Penyelesaian masalah

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
(Dialihkan dari Pemecahan masalah)
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian

Penyelesaian atau pemecahan masalah adalah bagian dari proses berpikir. Sering dianggap merupakan proses paling kompleks di antara semua fungsi kecerdasan, pemecahan masalah telah didefinisikan sebagai proses kognitif tingkat tinggi yang memerlukan modulasi dan kontrol lebih dari keterampilan-keterampilan rutin atau dasar. Proses ini terjadi jika suatu organisme atau sistem kecerdasan buatan tidak mengetahui bagaimana untuk bergerak dari suatu kondisi awal menuju kondisi yang dituju.

Tahapan penyelesaian masalah[sunting | sunting sumber]

  1. kenali masalah secara umum/mendefinisikan masalah,
  2. temukan bukti dari permasalahan,
  3. carilah penyebab munculnya masalah,
  4. pertimbangkan berbagai kemungkinan untuk menemukan jalan keluar dari masalah,
  5. pilihlah jalan keluar yang dengan mudah,
  6. laksanakan penyelasaian,
  7. periksa kembali dengan penyelesaian yang dilakukan.


Faktor[sunting | sunting sumber]

Faktor terjadinya masalah adalah sebagai berikut

1. Faktor Ekonomi

Masalah sosial dalam masalah ekonomi yang biasanya berupa masalah pengangguran, kemiskinan, dan yang lainnya. Di dalam masalah ini pada biasanya yang harus bertanggung jawab ialah pemerintah, dikarenakan pemerintah kurang di dalam menyediakan sebuah lapangan pekerjaan bagi masyarakat.

2. Faktor Budaya

Dalam faktor kali ini mempunyai maksud ialah kebudayaan yang semakin berkembang pada sebuah masyarakat yang memiliki sebuah peran yang bisa memicu timbulnya sebuah masalah sosial. Misalkan seperti pernikahan pada usia dini, kawin cerai, dan masih banyak yang lainnya.

3. Faktor Biologis

Faktor ini bisa menyebabkan timbulnya sebuah masalah sosial misalnya seperti kurang gizi, penyakit menular, dan lain sebagainya. Hal ini dapat terjadi dikarenakan kurangnya sebuah fasilitas-fasilitas kesehatan yang layak dan juga bisa terjadi juga karena sebuah kondisi ekonomi atau juga pendidikan masyarakat yang tidak mencukupi.

4. Faktor Psikologis

Masalah seperti ini bisa muncul apabila psikologis sebuah masyarakat sangat lemah. Faktor psikologis juga bisa muncul apabila beban hidup yang sangat berat yang juga dirasakan oleh masyarakat yang khususnya ada pada daerah perkotaan, pekerjaan yang menumpuk yang menimbulkan stress dan kemudian bisa menimbulkan sebuah luapan emosi yang nantinya mampu memicu sebuah konflik di antara anggota masyarakat.

Referensi[sunting | sunting sumber]