Penyakit asam lambung

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Penyakit asam lambung adalah penyakit yang ditandai dengan rasa nyeri dan terbakar dibagian dada, yang disebabkan oleh asam lambung yang naik hingga kekerongkongan. Penyakit ini juga biasa dikenal dengan gastroesophageal reflux disease (GERD).[1][butuh sumber yang lebih baik]

Faktor risiko[sunting | sunting sumber]

Penyakit ini bisa dialami baik orang dewasa maupun anak-anak; wanita ataupun laki-laki. Namun, ada bermacam kondisi yang membuat seseorang menjadi lebih memiliki risiko terkena penyakit ini, antara lain:

  • Berat badan berlebih hingga obesitas.
  • Penyakit skleroderma.
  • Perempuan dalam kondisi hamil.
  • Perokok berat.
  • Individu dengan kebiasaan konsumsi minuman beralkohol.

Penyebab[sunting | sunting sumber]

Asam lambung dapat disebabkan oleh beberapa faktor berikut:

  1. Kelebihan berat badan[2][butuh sumber yang lebih baik]
  2. Terlalu banyak mengonsumsi makanan dengan kadar lemak yang tinggi[2]
  3. Terlalu banyak pikiran atau Stres[2]
  4. Alkohol dan minuman yang berkafein seperti kopi juga dapat memicu naiknya asam lambung[3]

Gejala penyakit[sunting | sunting sumber]

Keluhan dan gejala asam lambung dapat muncul ketika telah berlebihan produksinya di rongga lambung dan naik kerongkongan atau bahkan hingga ke rongga mulut. Hal ini ditandai dengan perasaan panas seperti terbakar di ulu hati dan dada serta nyeri pada tenggorokan. Mulut juga akan terasa asam ketika cairan asam lambung telah menyentuh rongga mulut. Keluhan sensasi seperti terbakar ini akan dialami selama beberapa jam dan bertambah buruk dengan posisi membungkuk, terbaring, atau pun setelah makan.[butuh rujukan]

Orang dewasa[sunting | sunting sumber]

Selain dua gejala berupa sensasi terbakar dan asam di mulut, orang dewasa juga dapat mengalami gejala lainnya, antara lain:

  • Perasaan terganjal pada belakang mulut atau pangkal kerongkongan terutama ketika saat menelan.
  • Jumlah gas di dalam lambung terlampau banyak sehingga mudah merasa kenyang.
  • Sakit tenggorokan khususnya saat proses menelan air atau makanan.
  • Suara berubah menjadi sedikit serak (hal ini disebabkan oleh peradangan kronis pada tenggorokan dan mengenai pita suara).
  • Peradangan kronis pada tenggorokan ini juga menyebabkan batuk kronis yang dirasakan lebih sering pada malam hari.
  • Mudah merasakan mual dan muntah.
  • Mulut sering berbau akibat kelebihan gas dari rongga lambung.
  • Sesak nafas dimana sesak dirasakan menekan paru-paru dari area ulu hati.

Bayi dan anak-Anak[sunting | sunting sumber]

Anak-anak dan bayi juga bisa merasakan keluhan dan gejala asam lambung naik. Hal ini diakibatkan oleh kekuatan sfingternya yang belum terlalu sempurna. Adapun beberapa kemungkinan gejala yang bisa muncul, antara lain:

  • Gumoh setelah makan atau menyusui (gumoh ini sebenarnya normal pada bayi mengingat belum sempurnanya kekuatan sfingter tadi, akan tetapi akan menghilang seiring dengan pertambahan usia).
  • Sendawa yang berlebihan sehabis meminum susu atau makan.

Diagnosa[sunting | sunting sumber]

Diagnosa penyakit asam lambung dibuat berdasarkan hasil anamnesa dan pemeriksaan fisik oleh dokter. Dokter biasanya akan menanyakan seputar gejala dan keluhan yang telah dijelaskan di atas. Setelah itu, dokter akan menguji data subjektif dari pasien melalui pemeriksaan fisik. Bila tetap ada keraguan diagnosa maka biasanya dokter akan menganjurkan serangkaian pemeriksaan penunjang. Adapun jenis pemeriksaan penunjang yang bisa dilaksanakan oleh dokter dalam rangka penegakan diagnosis pasti antara lain melalui elektrokardiogram, gastroskopi, manometri esofagus, sinar X, atau tes kadar keasaman kerongkongan.[butuh rujukan]

Komplikasi GERD[sunting | sunting sumber]

Bilamana pasien penyakit asam lambung naik ini tidak mendapatkan manajemen pengobatan dan tatalaksana yang tepat dan adekuat maka bisa timbul komplikasi GERD. Adapun kemungkinan komplikasi yang bisa terjadi, yaitu: luka pada dinding kerongkongan, menyempitnya kerongkongan, dan barret esofagus.[butuh rujukan]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ "Penyakit Asam Lambung". Alodokter. 2014-08-25. Diakses tanggal 2020-03-01. 
  2. ^ a b c Halodoc. "Penyakit Asam Lambung - Pengertian, Faktor Risiko, Penyebab, Gejala, Diagnosis, Komplikasi, Pengobatan, Pencegahan, Kapan Harus ke Dokter? | Halodoc.com". halodoc. Diakses tanggal 2020-03-01. 
  3. ^ "7 Penyebab Asam Lambung Naik, Gejala dan Cara Mencegahnya". merdeka.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2020-03-01.