Pemilihan umum Gubernur Sumatera Selatan 2013

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
Pemilihan umum Gubernur Sumatera Selatan 2013
Bendera Indonesia
2008 ←
6 Juni 2013 → 2018

  Alex Gubernur.jpg H. Herman Deru.jpg Eddy Santana Putra.jpg
Calon Alex Noerdin Herman Deru Eddy Santana Putra
Partai Golkar Gerindra PDI-P
Pendamping Ishak Mekki Maphilinda Boer Annisa Juwita Tatung
Suara Popular 1.447.799 1.389.169 507.149
Persentase 39,29% 37,69% 13,76%

  Iskandarhasan.jpg
Calon Iskandar Hasan
Partai PKS
Pendamping Hafisz Tohir
Suara Popular 341.278
Persentase 9,26%

Locator sumsel final.png

Peta lokasi Sumatera Selatan

Gubernur dan Wakil Gubernur sebelum pemilu

Alex Noerdin dan Edy Yusuf
Golkar

Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih

Alex Noerdin dan Ishak Mekki
Golkar

Pemilihan umum Gubernur Sumatera Selatan 2013 dilaksanakan pada tanggal 6 Juni 2013[1] untuk memilih Gubernur Sumatera Selatan periode 2013–2018. Terdapat empat pasang kandidat yang bersaing dalam pemilihan umum ini, yaitu Alex Noerdin dan Ishak Mekki yang diusung oleh Partai Demokrat, Partai Golkar, dan Partai Bulan Bintang (PBB)[2] ; Eddy Santana Putra dan Anisa Juwita Tatung yang diusung oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dan PKPB ; Herman Deru dan Maphilinda Boer yang diusung oleh Partai Gerindra, Partai Persatuan Pembangunan (PPP), dan Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) ; dan Irjen Pol Iskandar Hasan dan Hafisz Tohir yang diusung oleh Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Amanat Nasional (PAN), dan Partai Bintang Reformasi (PBR)[3]. Pemilihan umum ini akhirnya dimenangkan oleh pasangan Alex Noerdin dan Ishak Mekki dengan perolehan suara mencapai 37,38% sesuai hasil rekapitulasi KPU Sumatera Selatan pada 14 Juni 2013[4].

Kandidat Gubernur dan Wakil Gubernur[sunting | sunting sumber]

Pemilihan umum ini diikuti oleh empat calon pasangan gubernur dan wakil gubernur. Petahana, Alex Noerdin maju didampingi Ishak Mekki, Bupati Ogan Komering Ilir. PDIP dan PKPB mengusung Eddy Santana Putra yang merupakan Walikota Palembang bersama dengan Anisa Juwita Tatung. Sedangkan Herman Deru merupakan Bupati Ogan Komering Ulu Selatan yang maju bersama Maphilinda Syahrial Oesman, istri Mantan Gubernur Sumsel Syahrial Oesman. Serta Kapolda Sumatera Selatan Iskandar Hasan berpasangan dengan Wakil Ketua KADIN yang juga adik Menko Perekonomiam Hatta Rajasa yaitu Hafisz Tohir[5] [6]

Nomor
urut
Kandidat gubernur Kandidat wakil gubernur Partai politik Keterangan
1 PDIPLogo.png Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP)
PKPB.gif Partai Karya Peduli Bangsa (PKPB)
2 PKS Logo.svg Partai Keadilan Sejahtera (PKS)
Logo Partai Amanat Nasional.jpg Partai Amanat Nasional (PAN)
PBR.jpg Partai Bintang Reformasi (PBR)
3 Gerindra.jpg Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra)
Ppp-logo.jpg Partai Persatuan Pembangunan (PPP)
HANURA.jpg Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura)
4 DEMOKRAT.gif Partai Demokrat
Logo GOLKAR.jpg Partai Golongan Karya (Golkar)
Bulan Bintang.jpg Partai Bulan Bintang (PBB)

Hasil[sunting | sunting sumber]

Kandidat Partai Suara %
ESPWiwiet PDIP, dan PKPB 695.667 18,5%
IskandarHafisz PKS, PAN, dan PBR 400.321 10,65%
HDMaphilinda Partai Gerindra, PPP, dan Hanura 1.258.240 33,47%
AlexIshak Partai Demokrat, Partai Golkar, dan PBB 1.405.510 37,38%
Tidak sah/golput 2.207.623
Total Suara Sah 3.759.738 100%
Pemilih terdaftar 5.967.361
Sumber: [7]

Putusan MK[sunting | sunting sumber]

Pada 11 Juli 2013 lalu, Mahkamah Konstitusi menerima gugatan pasangan Herman Deru-Maphilinda Boer dan Eddy Santana Putra-Anisa Juwita Tatung yang menilai Alex Noerdin memanfaatkan APBD secara terstruktur, sistematis, dan masif. Terkait dengan itu maka MK meminta diadakan pemilihan ulang di 2 kota, 2 kabupaten, dan 1 kecamatan yakni Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur, Kabupaten Ogan Komering Ulu, Kota Palembang, Kota Prabumulih, dan Kecamatan Warkuk Ranau Selatan di Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan[8]. Hal tersebut otomatis membatalkan kemenangan Alex Noerdin-Ishak Mekki pada Pilgub Sumsel 6 Juni lalu. Walau begitu, kubu Alex-Ishak optimistis tetap menang di Pilgub ulang yang belum diketahui kapan waktunya.[9]

Hasil Pasca Pemungutan Suara ulang[sunting | sunting sumber]

Kandidat Partai Suara %
ESPAnisa PDIP, dan PKPB 507.149 13,76%
IskandarHafisz PKS, PAN, dan PBR 341.278 9,26%
HDMaphilinda Partai Gerindra, PPP, dan Hanura 1.389.169 37,69%
AlexIshak Partai Demokrat, Partai Golkar, dan PBB 1.447.799 39,29%
Tidak sah/golput 2.281.966
Total Suara Sah 3.685.395 100%
Pemilih terdaftar 5.967.361
Sumber: [10]

Lihat Juga[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]