Lompat ke isi

Proses Hall–Héroult

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Ilustrasi elektrolisis lebur dalam proses Hall-Héroult.

Proses Hall-Héroult adalah proses yang digunakan untuk menghasilkan logam aluminium murni dari aluminium oksida di dalam smelter aluminium. Aluminium oksida yang telah dihasilkan dari proses Bayer dilarutkan ke dalam kriolit dan kemudian aluminium dihasilkan lewat proses elektrolisis lebur.[1]

Alumunium adalah salah satu logam terbanyak dalam lapisan Bumi (hampir dua kali dari cadangan besi), namun karena proses ekstrasinya yang rumit dan tidak efisien menjadikanya logam yang langka dan mahal[2]. Terdapat dua orang penemu yang menemukan proses ini secara terpisah pada tahun 1886, yaitu Charles Martin Hall dan Paul Héroult. Prosedur ini (dengan beberapa perbaikan) kini masih digunakan di bidang perindustrian. Secara berangsur harga alumunium turun drastis yang pada pertengahan abad ke-19 bernilai 550$ per pound menjadi 25 sen 50 tahun kemudian.[3]

Sebelum proses elektrolisis lebur, aluminium oksida (titik lebur 2045 °C) dicampur dengan kriolit (Na3[AlF6]) untuk menurunkan titik leburnya. Campuran yang dihasilkan (yang terdiri dari 80-90% kriolit) kini memiliki titik lebur 950 °C, sehingga proses elektrolisis lebur pun menjadi dimungkinkan.[4]

Proses elektrolisisnya dapat disederhanakan seperti ini:

Katode:

Al+3 + 3 e− → Al

Anoda:

O−2 + C → CO + 2 e−

Secara keseluruhan:

Al2O3 + 3 C → 2 Al + 3 CO

Dalam kenyataannya, lebih banyak CO2 yang dibentuk di anode daripada CO:

Al2O3 + 3/2 C → 2 Al + 3/2 CO2

Lihat pula

[sunting | sunting sumber]

Catatan kaki

[sunting | sunting sumber]
  1. ↑ M. Binnewies et alii: Allgemeine und Anorganische Chemie. 2. Auflage. Spektrum, 2010, ISBN 3-8274-2533-6. S.404f
  2. ↑ Kean, Sam (2010-07-30). "Aluminum: It Used To Be More Precious Than Gold". Slate Magazine. Diakses tanggal 2026-09-17.
  3. ↑ Kean, Sam (2010-07-30). "Aluminum: It Used To Be More Precious Than Gold". Slate Magazine. Diakses tanggal 2026-09-17.
  4. ↑ Energieeffizienz in der Aluminium-Gewinnung (PDF; 1,8 MB).