Ricky Elson

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Ricky Elson
Lahir11 Juni 1980 (umur 39)
Bendera Indonesia Padang, Sumatra Barat
KebangsaanBendera Indonesia Indonesia
AlmamaterUniversitas Andalas
PekerjaanTeknokrat
Dikenal atas- Ahli motor penggerak listrik
- Pelopor mobil listrik nasional

Ricky Elson (lahir di Padang, Sumatra Barat, 11 Juni 1980; umur 39 tahun) adalah seorang teknokrat Indonesia yang ahli dalam teknologi motor penggerak listrik. Ia yang merancang bangun mobil listrik Selo bersama Danet Suryatama yang merancang bangun Tucuxi dianggap sebagai pelopor mobil listrik nasional.[1][2][3]

Ricky menempuh pendidikan tinggi teknologinya di Jepang, kemudian bekerja di sebuah perusahaan di negeri sakura itu. Selama 14 tahun di sana, Ricky telah menemukan belasan teknologi motor penggerak listrik yang sudah dipatenkan di Jepang.[4]

Riwayat[sunting | sunting sumber]

Tertarik dengan kemampuan Ricky untuk pengembangan teknologi mobil listrik, Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Dahlan Iskan meminta Ricky dan beberapa praktisi pengembang teknologi mobil listrik lainnya untuk bersinergi bersama Kementerian Riset dan Teknologi Indonesia, lembaga penelitian, beberapa universitas dan lembaga pemerintahan terkait, demi mempercepat pengembangan mobil listrik Indonesia. Bahkan Dahlan Iskan rela menghibahkan gajinya sebagai menteri kepada Ricky.[5]

Sebelum kuliah ke Jepang, Ricky Elson menamatkan sekolah menengahnya di SMA Negeri 5 Padang pada tahun 1998.[6]

Di pertengahan tahun 2013, Ricky dan timnya bekerja menyelesaikan beberapa purwarupa mobil listrik yang diberi nama Selo dan Gendhis yang digunakan pada KTT APEC yang telah dilaksanakan pada Oktober 2013 di Denpasar, Bali.[7] Namun kemudian proyek mobil listrik nasional itu menghadapi hambatan, karena peraturannya tidak segera keluar. Lelah menunggu kepastian tentang proyek tersebut yang tak kunjung jelas statusnya, ia kemudian kembali ke perusahaan tempat ia semula bekerja di Jepang.[1]

Kabar terakhir dari tokoh ini, ia telah kembali ke Indonesia dan pada kisaran 2011-2012 ia menggagas sebuah pusat riset yang ia namakan Lentera Angin Nusantara, bertempat di Dusun Lembur Tengah, Desa Ciheras, Kecamatan Cipatujah, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat.[8] [9] [10]

Referensi[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]