Oksikodon
Tampilan
| Data klinis | |
|---|---|
| Potensi ketergantungan | High[1] |
| Rute pemberian | By mouth, sublingual, intramuscular, intravenous, intranasal, subcutaneous, transdermal, rectal, epidural[2] |
| Data farmakokinetika | |
| Bioavailabilitas | By mouth: 60–87%[3][4] |
| Pengikatan protein | 45%[3] |
| Metabolisme | Liver: mainly CYP3A, and, to a much lesser extent, CYP2D6 (~5%);[3] 95% metabolized (i.e., 5% excreted unchanged)[5] |
| Metabolit | • Noroxycodone (25%) [6][5] • Noroxymorphone (15%, free and conjugated)[6][5] • Oxymorphone (11%, conjugated)[6][5] • Others (e.g., minor metabolites)[5] |
| Waktu paruh eliminasi | By mouth (IR): 2–3 hrs (same t1/2 for all ROAs)[5][4] By mouth (CR): 4.5 hrs[7] |
| Durasi aksi | By mouth (IR): 3–6 hrs[5] By mouth (CR): 10–12 hrs[8] |
| Pengenal | |
| CompTox Dashboard (EPA) | |
| ECHA InfoCard | 100.000.874 |
| Data sifat kimia dan fisik | |
| Titik leleh | 219 °C (426 °F) |
Oksikodon adalah obat golongan opioid yang digunakan untuk mengatasi keluhan nyeri derajat sedang hingga derajat berat. [9] Sediaan obat oksikodon yang diminum, memiliki sediaan yang beragam ada sediaan yang menggunakan formulasi pelepasan segera dan pelepasan terkontrol . [9] Waktu onset dari obat oksikodon yang berefek pada pereda nyeri memiliki waktu 15 menit dan efek durasinya berlangsung hingga enam jam ini untuk sediaan yang menggunakan formulasi pelepasan segera. [9] Pada negara Inggris, obat oksikodon memiliki sediaan injeksi . [10] Sediaan obat oksikodon tersedia dengan kombinasi obat pereda nyeri lainnya seperti parasetamol (asetaminofen), ibuprofen, nalokson, dan aspirin . [9]
Referensi
[sunting | sunting sumber]- ↑ Bonewit-West, Kathy; Hunt, Sue A.; Applegate, Edith (2012). Today's Medical Assistant: Clinical and Administrative Procedures (dalam bahasa Inggris). Elsevier Health Sciences. hlm. 571. ISBN 9781455701506. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2020-07-28. Diakses tanggal 2020-08-05.
- ↑ Kalso E (2005). "Oxycodone". Journal of Pain and Symptom Management. 29 (5S): S47 – S56. doi:10.1016/j.jpainsymman.2005.01.010. PMID 15907646.
- 1 2 3 "Roxicodone, OxyContin (oxycodone) dosing, indications, interactions, adverse effects, and more". Medscape Reference. WebMD. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 13 April 2014. Diakses tanggal 8 April 2014.
- 1 2 Jennifer A. Elliott; Howard S. Smith (19 April 2016). Handbook of Acute Pain Management. CRC Press. hlm. 82–. ISBN 978-1-4665-9635-1. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 17 April 2021. Diakses tanggal 5 August 2020.
- 1 2 3 4 5 6 7 Howard Smith; Steven Passik (25 April 2008). Pain and Chemical Dependency. Oxford University Press USA. hlm. 195–. ISBN 978-0-19-530055-0. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 17 April 2021. Diakses tanggal 5 August 2020.
- 1 2 3 "Roxicodone, OxyContin (oxycodone) dosing, indications, interactions, adverse effects, and more". Medscape Reference. WebMD. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 13 April 2014. Diakses tanggal 4 January 2019.
- ↑ Richard A. McPherson; Matthew R. Pincus (31 March 2016). Henry's Clinical Diagnosis and Management by Laboratory Methods. Elsevier Health Sciences. hlm. 336–. ISBN 978-0-323-41315-2.
- ↑ Sunshine, Abraham; Olson, Nancy Z.; Colon, Ariel; Rivera, Juana; Kaiko, Robert F.; Fitzmartin, Ronald D.; Reder, Robert F.; Goldenheim, Paul D. (July 1996). "Analgesic Efficacy of Controlled-Release Oxycodone in Postoperative Pain". Journal of Clinical Pharmacology. 36 (7): 595–603. doi:10.1002/j.1552-4604.1996.tb04223.x. PMID 8844441.
Treatment with CR oxycodone was safe and effective in this study, and its characteristics will be beneficial in the treatment of pain.
- 1 2 3 4 "Oxycodone Monograph for Professionals". Drugs.com. AHFS. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 28 December 2018. Diakses tanggal 28 December 2018.
- ↑ British national formulary : BNF 74 (Edisi 74). British Medical Association. 2017. hlm. 442. ISBN 978-0857112989.