Nepenthes hirsuta

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Nepenthes hirsuta
Nep hir274.jpg
Kantong dari Nepenthes hirsuta
Status konservasi
Klasifikasi ilmiah
Kingdom: Plantae
Divisi: Magnoliophyta
Kelas: Magnoliopsida
Ordo: Caryophyllales
Famili: Nepenthaceae
Genus: Nepenthes
Spesies: N. hirsuta
Hook.f. (1873)[1][2]

Nepenthes hirsuta adalah spesies kantong semar endemik dari Kalimantan. Spesies ini bisa ditemukan di bagian barat dan utara Kalimantan, yang berarti termasuk ke dalam wilayah Indonesia, Malaysia, dan Brunei.[1][3]

Morfologi[sunting | sunting sumber]

Daun N. hirsuta memiliki bentukan lonjong atau bulat. Trikoma (bulu pada kulit tumbuhan) pada daun N. hirsuta terdapat pada di permukaan bawah dan atasnya. Tepi daunnya yang rata juga dilapisi bulu. Warna dari permukaan bawah daunnya berwarna coklat. Batangnya berbulu, licin, berpenampang bulat, serta berwarna hijau muda-coklat tua. Selain batang dan daunnya, hampir semua bangian tumbuhan dilapisi oleh bulu-bulu coklat yang halus.[4][5] Bulu-bulu tersebut memiliki kisaran panjang 1-2 mm.[6]

Kantong atasnya memiliki bentuk tabung dan berwarna kuning, sementara kantong bawahnya memiliki bentuk oval dan bersayap dua. Warna kantong bawahnya putih dengan belang kuning. Penutup kantong dari tumbuhan ini berbentuk oval atau jantung. Sementara itu, taji pada kantong tumbuhan ini tidak bercabang.[5]

Bunganya memiliki bentuk tandan dan panjang maksimal 25 cm. Perbungaan jantan dan betinanya hampir sama, tetapi bunga jantan lebih panjang. Daun kelopaknya memiliki panjang maksimal 4 mm.[5]

Sitologi[sunting | sunting sumber]

N. hirsuta hanya memiliki stomata pada bagian bawah daun, sehingga daunnya bersifat epistomatik.[5] Dibanding dengan N. negleta, N. bicalcarata, N. veitchii, dan N. clipeata, N. hirsuta memiliki ukuran dan kepadatan stomata yang lebih kecil.[7]

Anatomi[sunting | sunting sumber]

N. hirsuta memiliki jaringan palisade yang lebih panjang bila dibandingkan dengan N. negleta, N. bicalcarata, N. veitchii, dan N. clipeata.[7]

Taksonomi[sunting | sunting sumber]

N. hirsuta memiliki kedekatan taksonomi dengan N. hispida, N. macrovulgaris, dan N. philippinensis. Oleh dua peneliti Martin Cheek dan Matthew Jebb, keempat spesies ini disebut sebagai grup N. hirsuta Hooker f. (1873).[2][6]

Habitat[sunting | sunting sumber]

N. hirsuta adalah spesies endemik di Kalimantan; spesies ini dapat ditemukan di bagian barat dan utara Pulau Kalimantan (Indonesia, Malaysia, dan Brunei), tetapi tidak ditemukan di bagian selatan pulau. Ketinggian dari habitatnya berkisar antara 100 mdpl - 1.500 mdpl. Habitatnya mencakup hutan pinggir sungai atau sub-pinggir sungai, pinggir hutan, daerah semak, padang rumput, dan lahan basah. Cakupan wilayah habitatnya luas, tetapi terpisah-pisah.[1][3]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ a b c d Clarke 2018.
  2. ^ a b Cheek & Jebb 2013, hlm. 26.
  3. ^ a b Adam 1992, hlm. 19.
  4. ^ Damayanti & Roostika Mansur, hlm. 6.
  5. ^ a b c d Damayanti & Roostika Mansur, hlm. 7.
  6. ^ a b Cheek & Jebb 1999, hlm. 891.
  7. ^ a b Damayanti & Roostika Mansur, hlm. 8.

Daftar Pustaka[sunting | sunting sumber]

Adam, Jumaat Haji; Wilcock, C.C.; Swaine, M.D. (1992). "The Ecology and Distribution of Bornean "Nepenthes"". Journal of Tropical Forest Science. Forest Research Institute Malaysia. 5 (1): 13-21. 

Cheek, Martin; Jebb, Matthew (1999). "Nepenthes (Nepenthaceae) in Palawan, Philippines". Kew Bulletin. JSTOR. 54 (4): 887-895. doi:10.2307/4111166. ISSN 0075-5974. 

Cheek, Martin; Jebb, Matthew (6 Dec 2013). "The Nepenthes micramphora (Nepenthaceae) group, with two new species from Mindanao, Philippines". Phytotaxa. Magnolia Press. 151 (1): 25. doi:10.11646/phytotaxa.151.1.2. ISSN 1179-3163. 

Clarke, C.M (2018), Nepenthes hirsuta, IUCN, doi:10.2305/iucn.uk.2018-1.rlts.T39665A143960697.en 

Damayanti, Fitri; Roostika, Ika; Mansur, Muhammad (2015). "Kajian Morfologi, Sitologi, dan Struktur Anatomi Daun Nepenthes spp. asal Kalimantan Barat". Bioedukasi: Jurnal Pendidikan Biologi. Universitas Sebelas Maret. 8 (2): 5-11. doi:10.20961/bioedukasi-uns.v8i2.3862. ISSN 2549-0605.