Nurul Taufiqu

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Jump to navigation Jump to search
Nurul Taufiqu Rochman
Lahir 15 Agustus 1970
Malang
Tempat tinggal Indonesia
Warga negara Indonesia
Pekerjaan Ilmuwan

Latar Belakang[sunting | sunting sumber]

Prof. Dr. Nurul Taufiqu Rochman, M.Eng, Ph.D (lahir di Malang, 15 Agustus 1970; umur 48 tahun) adalah ilmuwan Indonesia. Nurul lahir dari keluarga sederhana. Anak keempat dari lima bersaudara ini terbiasa bekerja keras sejak kecil. Setiap hari, dia harus berjualan es lilin dan gorengan di kantin sekolahnya di Malang, Jawa Timur. Keuntungannya untuk membantu ekonomi keluarga. Ibunya berprofesi sebagai guru agama di sekolah dasar. Nurul mendapatkan beasiswa studi teknik mesin di Kagoshima University, Jepang. Pada saat bersamaan. Nurul lulus S1 dengan nilai nyaris sempurna sehingga dia kembali mendapat beasiswa S2 dan S3 di perguruan tinggi yang sama. Sampai tak terasa dia menghabiskan waktu 15 tahun di Jepang. Dia bahkan sempat bekerja sebagai konsultan di perusahaan Kagoshima.

Pendidikan[sunting | sunting sumber]

  • Teknik Mesin Kagoshima University Jepang (S1-S3)

Penemuan Bidang Nano[sunting | sunting sumber]

Nurul Taufiqu Rahman, peneliti senior di Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, dikenal sebagai pakar nanoteknologi terkemuka di negeri ini. Nanoteknologi adalah teknologi yang mengontrol zat untuk menghasilkan fungsi baru dengan menggunakan skala nanometer (nm), yaitu ukuran satu per satu miliar meter. Ketua Masyarakat [[Nanoteknologi Indonesia LIPI itu menghasilkan nanosilika tahun 2004, dan dipatenkan atas namanya pada Juli 2006 dari Direktorat Jenderal Haki. Bila dicampur dalam adonan semen, nanosilika ini dapat memperkuat beton dua kali lipat. Temuannya yang lain adalah mesin penggiling nanopartikel High Milling 3D Motion pada 2005.

Mesin penggiling ciptakannya mampu mencacah besi sampai bahan organik ukuran nanometer atau sepermilimeter. Dengan alatnya itu, Nurul bisa berkreasi lebih jauh, misalnya menciptakan tinta spidol berbahan dasar arang kelapa dengan alat tersebut. Tanpa zat kimia dan berbahan organik, tinta Nurul juga ramah lingkungan. Produksi massal tinta nano itu mulai dipasarkan di sekolah-sekolah di Tangerang. Total Nurul punya 12 paten untuk beragam ciptaannya, nanokopi, nanoherbal, nanosabun, nanosampo.

Catatan kaki[sunting | sunting sumber]


Referensi[sunting | sunting sumber]