Rudy Handoko Tanin

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Jump to navigation Jump to search

Rudy Handoko Tanin (lahir di Medan, Sumatera Utara, 12 Oktober 1990; umur 28 tahun) adalah peraih medali emas dalam Olimpiade Fisika Internasional 2008, Olimpiade Fisika Asia 2008, dan Olimpiade Fisika Asia 2007.

Anak ke-2 dari pasangan Tjoea Joe San dan Linda Ang ini, berhasil mempersembahkan medali emas untuk Indonesia dalam Olimpiade Fisika Internasional (nama resmi: International Phisics Olympiad atau IPhO) ke-39 di Hanoi, Vietnam pada 20-29 Juli 2008. Dalam kompetisi yang diikuti 376 peserta dari 82 negara tersebut, Tim Olimpiade Fisika Indonesia (TOFI) berhasil menempati peringkat 2 dengan perolehan 2 medali emas, 2 perak, dan 1 perunggu. Medali emas diperoleh Kevin Winata (SMAK 1 BPK Penabur Jakarta) dan Rudy Handoko Tanin (SMA Sutomo 1 Medan), medali perak diperoleh Thomas Aquinas Nugraha Budi (SMAN 78 Jakarta) dan Adam Badra Cahaya (SMAN 1 Jember), dan medali perunggu diperoleh Tyas Kokasih (SMA Taruna Nusantara Magelang).

Dalam Olimpiade Fisika Asia (nama resmi: Asian Physics Olympiad atau APhO) ke-9 di Ulaanbaatar, Mongolia pada 20-28 April 2008, Tim Olimpiade Fisika Indonesia meraih 3 medali emas, 1 perak, 1 perunggu, dan 4 honorable mention. Medali emas diperoleh Kevin Winata (SMAK 1 BPK Penabur Jakarta), Rudy Handoko Tanin (SMA Sutomo 1 Medan), dan Adam Badra Cahaya (SMAN 1 Jember). Medali perak diperoleh Thomas Aquinas Nugraha Budi (SMAN 78 Jakarta) dan medali perunggu diperoleh Tyas Kokasih (SMA Taruna Nusantara Magelang). Dalam kompetisi yang diikuti 18 negara tersebut, Indonesia berhasil menempati peringkat dua dan juara satu direbut oleh China dengan perolehan 8 medali emas.

Dalam Olimpiade Fisika Asia ke-8 di Shanghai, China pada 22-28 April 2007, Tim Olimpiade Fisika Indonesia meraih 2 medali emas, 3 perak, 1 perunggu, dan 1 honorable mention. Medali emas diperoleh Muhammad Firmansyah Kasim (SMA Islam Athirah Makassar) dan Rudy Handoko Tanin (SMA Sutomo 1 Medan). Medali perak diperoleh Ivan Gozali (SMA Kanisius Jakarta), David Halim (SMA Xaverius Lampung), dan Musawwadah Mukhtar (SMAN 78 Jakarta), serta medali perunggu diperoleh Yosua M Maranatha (SMAN 3 Yogyakarta).

Prestasi[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]