Psikologi humanis

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Jump to navigation Jump to search

Psikologi humanis adalah pendekatan psikologi yang menekankan kehendak bebas, pertumbuhan pribadi, kegembiraan, kemampuan untuk pulih kembali setelah mengalami ketidakbahagiaan, serta keberhasilan dalam merealisasikan potensi manusia.[1] Tujuan psikologi humanis adalah membantu manusia mengekspresikan dirinya secara kreatif dan merealisasikan potensinya secara utuh.[1] Pencetus psikologi humanistik adalah Abraham Maslow.[2]

Ciri psikologi humanis[sunting | sunting sumber]

Psikologi humanistik dapat dimengerti dari tiga ciri utama, yaitu:[3]

  • Psikologi humanis menawarkan satu nilai yang baru sebagai pendekatan untuk memahami sifat dan keadaan manusia
  • Psikologi humanis menawarkan pengetahuan yang luas akan kaidah penyelidikan dalam bidang tingkah laku manusia
  • Psikologi humanis menawarkan metode yang lebih luasakan kaidah-kaidah yang lebih efektif dalam dalam pelaksanaan psikoterapi

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ a b Wade & Tavris, Psikologi Jilid 1, Jakarta: Erlangga, 2007, hal. 23
  2. ^ ""Makalah Psikologi: Psikologi Humanistik"". Diakses tanggal 2011-07-20. 
  3. ^ ""Psikologi Humanistik"". Diakses tanggal 2011-07-20.