OraQuick

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
OraQuick
Oraquick.jpg
Penggunaan OraQuick
PemilikOraSure Technologies
Diluncurkan2012
Situs weboraquick.com

OraQuick adalah perangkat tes HIV pribadi yang diproduksi oleh Orasure Technologies dan disetujui penggunaannya oleh Food and Drug Administration (FDA) Amerika Serikat pada tahun 2012.[1] OraQuick merupakan salah satu dari dua perangkat tes HIV pribadi yang tersedia di pasaran. Produk lainnya bernama Home Access HIV-1 Test System.[2] OraQuick dapat dibeli oleh siapapun yang berusia di atas 17 tahun dari swalayan, toko obat, apotek, atau di Internet tanpa resep dokter.[1][3] Pada bulan November 2018, harga rata-rata seperangkat OraQuick adalah sekitar AS$40-45. FDA menyatakan bahwa walaupun seseorang dapat menggunakan perangkat tes HIV pribadi sebagai alat tes utama, tes kedua oleh tenaga medis ahli masih penting untuk dilakukan.[1]

Tidak seperti tes HIV lainnya yang mengukur virus HIV atau antigen HIV dalam darah, OraQuick mengukur antibodi HIV dalam air liur.[4][5] Perangkat tes terdiri atas swab kapas untuk mulut yang tersambung dengan alat pembaca serta sebuah tabung reaksi yang berisi cairan. Tes dapat menunjukkan hasil tidak valid, positif, atau negatif.[6][7]

Prinsip[sunting | sunting sumber]

OraQuick merupakan perangkat tes kualitatif dan sekali pakai yang dapat dibeli secara bebas (OTC). Swab pada perangkat tes mengumpulkan cairan mulut yang dapat mengandung antibodi HIV-1 dan HIV-2 dari gusi si pemakai. Cairan mulut dikumpulkan ke dalam tabung reaksi dan dicampur dengan pelarut. Campuran akan naik ke strip dan hasilnya akan muncul setelah 20 hingga 40 menit. Garis C-Line akan menunjukkan apakah campuran bergerak ke atas strip dengan baik sementara garis T-Line mengandung antigen yang dapat bereaksi dengan antibodi HIV.[8] Garis C-Line gelap menunjukkan bahwa alat bekerja dengan baik. Hasil tes menunjukkan hasil negatif jika hanya garis C-Line yang muncul sementara hasil positif ditunjukkan jika garis C-Line dan T-Line muncul.[5][8] . Karena hasil tes dari OraQuick belum tentu benar, tes lebih lanjut bersama tenaga medis harus dilakukan untuk mengkonfirmasi tes OraQuick.[9]

Ketepatan[sunting | sunting sumber]

Pengoperasian[sunting | sunting sumber]

Dalam sebuah studi klinis, beberapa tenaga medis membandingkan tes HIV hasil dari OraQuick dan tes dari laboratorium. Studi dilakukan terhadap 4.999 responden dan menemukan bahwa pengujian OraQuick secara tepat dapat menunjukkan 4.902 hasil negatif dibandingkan dengan 4.903 dari hasil pengujian laboratorium yang menunjukkan hasil negatif (99,9%).[7] Sementara itu, OraQuick menujukkan 86 hasil positif dibandingkan dengan hasil laboratorium yaitu 96 (91,7%).[7] Studi juga menunjukkan bahwa pemakai gagal untuk memperoleh hasil tes dari OraQuick sebanyak 56 kali dari 5.055 tes (1,1%).[7]

Tes OraQuick ditujukan agar dapat memberikan hasil yang akurat pada 3 bulan setelah paparan terhadap virus yang merupakan jumlah waktu yang umumnya dibutuhkan seseorang orang untuk mengembangkan antibodi HIV dalam tubuhnya. Semua tes HIV OraQuick yang menunjukan hasil positif harus ditindaklanjuti dengan tes konfirmasi yang lebih spesifik seperti uji Western blot. Western blot dapat membedakan antara antibodi HIV dan antibodi lain yang juga dapat menyebabkan hasil positif palsu. Di sisi lain, hasil tes OraQuick yang menunjukkan negatif belum tentu berarti bahwa bahwa seseorang tidak terinfeksi HIV. Ada jangka waktu sekitar 3 bulan bagi tubuh untuk dapat masih memproduksi antibodi yang cukup untuk menunjukkan hasil positif sehingga tes disarankan untuk dilakukan secara teratur.[10]

Kesalahan[sunting | sunting sumber]

Beberapa kondisi seperti penyakit Lyme, sifilis, dan lupus dapat berpengaruh terhadap munculnya hasil positif palsu. Sementara itu, hasil negatif palsu dapat muncul karena beberapa faktor seperti tes yang dilakukan terlalu dini dari awal paparan virus HIV, tingkat antibodi tubuh yang rendah, terapi antiviral yang sedang dijalani, maupun pelaksanaan tes kurang dari 30 menit setelah makan atau minum.[10]

Perbandingan dengan Home Access HIV-1 Test System[sunting | sunting sumber]

Produk tes HIV pribadi yang tersedia bebas lainnya adalah Home Access HIV-1 Test System. Perbedaan utama di antara kedua produk adalah sampel dan waktu yang dibutuhkan. OraQuick tidak memerlukan darah dan dapat memberikan hasil tes dalam waktu 40 menit sedangkan Home Access HIV-1 Test System meminta pengiriman sampel darah ke laboratorium yang kemudian hasilnya akan diberikan secara anonim melalui telepon dalam 3 hingga 7 hari kerja.[11]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ a b c Center for Biologics Evaluation and Research. "Consumer Updates - First Rapid Home-Use HIV Kit Approved for Self-Testing". Food and Drug Administration. Diakses tanggal 2018-11-01. 
  2. ^ "Home Tests | HIV Testing | HIV/AIDS | CDC". Centers for Disease Control and Prevention. 2017-03-21. Diakses tanggal 2018-11-08. 
  3. ^ "Where to Buy OraQuick In Home HIV Test Kits". OraQuick. Diakses tanggal 2018-10-29. 
  4. ^ "HIV Testing | HIV/AIDS | CDC". Centers for Disease Control and Prevention. 2018-06-26. Diakses tanggal 2018-10-28. 
  5. ^ a b "How Oral HIV Testing Works | OraQuick In Home HIV Test". OraQuick. Diakses tanggal 2018-10-28. 
  6. ^ "OraQuick Video for In Home HIV Test Kit". OraQuick. Diakses tanggal 2018-10-29. 
  7. ^ a b c d "OraQuick Results for In Home HIV Testing". OraQuick. Diakses tanggal 2018-10-29. 
  8. ^ a b "OraQuick® Advance" (PDF). Food and Drugs Administration. Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 2017-02-08. Diakses tanggal 2018-11-01. 
  9. ^ "Information regarding the OraQuick In-Home HIV Test", US Food and Drug Administration, Retrieved 2018-11-01
  10. ^ a b "Frequently Asked Questions". OraQuick Home HIV Test. Diakses tanggal 2019-07-08. The OraQuick In-Home HIV Test can give you accurate results 3 months from exposure. Most people will develop antibodies to HIV within this period of time. If you test within 3 months of possible exposure and the result is negative, you may want to repeat the test at least 3 months after the possible exposure. Ninety-seven (97) percent of people develop antibodies within the first 3 months after infection. In rare cases, it can take up to 6 months. 
  11. ^ Center for Biologics Evaluation and Research. "Premarket Approvals (PMAs) - Information regarding the Home Access HIV-1 Test System". Food and Drug Administration. Diakses tanggal 2018-11-08. 

Pranala luar[sunting | sunting sumber]