh Indonesia yang dianggap radikal dan kekiri-kirian. Militer mendirikan SOBSI bersama Musyawarah Kekeluargaan Gotong Royong (MKGR), Koperasi Serba Guna Gotong Royong (KOSGORO), Gerakan Karyawan Rakyat Indonesia (GAKARI). Rezim Orde Baru menaruh perhatian khusus dalam memainkan politik bahasa sejak duduk dalam tampuk kekuasaan dan usaha melegitimasi kekuatan.[1][2][3] [note 1]

Kemudian, SOKSI [note 2] membentuk juga ormas-ormas untuk mengimbangi ormas yang bernanung di bawah PKI atau partai-partai lain. Umpamanya, didirikan P3I untuk mengimbangi Pemuda Rakyat, Gerwasi untuk menghadapi Gerakan Wanita Indonesia (Gerwani), Gertasi dan Kartasi untuk menghadapi Barisan Tani Indonesia (BTI), Lembaga Kebudayaan Rakyat Indonesia (LEKRI) untuk menghadapi Lembaga Kebudayaan Rakyat (LEKRA).[5]

Lihat juga[sunting | sunting sumber]

Catatan[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Lembaga Kebudayaan Rakyat Indonesia (LEKRI) yang merupakan organ afiliasi didirikan untuk mengimbangi Lembaga Kebudayaan Rakyat (LEKRA) yang secara personal mayoritas tokohnya beraliran kiri dan dekat dengan Partai Komunis Indonesia.
  2. ^ Di sisi lain ada organisasi yang bernama SOKSI dengan kepanjangan Serikat Organisasi Karyawan Sosialis Indonesia yang berdiri pada 31 Mei 1961 sebagai payung untuk persatuan dagang dan kelompok fungsional (terkontrol militer) organisasi anti komunis yang di akhir 1960 bergabung ke dalam Golkar.[4]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Vedi R. Hadiz, Daniel Dhakidae (2005). Social Science and Power in Indonesia. Jakarta & Singapur: Equinox Publishing. p. 169. 
  2. ^ R. B. Cribb, Audrey Kahin (2004). "Historical Dictionary of Indonesia". Maryland, Amerika: Scarecrow Press, Inc. 
  3. ^ Sukardi Rinakit (2005). "The Indonesian Military After the New Order". Singapur: Nias Press. 
  4. ^ David Bourchier (2015). "Illiberal Democracy in Indonesia: The Ideology of the Family State". Routledge. 
  5. ^ Umar Said (November 2000). "Cegah Neo-Orba, dan blejeti terus Golkar". Paris: Wirantaprawira.de. Diakses tanggal 5 September 2015.