Lompat ke isi

Oriental

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Timur Kuno dari Kekaisaran Romawi dan tatanan gerejawinya setelah Konsili Kalsedon, 451

Oriental adalah sebuah istilah bersejarah untuk Timur, biasanya meliputi segala hal yang berasal dari dunia Timur, dalam hubungannya dengan Eropa. Dalam bahasa Inggris, istilah tersebut banyak dijadikan metonim untuk, dan bersinggungan dengan, benua Asia, yang diklasifikasikan dalam Timur Dekat, Timur Tengah dan Timur Jauh: kawasan-kawasan direksional yang sekarang dikenal sebagai Asia bagian barat, Asia bagian selatan, Asia bagian timur dan Asia bagian tenggara (biasanya kawasan-kawasan direksional dari sebuah benua tak memakai huruf besar). Pada awalnya, istilah Oriental dipakai untuk menyebut Timur Dekat, dan kemudian pengartiannya berubah dan diperlebar, sehingga juga meliputi Timur Tengah atau Timur Jauh.

Istilah Oriental sering dipakai untuk menyebut objek-objek dari dunia Timur. Namun, dari konotasi dan perubahan Eurosentris, denifisinya menjadi tak akurat sepanjang masa. Istilah tersebut dianggap ofensif karena dijadikan label bagi orang dari Asia Timur.[1][2][3][4][5][6][7][8][9]

Bacaan tambahan

[sunting | sunting sumber]
  • [Ankerl, Guy] Coexisting Contemporary Civilizations: Arabo-Muslim, Bharati, Chinese, and Western (INUPRESS), Geneva, 2000. ISBN 2-88155-004-5

Pranala luar

[sunting | sunting sumber]