Radionuklida

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian

Radionuklida atau biasa disebut radioisotop adalah suatu isotop dari zat radioaktif. radionuklida ini mampu memancarkan radiasi dengan intensitas tertentu. Radionuklida dapat terjadi secara alamiah ataupun sengaja (dibuat oleh manusia dalam reaktor) pada suatu penelitian.

Produksi[sunting | sunting sumber]

Keberadaan radionuklida dengan proses aktivasi dilakukan dengan cara menembaki isotop yang stabil dengan neutron di dalam teras reaktor. Proses ini lazim disebut sebagai "irradiasi neutron", sedangkan bahan yang disinari disebut target atau sasaran. Neutron yang ditembakkan akan masuk ke dalam inti atom target sehingga jumlah neutron dalam inti target tersebut bertambah. Peristiwa ini dapat mengakibatkan ketidakseimbangan atau ketidakstabilan inti atom sehingga sifatnya berubah menjadi radioaktif.

Banyak isotop buatan yang dapat dimanfaatkan antara lain:

  • Na-24
  • P-32
  • Cr-51
  • Tc-99
  • I-131

Penerapan[sunting | sunting sumber]

Kedokteran[sunting | sunting sumber]

Radiasi yang dihasilkan oleh unsur radioaktif mudah dikenal sehingga mudah dilacak. Berdasarkan sifat ini, radioisotop dapat dimanfaatkan untuk berbagai hal.Salah satunya ialah untuk mendeteksi adanya tumor dalam tubuh, yang dilakukan dengan isotop Tc-99. Digunakannya Tc-99 ini mempunyai alasan tersendiri. Alasan pertama, waktu paruh yang dimiliki tidak terlalu kecil dan besar. Jika waktu paruh terlalu kecil radioisotop terlalu sulit untuk dideteksi(setelah disuntikkan, tak lama kemudian akan hilang kereaktifannya). Dan jika radioisotop yang disuntikkan memiliki waktu paruh yang besar akan berbahaya bagi tubuh. Tc-99 merupakan paruh waktu yang sangat cocok bila digunakan untuk mendeteksi adanya penyakit dalam tubuh manusia Tc-99 Memiliki waktu paruh yang sangat ideal bagi penyelidikan penyakit dalam tubuh manusia.