Pariwisata di Islandia

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Seorang wisatawan di Jökulsárlón.

Pariwisata di Islandia berkembang pesat dalam 15 tahun terakhir. Pada tahun 2015, industri pariwisata diperkirakan mencakup sekitar lima persen Produk Domestik Bruto Islandia, jumlah wisatawan asing melebihi 1.000.000, dan sektor pariwisata menyumbang 30 persen sumber pendapatan ekspor negara.[1]

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Seorang wisatawan di hadapan air terjun Gullfoss.
Grafik yang menggambarkan pertumbuhan jumlah wisatawan asing di Islandia yang dibandingkan dengan pertumbuhan penduduk.

Sebelumnya, jasa untuk wisatawan asing bukan merupakan sektor yang penting dan tidak menyumbang lebih dari dua persen PDB (bahkan setelah kemajuan transportasi udara).[2] Jumlah wisatawan asing tidak bertambah banyak hingga awal tahun 1980-an dan tidak pernah melebihi 80.000 orang dalam satu tahun.[3] Situasi ini berubah pada tahun 2000-an dan jumlah wisatawan untuk pertama kalinya melebihi jumlah penduduk Islandia. Beberapa tahun kemudian, industri pariwisata Islandia mulai berkembang pesat hingga hari ini dan jumlah wisatawan asing tumbuh dengan rata-rata sebesar 6 persen per tahun dari tahun 2003 hingga 2010, dan rata-rata sekitar 20 persen per tahun dari tahun 2010 hingga 2014.[4][5] Pada tahun 2015, pertumbuhan ini berlanjut dan jumlah wisatawan asing melebihi satu juta pada periode Januari hingga Oktober. Menurut Biro Wisata Islandia, jumlah wisatawan yang bermalam di Islandia bertambah dari 595.000 pada tahun 2000 menjadi 2,1 juta pada tahun 2010, sebelum akhirnya mencapai 4,4 juta pada tahun 2014.[6]

Pada tahun 2014, jumlah orang yang bekerja di sektor pariwisata tercatat sebesar 21.600 jiwa, atau sekitar 12 persen tenaga kerja nasional, dan kontribusi langsung pariwisata terhadap PDB mendekati lima persen.[7]

Demografi wisatawan[sunting | sunting sumber]

Islandia dikenal akan alamnya yang belum terjamah dan nuansanya yang unik.[8] Wisatawan-wisatawan paling banyak datang pada musim panas (Juni-Agustus). Pada tahun 2014, sekitar 42% pengunjung tiba pada musim panas, sementara persentase pengunjung musim dingin bertambah sebesar 4% pada periode yang sama.[9] Pada tahun yang sama, pengunjung terbanyak berasal dari Eropa Tengah/Selatan, yang kemudian diikuti oleh Amerika Utara, Britania Raya, dan negara-negara Nordik. Berdasarkan negara, pengunjung terbanyak berasal dari Britania Raya, Amerika Serikat, Jerman, Prancis, dan Norwegia. Pada periode 2013-2014, jumlah pengunjung dari Kanada mengalami peningkatan yang paling besar (melebihi 60%).[10]

Tujuan wisata populer[sunting | sunting sumber]

Sekelompok wisatawan sedang mengamati letusan geyser Strokkur.

Menurut survei yang dilakukan oleh Biro Wisata Islandia pada tahun 2014, sepuluh tujuan berikut merupakan tujuan yang paling sering dikunjungi di Islandia. Sepuluh tujuan ini dipilih dari 39 tujuan yang disebutkan secara gamblang dalam survei.[11]

Peringkat Tujuan Persentase
1 Wilayah Ibu kota 97,0%
2 Geysir/Gullfoss 59,4%
3 Þingvellir 50,4%
4 Vík 47,4%
5 Skógar 43,6%
6 Jökulsárlón 42,3%
7 Skaftafell 40,3%
8 Akureyri 36,2%
9 Mývatn 34,0%
10 Blue Lagoon 31,5%

Jumlah pengunjung berdasarkan negara[sunting | sunting sumber]

Sebagian besar pengunjung datang ke Islandia lewat bandar udara internasional utama dan berasal dari negara-negara berikut:[12][13]

Peringkat Negara 2015 2016
1  Amerika Serikat 242.805 415.287
2  Britania Raya 241.024 316.395
3  Jerman 103.384 132.789
4  Prancis 65.822 85.221
5  Kanada 46.654 83.144
6  Tiongkok 47.643 66.781
7  Swedia 43.096 54.515
8  Norwegia 51.402 51.012
9  Denmark 49.225 49.951
10  Polandia 27.079 39.613
Jumlah 1.261.938 1.767.726

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Catatan kaki[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]