Papan ski

Ski atau Papan ski adalah alat seluncur yang terbuat dari kayu, plastik, logam atau kombinasinya yang dipakai dengan menginjakkan kaki di atasnya untuk meluncur di atas salju. Kebanyakan ski lebih panjang bukannya lebar dan biasanya digunakan berpasangan, ski melekat pada sepatu bot dengan ikatan, baik dengan bebas, dapat dikunci, atau melekat permanen di tumit.
Alat ini awalnya digunakan sebagai alat transportasi di atas salju sebelum kemudian berkembang menjadi perlengkapan khusus untuk kegiatan rekreasi maupun kompetisi ski alpen dan ski lintas alam.
Etimologi
[sunting | sunting sumber]Kata ski berasal dari bahasa Nordik Kuno, skíð, yang berarti "kayu terbelah", "tongkat kayu", atau "ski".[1] Dalam bahasa Nordik Kuno, ungkapan umum yang menggambarkan aktivitas berski antara lain fara á skíðum yang berarti bepergian atau bergerak cepat dengan ski, renna yang berarti bergerak dengan cepat, serta skríða á skíðum yang berarti melangkah dengan ski.[2] Dalam bahasa Norwegia, kata ini biasanya diucapkan [ˈʂiː]. Dalam bahasa Swedia, bahasa lain yang berkembang dari Nordik Kuno, kata tersebut adalah skidor untuk bentuk jamak dengan pengucapan [ˈɧîːdʊr], dan skida untuk bentuk tunggal. Kata ski dalam bahasa Norwegia modern dan skid dalam bahasa Swedia sebagian besar masih mempertahankan makna Nordik Kuno dalam kata yang merujuk pada kayu bakar yang dibelah, bahan bangunan dari kayu seperti papan tepi atap, dan tiang pagar bulat.[3][4][5]
Sejarah
[sunting | sunting sumber]
Papan ski sudah ada sebelum roda ditemukan.[6] Ski kayu tertua ditemukan di wilayah Rusia sekitar 6300 hingga 5000 SM, di Swedia sekitar 5200 SM, dan di Norwegia sekitar 3200 SM.[7]
Papan ini pada awalnya tidak dirancang untuk rekreasi atau kecepatan. Tujuan utamanya adalah menjaga pengguna tetap berada di atas permukaan salju, misalnya saat berburu atau berperang. Ski pada masa awal umumnya digunakan bersama tongkat jalan untuk membantu menjaga keseimbangan.
Teknologi papan ski Nordik mengalami adaptasi pada awal abad ke-20 agar pemain ski dapat berbelok dengan kecepatan lebih tinggi. Desain ski dan pengikat ski yang baru, ditambah dengan diperkenalkannya lift ski untuk membawa pemain ke atas lereng, memungkinkan berkembangnya ski alpen. Sementara itu, kemajuan teknologi dalam tradisi Nordik mendorong pengembangan ski khusus untuk gaya skating dan lompat ski.
Ski asimetris
[sunting | sunting sumber]Pada abad ke-18, tentara Denmark-Norwegia menggunakan ski asimetris, dengan ski panjang di kaki kanan.[8] Jenis ini digunakan setidaknya di Finlandia utara dan Swedia hingga 1930-an.[9] Pada satu kaki, pemain memakai ski panjang lurus tanpa lengkungan untuk meluncur, sedangkan pada kaki lainnya digunakan ski lebih pendek untuk menolak atau mendorong. Bagian bawah ski pendek bisa polos atau dilapisi kulit hewan agar membantu dorongan. Ski panjang yang menopang berat badan dilapisi lemak hewan, mirip dengan pelumasan ski modern. Catatan awal tentang jenis ski ini terdapat dalam karya Olaus Magnus.[10] Ia mengaitkannya dengan masyarakat Sámi dan mencatat nama savek dan golos untuk ski pendek polos dan berlapis kulit. Dalam bahasa Finlandia, istilah lyly dan kalhu masing-masing merujuk pada ski panjang dan pendek.[11]
Pemburu anjing laut di Teluk Bothnia juga mengembangkan ski panjang khusus untuk mendekati lubang pernapasan anjing laut. Ski ini berguna untuk bergerak di atas es padat dan dibuat sangat panjang, sekitar 3 hingga 4 meter, untuk mengurangi risiko retakan es. Dalam bahasa Swedia disebut skredstång.[12]
Ski modern
[sunting | sunting sumber]
Sekitar tahun 1850, para perajin di Telemark, Norwegia, menciptakan ski dengan lengkungan di bagian tengah di bawah pengikat.[13] Lengkungan ini membantu mendistribusikan berat badan secara lebih merata sepanjang ski. Sebelumnya, ski berbentuk papan harus cukup tebal agar tidak melengkung ke bawah dan tenggelam di salju.
Desain baru ini memungkinkan pembuatan ski yang lebih tipis dan ringan, lebih lentur untuk menyerap guncangan, serta lebih mudah bermanuver dan melaju lebih cepat. Desain tersebut juga memperkenalkan sidecut, yaitu bagian tengah yang lebih sempit dibandingkan ujung depan dan belakang, sehingga ski lebih mudah berbelok.[14]
Ski tradisional awalnya dipahat dari satu balok kayu keras seperti hikori, betula, atau ash, dipilih karena kepadatan dan ketahanannya terhadap benturan.[15] Ketika hutan di Eropa semakin berkurang, kayu keras berkualitas menjadi sulit diperoleh. Hal ini mendorong lahirnya ski laminasi. [16]
Sejak 1891, pembuat ski di Norwegia mulai merekatkan dua atau lebih lapisan kayu untuk menghasilkan ski lintas alam yang lebih ringan.[16] Ski laminasi dibuat dari dua jenis kayu yang direkatkan, lapisan kayu lunak di atas dan kayu keras di bawah. Walau lebih ringan dan kuat, lem yang digunakan saat itu mudah rusak oleh air sehingga sering terjadi delaminasi. Pada 1922, pemain ski Norwegia Thorbjorn Nordby mengembangkan lem tahan air yang lebih kuat dan mengatasi masalah tersebut.[16]
Pada 1933, diperkenalkan desain dengan cangkang kayu keras luar yang sepenuhnya membungkus inti kayu ringan, yang kemudian berkembang menjadi teknologi single shell casing modern.

Pada 1950, Howard Head memperkenalkan Head Standard, menggunakan inti kayu lapis yang dilapisi paduan aluminium dan tepi baja.[14] Pada 1962, ski fiberglass Kneissl White Star digunakan oleh Karl Schranz untuk memenangkan dua medali emas di Kejuaraan Dunia Ski Alpen FIS.[17] Menjelang akhir 1960-an, fiberglass sebagian besar menggantikan aluminium.
Pada 1974, Magne Myrmo menjadi juara dunia terakhir yang masih menggunakan ski kayu dalam kejuaraan di Falun nomor 15 km lintas alam.[18][19]
Tahun 1975, desain konstruksi torsion box dipatenkan dan digunakan oleh berbagai produsen seperti Kästle, Salomon, Rottefella, dan Madshus.[20] Pada 1993, Elan memperkenalkan model Elan SCX dengan ujung dan ekor jauh lebih lebar dibandingkan bagian tengah, menciptakan desain sidecut radial yang meningkatkan performa secara drastis.[21]
Pada 1995, Line Skis mempopulerkan twin tip untuk gaya ski bebas.[22] Pada 1998, Salomon Group menjadi perusahaan pertama yang sukses memasarkan dan memproduksi massal ski twin tip untuk meluncur mundur melalui model 1080 mereka.[23][24]
Jenis
[sunting | sunting sumber]
- Non-sidecut: cross-country, telemark dan mountaineering
- Parabolic
- Twin-tip
- Powder
Dalam sejarah olahraga ski, banyak jenis papan ski yang telah dikembangkan dan dirancang untuk kebutuhan yang berbeda. Berikut adalah contoh nya.
Alpen
[sunting | sunting sumber]Ski alpen, juga disebut ski turun bukit, dirancang khusus untuk lintasan resor yang menggunakan lift. Sejak kemunculan olahraga ski modern pada pertengahan abad ke-19 di Norwegia, desain ski alpen berkembang sangat pesat. Ski alpen modern biasanya memiliki tepi baja, camber, side cut, dan mungkin reverse camber. Selama tahun 1990-an side cut menjadi lebih menonjol untuk memudahkan melakukan tikungan carving. Ski alpen biasanya memiliki binding fixed-heel. Jenis ski alpen khusus ada untuk penggunaan tertentu, termasuk ski twin-tip untuk ski gaya bebas,[25] ski slalom, ski slalom raksasa, ski powder, ski telemark dan monoski.[26]
Lintas alam
[sunting | sunting sumber]Ski lintas alam, atau off-piste, adalah segala bentuk ski yang dilakukan di luar batas area ski. Sebagian besar waktu, jenis ski ini dilakukan dengan ski tur alpen, atau perlengkapan telemark, di mana pemain ski memanfaatkan kulit pendakian dan tumit yang dapat dilepas, untuk bermain ski menanjak. Ketika pemain ski mencapai puncak area yang ingin mereka turuni, mereka melepas kulit pendakian dan melakukan persiapan yang diperlukan untuk bermain ski kembali ke bawah. Medan lintas alam juga dapat diakses dengan peralatan alpen standar dengan menaiki lift ke atas area ski dan kemudian meninggalkan batas area.[26]
Nordik
[sunting | sunting sumber]Dalam ski Nordik, pemain ski tidak bergantung pada lift ski untuk mendaki bukit, sehingga ski dan sepatu bot cenderung lebih ringan, dengan tumit bebas untuk memudahkan berjalan.
Kegunaan lainnya
[sunting | sunting sumber]Pada kendaraan
[sunting | sunting sumber]
Ski juga dipasang pada kendaraan yang didedikasikan untuk perjalanan di atas salju seperti snowmobile, snowcat, snow coach, dan pesawat terbang. Dalam beberapa bahasa (apalagi bahasa Skandinavia) ada kata khusus untuk papan dipasang pada kendaraan, misalnya dalam bahasa Swedia: "skida" = alat olahraga, papan dipasang pada kaki, sementara "med" = bagian kendaraan.
Pada militer
[sunting | sunting sumber]
Pasukan infanteri ski digunakan dalam beberapa pertempuran besar seperti peperangan era Napoleon, perang dunia I, dan perang dunia II. Sekarang pasukan infateri ski juga didukung oleh transportasi salju lainnya.
Referensi
[sunting | sunting sumber]- ↑ "Definition of SKI". Merriam-Webster.
- ↑ Grønvik, Ottar (2000). O̧ndurdís og o̧ndurgoð: studier over den førkristne religion i Norden. Oslo: Det norske videnskaps-akademi. ISBN 8290888325.
- ↑ Aasen, Ivar (1950): Ordbog over det norske Folkesprog. Kristiania: Carl C. Werner.
- ↑ Karlsen, Edgar (1993). Lærebok i lafting. Oslo: Universitetsforlaget. ISBN 8200410064.
- ↑ "Skid" (dalam bahasa Swedia). Svenska Akademiens Ordbok. 1971. hlm. 3895. Diakses tanggal 5 November 2024.
- ↑ Huntford, Roland (2013) Two Planks and a Passion: The Dramatic History of Skiing Bloomsbury Publishing ISBN 9780826423382 p2
- ↑ Bays, Ted (1980) Nine Thousand Years of Skis: Norwegian Wood to French Plastic US National Ski Hall of Fame Press OCLC 6648572
- ↑ Bertram, Carl (1763). Vorstellung der sämtlichen Königl. Dänischen Armee. Copenhagen: C.W. Ahlefeld. hlm. 124.
- ↑ Allen, E. John B. (2011), Historical Dictionary of Skiing, Historical Dictionaries of Sports, Scarecrow Press, hlm. 1–14, ISBN 978-0810879775
- ↑ Olaus Magnus, 1555:1,4
- ↑ Facta 2001 (dalam bahasa Finlandia). Edisi 15. hlm. 385.
- ↑ "Västerbotten 1971 nr. 2" magazine in Swedish" (PDF). Västerbottens Museum. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 13 Desember 2013.
- ↑ Penn, Robert (2016) The Man Who Made Things Out of Trees W.W. Norton ISBN 9780393253733
- 1 2 Masia, Seth (2005) "The Evolution of Modern Ski Shape" Skiing Heritage. hlm. 33-37.
- ↑ "The Fine Points of a Ski" Outing Magazine v69 #4:498 1917
- 1 2 3 Masia, Seth (2003) "The Splitkein Patent" Skiing Heritage Journal. hlm. 13-16.
- ↑ Fry, John (2006). The story of modern skiing. Hanover: University Press of New England. ISBN 978-1-58465-489-6.
- ↑ Saur, Lasse (1999): Norske ski – til glede og besvær. Research report, Høgskolen i Finnmark.
- ↑ Kirkebøen, Stein Erik (15 April 2003). "Magne Myrmo siste VM-vinner på treski" (dalam bahasa Norwegia). Aftenposten. Diakses tanggal 9 November 2019.
- ↑ Bjertaes, Gunnar. "Patent number: 4005875 Ski construction of the torsion box type". US Patent Office. Diakses tanggal 15 November 2012.
- ↑ Kuzmin & Fuss (2013) Cross-country Ski Technology Routledge Handbook of Sports Technology and Engineering. hlm. 171-188.
- ↑ "Skiing the wrong way since '95". Diarsipkan dari asli tanggal 7 Oktober 2013.
- ↑ "AFP World Tour – The history of competitive freeskiing". Diarsipkan dari asli tanggal 22 Desember 2015. Diakses tanggal 9 April 2015.
- ↑ "Salomon Freeski TV episode 3 – 1080". 29 November 2007. Diakses tanggal 11 Desember 2021 – via YouTube.
- ↑ "Silvretta". Silvretta.de. Diarsipkan dari asli tanggal 29 Januari 2021. Diakses tanggal 25 Oktober 2011.
- 1 2 "Understanding the Different types of Skiing". REI. 7 Februari 2018. Diakses tanggal 21 Februari 2021.