Lompat ke isi

Roro Mendut (seri televisi)

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Roro Mendut
Genre
Ditulis olehImam Tantowi
CeritaY.B Mangunwijaya
SutradaraWang Yi Kai
Pemeran
Pencipta lagu temaDwiki Dharmawan
Negara asalIndonesia
Bahasa asliBahasa Indonesia
Jml musim1
Jml episode9
Produksi
ProduserBudhi Sutrisno
Pengaturan kameraMulti-kamera
Durasi60 menit
Rumah produksiGenta Buana Paramita
DistributorIndosiar Karya Media
Rilis asli
JaringanIndosiar
Rilis18 Januari (2005-01-18) 
29 Januari 2005 (2005-1-29)

Roro Mendut adalah serial televisi Indonesia produksi Genta Buana Paramita yang ditayangkan perdana 18 Januari 2005 di Indosiar. Serial ini disutradarai oleh Wang Yi Kai dan dibintangi oleh Revi Mariska, Afdhal Yusman dan Penty Nurafiani.

Badai dahsyat mengamuk mengharubirukan sebuah kapal layar. Nakhoda kapal tersebut, Pronocitro dan awak kapalnya berusaha keras menyelamatkan kapal dari keganasan ombak laut. Ternyata badai itu disebabkan Jin Jahat Penguasa Laut Cina Selatan yang ingin menenggelamkan kapal itu lantaran Pronocitro tidak memberi sesaji padanya. Walau Jaka Belek sudah meminta Pronocitro memberikan sesaji berupa kambing yang mereka bawa. Tetap saja Pronocitro menolak, bahkan nekat menyerang Jin Jahat. Terjadilah pertarungan seru antara mereka, tetapi Pronocitro kewalahan menghadapi Jin Jahat yang lebih kuat. Tiba-tiba dari angkasa terbang meluncur seorang anak lelaki usia 12 tahun, Bagus Kelana yang lalu menyerang Jin Jahat itu. Jin Jahat Penguasa Laut Cina Selatan jadi kaget. Bagus Kelana menyerang Jin Jahat dengan ganas. Pronocitro menyaksikan dengan kagum dan tak menyangka jika anak kecil ternyata memiliki kesaktian hebat. Jin Jahat keteteran, akhirnya kabur melarikan diri terjun ke dalam air. Pronocitro berterima kasih pada Bagus Kelana. Sementara itu di tempat lain, sebuah perahu layar bercadik menuju ke sebuah pantai. Di pantai itu seorang gadis dengan ceria melambaikan tangannya, namanya Mendut. Mendut gembira menyambut kedatangan perahu milik kakak ibunya, yang selalu ia panggil dengan Wo atau paman tua. Keceriaan gadis yang baru tumbuh besar itu disaksikan oleh ketiga pria berkuda yang berbusana gemperlap. Salah satunya adalah Adipati Pragolo yang masih muda dan tampan. Ia tertarik pada sikap Mendut yang lincah tetapi tidak acuh padanya.

Pranala luar

[sunting | sunting sumber]