Lompat ke isi

Pertempuran Dzatus Shawari

Pertempuran Dzatus Shawari[1]
Bagian dari Peperangan Romawi Timur-Arab

Pertempuran Dzatus Shawari, seperti yang digambarkan dalam Tārīkhunā bi-uslūb qaṣaṣī (Sejarah Kita dalam gaya Narasi), diterbitkan tahun 1935
Tanggal655
LokasiDi lepas pantai Likia di Finike, Laut Tengah
Hasil Kemenangan Kekhalifahan Rasyidin
Pihak terlibat
Kekhalifahan Rasyidin Kekaisaran Bizantium
Tokoh dan pemimpin
Abu al-A'war as-Sulami[2][3]
Abdullah bin Sa'ad[4]
Busr bin Artha'ah[5]
Konstans II[6]
Kekuatan
200 kapal[4] 500–600 kapal (sebagian sejarawan menyebut 1000 kapal)[7]
Korban
Berat Tidak terbilang[8]

Pertempuran Dzatus Shawari (bahasa Arab: معركة ذات الصواري, translit. Ma‘rakah Dzātus Ṣhawārī) yang memiliki arti Pertempuran Tiang Kapal[7] atau disebut juga Pertempuran Foinikos adalah sebuah pertempuran laut krusial yang terjadi pada 35 H[9] / 655 M antara Muslim Arab, yang dipimpin oleh Abu al-A'war as-Sulami dimasa Khalifah Utsman bin Affan[10] dan armada Bizantium di bawah komando pribadi Kaisar Konstans II, putra Kaisar Heraklius.[11][12][13] Pertempuran tersebut dianggap sebagai "konflik Islam pertama yang menentukan di kedalaman"[14] serta bagian dari kampanye paling awal oleh Muawiyah untuk menaklukkan Konstantinopel yang dimenangkan pasukan muslim.[11]

Pertempuran

[sunting | sunting sumber]

Setelah penaklukan Mesir oleh Amru bin Ash, Bizantium merencanakan penaklukan kembali melalui serangan laut paska kematian Kaisar Heraklius, putranya Konstantin II membawa sekitar 500-600 kapal perang menuju Iskandariah (Alexandria). Utsman bin Affan segera perintahkan gubernurnya Abdullah bin Sa'ad untuk menggalang kekuatan hingga terkumpul 200 kapal.[15]

Pertempuran dimulai saat menjelang matahari terbenam. Saat malam semua pasukan mundur menyusun formasi, kapal-kapal bizantium membunyikan lonceng sepanjang malam, sementara kapal muslimin terdengar suara lantunan Qur'an, ketika pagi menjelang esok harinya semua kapal kembali bertempur. Pada awal pagi angin kencang mengganggu kapal muslimin, Abdullah mengajak Konstantin untuk pertempuran darat, tetapi ditolak dan lebih memilih pertempuran laut.[15]

Abdullah lalu mengerahkan seluruh kapalnya untuk menempel semua kapal musuh di sebelah barat Iskandariah, sehingga terjadi pertempuran pasukan di kapal menyebabkan darah laut memerah karena banyaknya darah dari pasukan yang terbunuh. Bahkan Konstantin ikut terluka berat, menyebabkan ia menarik mundur pasukannya.[15]

Akibat pertempuran yang dimenangkan muslmin ini, kekuatan laut Bizantium melemah dan mundur ke Sisilia, disebut Pertempuran Tiang Kapal karena banyaknya tiang kapal penyangga.[16] Paska peristiwa ini dimulailah pemberontakan di Madinah yang menyebabkan terbunuhnya Khalifah Utsman bin Affan.

Penanggalan

[sunting | sunting sumber]

Ath-Thabari mencatat dua kemungkinan tanggal terjadinya pertempuran laut ini: 651–652 (31 H) bersumber dari al-Waqidi dan 654–655 (34 H) bersumber dari Abu Ma'syar as-Sindi.[13] Kronik Sebeos Armenia dan Teofanis Bizantium sependapat dengan tanggal terakhir.[17]

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. A.R. Shohibul Ulum 2021, hlm. 333.
  2. Blankinship 1993, hlm. 91, catatan 502..
  3. PmbZ, Abū l-A'war (#71).
  4. 1 2 Abdul Syukur Al-azizi 2021, hlm. 138.
  5. A.R. Shohibul Ulum 2021, hlm. 330.
  6. Bennett, Judith M. (20 Januari 2010). Medieval Europe: a short history (Edisi 11). McGraw-Hill. hlm. 70. ISBN 9780073385501.
  7. 1 2 Abdul Syukur Al-azizi 2021, hlm. 137.
  8. Abdul Syukur Al-azizi 2021, hlm. 140.
  9. Shiddiqi, Nourouzzaman (1984). Menguak sejarah muslim: suatu kritik metodologis. Pusat Latihan, Penelitian dan Pengembangan Masyarakat. hlm. 77. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  10. Izzati, Fatin Nor (2015). Mahar Sebuah Syurga (dalam bahasa Melayu). Karya Bestari. hlm. 157. ISBN 978-967-86-0453-6. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  11. 1 2 Salvatore, Cosentino. "Constans II and the Byzantine navy". Byzantinische Zeitschrift (dalam bahasa Inggris). 100 (2). ISSN 0007-7704. Diarsipkan dari asli tanggal 2021-08-01. Diakses tanggal 2019-07-18.
  12. Hoyland, Robert G. (2014-01-01). In God's Path: The Arab Conquests and the Creation of an Islamic Empire (dalam bahasa Inggris). Oxford University Press. hlm. 107. ISBN 9780199916368. Diarsipkan dari asli tanggal 2020-08-13. Diakses tanggal 2021-12-03.
  13. 1 2 Humphreys, R. Stephen, ed. (1990). The History of al-Ṭabarī, Volume XV: The Crisis of the Early Caliphate: The Reign of ʿUthmān, A.D. 644–656/A.H. 24–35. Seri SUNY dalam Studi Timur Dekat. Albany, New York: State University of New York Press. hlm. 77. ISBN 978-0-7914-0154-5.
  14. Ridpath, John Clark. Ridpath's Universal History, Merrill & Baker, Vol. 12, New York, p. 483.
  15. 1 2 3 al-Azizi, Abdul Syukur (2021-03-09). Utsman bin Affan Ra. DIVA PRESS. hlm. 137–139. ISBN 978-602-391-953-6. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  16. Izzati, Fatin Nor (2015). Mahar Sebuah Syurga (dalam bahasa Melayu). Karya Bestari. hlm. 333. ISBN 978-967-86-0453-6. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  17. Teofanis Sang Pengaku Iman, Chronographia, dalam J. P. Migne, Patrologia Graeca, vol.108, kol.705

36°16′55″N 30°15′39″E / 36.281898°N 30.260732°E / 36.281898; 30.260732