Panas dalam

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian

Panas dalam (Hanzi: 上火) adalah suatu keadaan dimana tubuh manusia mengalami panas yang berlebihan terutama di sistem pencernaan. Panas dalam merupakan istilah semu dalam dunia medis yang berasal dari Tiongkok. Karena ketika suhu tubuh penderita diukur, suhu tubuhnya normal. Panas dalam bisa disebabkan oleh tidak seimbangnya makanan yang bersifat panas dan dingin.

Penyebab[sunting | sunting sumber]

Kondisi lingkungan yang kurang bersahabat seperti matahari yang bersinar terik dapat menyebabkan panas dalam.

Panas dalam dapat disebabkan karena kekurangan vitamin C, kekurangan serat, kekurangan cairan tubuh (dehidrasi), memakan makanan yang bersifat panas dan berlemak seperti gorengan, atau bahkan karena cuaca panas. Gejala panas dalam dapat juga disebabkan oleh faktor lingkungan dan faktor emosional seperti stres. Stres menyebabkan jam makan jadi kacau, hormon tidak stabil & daya tahan tubuh menurun.

Menurut pengertian tradisional Tionghoa, panas dalam dapat disebabkan pula oleh tidak seimbangnya makanan yang bersifat "panas" dan "dingin". Contoh makanan yang bersifat "panas" antara lain makanan gorengan, lemak, daging, cabai, dan lainnya; Sedangkan sayur-mayur dan buah-buahan bersifat dingin.

Tanda dan gejala[sunting | sunting sumber]

Sariawan merupakan salah satu ciri utama dari panas dalam yang disebabkan oleh kekurangan vitamin C

Tanda dan gejala panas dalam pada setiap orang dapat berbeda-beda, tetapi gejala-gejala yang dapat terjadi adalah sebagai berikut:

Pengobatan[sunting | sunting sumber]

Pengobatan sederhana dapat dilakukan antara lain:

  • Minum air putih secukupnya.
  • Mengkonsumsi sayuran yang kaya serat.
  • Mengkonsumsi suplemen vitamin C.
  • Menghindari makanan yang bersifat panas dan berlemak untuk sementara waktu.

Referensi[sunting | sunting sumber]