Pupuan, Tabanan

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Pupuan
Kecamatan
Locator Kecamatan Pupuan di Kabupaten Tabanan.png
Peta lokasi Kecamatan Pupuan
Negara Indonesia
ProvinsiBali
KabupatenTabanan
Pemerintahan
 • CamatI Putu Hendra Manik Maswata, AP[1]
Kodepos82163
Kepadatan214 jiwa/km²(2017)[2]
Desa/kelurahan14 desa

Pupuan adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Tabanan, Provinsi Bali, Indonesia.

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Pupuan berasal dari bahasa Bali “pupu” yang artinya “paha”, karena letaknya di "paha" Gunung Batukaru. Nama Pupuan juga berasal dari kata “plupuhan” yang artinya “kubangan”, karena memang posisinya dikelilingi oleh dataran tinggi, sehingga tampak seperti kubangan.

Geografi[sunting | sunting sumber]

Kecamatan Pupuan merupakan salah satu dari 10 kecamatan yang ada di Kabupaten Tabanan, terletak kurang lebih 45 km di sebelah barat Kota Kabupaten Tabanan. Luas Kecamatan Pupuan adalah 172,02 km² atau sekitar 21,33% dari total luas Kabupaten Tabanan dengan ketinggian sampai 1.879 m di atas permukaan laut.[5]

Batas wilayah[sunting | sunting sumber]

Adapun batas wilayah kecamatan Pupuan adalah:

Utara kecamatan Busung Biu, Buleleng
Selatan kecamatan Selemadeg Barat, Tabanan
Barat kecamatan Selemadeg Barat, Tabanan dan kecamatan Busung Biu, Buleleng
Timur kecamatan Penebel, Tabanan

Iklim[sunting | sunting sumber]

Kecamatan Pupuan merupakan daerah yang sangat potensial untuk dikembangkan dalam bidang pertanian dan perkebunan, karena selain lahan yang subur, curah hujan yang cukup tinggi serta wilayahnya terdiri dari lahan pertanian dan perkebunan yang cukup luas.

Data iklim Pupuan, Tabanan, Bali
Bulan Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agt Sep Okt Nov Des Tahun
Rata-rata tertinggi °C (°F) 33.0
(91.4)
33.4
(92.1)
33.6
(92.5)
34.4
(93.9)
33.1
(91.6)
31.4
(88.5)
30.4
(86.7)
29.6
(85.3)
31.4
(88.5)
33.6
(92.5)
32.7
(90.9)
33.0
(91.4)
32.47
(90.44)
Rata-rata harian °C (°F) 23.3
(73.9)
23.3
(73.9)
23.3
(73.9)
23.2
(73.8)
23.2
(73.8)
22.4
(72.3)
22.2
(72)
22.0
(71.6)
22.7
(72.9)
23.6
(74.5)
23.7
(74.7)
23.7
(74.7)
23.05
(73.5)
Rata-rata terendah °C (°F) 24.1
(75.4)
24.2
(75.6)
24.0
(75.2)
24.8
(76.6)
24.1
(75.4)
23.5
(74.3)
23.0
(73.4)
22.5
(72.5)
22.9
(73.2)
23.7
(74.7)
23.5
(74.3)
23.5
(74.3)
23.65
(74.58)
Presipitasi mm (inci) 341
(13.43)
546
(21.5)
233.5
(9.193)
307
(12.09)
258
(10.16)
325
(12.8)
256
(10.08)
63.5
(2.5)
74
(2.91)
373
(14.69)
419
(16.5)
507
(19.96)
3.703
(145,813)
Rata-rata hari hujan atau bersalju 21 20 18 14 10 8 6 4 4 5 10 18 138
% kelembapan 79.5 79.6 80.2 79.2 80.1 78.8 77.6 76.4 75.8 75.3 77.7 793.4 137.8
Sumber: Weatherbase[6]

Pembagian Administratif[sunting | sunting sumber]

Secara administratif, Kecamatan Pupuan terdiri dari 14 desa yang diurutkan secara abjad sebagai berikut:[2]

  1. Bantiran
  2. Batungsel
  3. Belatungan
  4. Belimbing
  5. Jelijih Punggang
  6. Karya Sari
  7. Kebon Padangan
  8. Munduk Temu
  9. Padangan
  10. Pajahan
  11. Pujungan
  12. Pupuan
  13. Sai
  14. Sanda

Dari 14 desa tersebut, terdapat 71 Banjar Dinas, 24 Desa Adat, dan 71 Banjar Adat.

Demografi[sunting | sunting sumber]

Berdasarkan sensus BPS tahun 2010, jumlah penduduk kecamatan Pupuan berjumlah 38.361 jiwa.[7] Berdasarkan proyeksi BPS tahun 2016, jumlah penduduk dapat mencapai 39.040 jiwa atau sekitar 8,9% dari penduduk kabupaten Tabanan yang terdiri dari 19.450 laki-laki dan 19.590 perempuan. Sedangkan berdasarkan data Kemendagri sampai dengan tahun 2017, penduduk kecamatan Kediri sudah mencapai 41.706 jiwa.[8]

Proyeksi Penduduk Menurut Umur dan Jenis Kelamin Tahun 2016[sunting | sunting sumber]

Kelompok Umur

(tahun)

Jenis Kelamin
Laki-laki Perempuan Total
0-4 1240 1130 2370
5-9 1410 1330 2740
10-14 1680 1550 3230
15-19 990 890 1880
20-24 970 1020 1990
25-29 1190 1130 2320
30-34 1300 1280 2580
35-39 1630 1520 3150
40-44 1840 1860 3700
45-49 1890 1980 3870
50-54 1670 1620 3290
55-59 1200 1310 2510
60-64 880 990 1870
65-69 660 720 1380
70-74 450 560 1010
75+ 450 700 1150
Total 19450 19590 39040

Sebagian besar penduduk Kecamatan Pupuan beragama Hindu. Pada tahun 2016 di Kecamatan Pupuan terdapat 152 buah tempat peribadatan untuk Agama Hindu, 3 buah untuk Agama Islam, 3 buah untuk Agama Kristen dan 1 buah untuk Agama Buddha.[2]

Pendidikan[sunting | sunting sumber]

Sarana dan prasarana pendidikan yang ada di Pupuan tahun 2016 meliputi TK 18 buah, SD 30 buah, SMP 6 Buah, dan SMU 1 buah. Di Pupuan juga terdapat 2 puskesmas, 10 puskesmas pembantu, dan 72 posyandu.[9]

Pertanian dan Perkebunan[sunting | sunting sumber]

Kecamatan Pupuan memiliki luas 1877 hektar untuk lahan persawahan. Kontur tanahnya yang berbukti menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan mancanegara. Selain itu, Kecamatan Pupuan juga terkenal sebagai daerah penghasil kopi Robusta di Bali. Sejak 30 Januari 2017, Kopi Robusta Pupuan mendapat sertifikat indikasi geografis (SIG) dari Kementrian Hukum dan HAM RI karena memiliki kekhasan yang tidak ditemukan di tempat lain.[10][11]

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ SuaraDewata.com-Camat Pupuan Mengucapkan Selamat Hari Raya Nyepi, tanggal 22 Maret 2017
  2. ^ a b c d "Badan Pusat Statistik". tabanankab.bps.go.id (dalam bahasa Indonesia). Diakses tanggal 2018-02-16.  Kesalahan pengutipan: Tanda <ref> tidak sah; nama ":0" didefinisikan berulang dengan isi berbeda
  3. ^ Prodeskel Binapemdes Kemendagri
  4. ^ Penduduk Indonesia Menurut Desa 2010, hal.1374
  5. ^ "Badan Pusat Statistik. Nama Kecamatan, Luas Wilayah dan Ketinggian dari Pemukaan Laut di Kabupaten Tabanan 2016". tabanankab.bps.go.id. Diakses tanggal 2018-02-16. 
  6. ^ "Munduk, Indonesia". Weatherbase. Diakses tanggal 24 April 2018. 
  7. ^ Penduduk Indonesia Menurut Desa 2010, hal.1374
  8. ^ Prodeskel Binapemdes Kemendagri
  9. ^ Kecamatan Pupuan dalam Angka 2017, hal.43
  10. ^ JawaPos.com. "Miliki Cita Rasa Cokelat, Kopi Robusta Pupuan Dapat Sertifikat". Diakses tanggal 2018-02-16. 
  11. ^ DJKI Kementerian Hukum dan HAM RI. "Berita Resmi Indikasi Geografis Seri-A. Kopi Robusta Pupuan Bali". link. Diakses tanggal 2018-02-16.

Pranala luar[sunting | sunting sumber]